PolhukamHukumBeredar Isu Makanan Beracun, Kapolres Dogiyai: Itu Hoaks

Beredar Isu Makanan Beracun, Kapolres Dogiyai: Itu Hoaks

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Kompol Samuel Dominggus Tatiratu, Kapolres Dogiyai, membantah berbagai isu miring yang tengah beredar luas di tengah masyarakat selama beberapa hari terakhir pasca kejadian rusuh di Mowanemani, distrik Kamuu, kabupaten Dogiyai, Sabtu (12/11/2022).

Dikemukakan dalam rekaman audio visual bahwa beredarnya isu tentang warga keracunan hingga meninggal dunia setelah belanja di kios dan pasar, tegas Kompol Samuel, tidak benar. Sejumlah isu itu sempat viral di Facebook dan WhatsApp.

Bantahan sekaligus klarifikasi tersebut dikemukakan Kapolres Dogiyai melalui rekaman video tertanggal 3 Desember 2022.

“Belakangan ini beredar isu di kalangan masyarakat bahwa ada masyarakat kita meninggal karena keracunan makanan maupun karena membeli sendal. Isu ini mulai berkembang sekitar tanggal 28 November, ada salah satu isu yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, yang bunyinya yakni salah satu masyarakat kita atas nama bapak Herman Adii meninggal dunia di Dogiyai karena mengkonsumsi kue donat yang dibeli di pasar baru Ekemanida. Kami sudah melakukan penyelidikan, dan sampai saat ini hal tersebut tidak ada bukti kebenarannya. Dan kami bisa sampaikan bahwa hal itu hoaks,” ujarnya.

Baca Juga:  Sinode GKI Gelar Semiloka Gereja Dalam Keragaman dan Keharmonisan Antar Denominasi di Fakfak

Kemudian, tanggal 1 Desember 2022, beredar lagi salah satu isu dari oleh oknum-onum tidak bertanggungjawab bahwa ada saudara kita, bapak Permenas Yobee meninggal dunia setelah membeli sendal di pasar Ekemanida. Dia meninggal setelah pakai sendal tersebut.

“Kembali lagi, saya selaku Kapolres Dogiyai menegaskan bahwa kami menyatakan itu hoaks,” tegas Samuel.

Selain itu, isu lain yang kemudian ditiupkan adalah keterlibatan TNI dan Polri dalam meracuni makanan dan barang yang dijual di kios maupun pasar.

“Lagi-lagi beredar isu oleh oknum yang tidak bertanggungjawab bahwa TNI dan Polri terlibat dalam memberikan obat-obat tertentu yang menimbulkan efek racun kepada masyarakat lewat Sembako dan juga menyemprotkan obat-obat tertentu ke Sembako yang dibelinya. Kami tegaskan, itu adalah hoaks,” ujarnya.

Kata Kapolres, TNI dan Polri yang bertugas di kabupaten Dogiyai hadir sebagai perpanjangan tangan dari negara yang dalam hal ini menghadirkan negara kepada warga masyarakat kabupaten Dogiyai dalam memberikan rasa aman, damai, tentram kepada masyarakat.

“Kami tidak pernah melakukan perbuataan serendah yang disampaikan oleh oknum tersebut,” ujar Kapolres Dogiyai.

Baca Juga:  Situasi Kamtibmas di PBD Butuh Sinergi Bersama

Terkait isu-isu tersebut, kata Samuel, pada tanggal 3 Desember 2022 telah memerintahkan Satreskrim Polres Dogiyai untuk melakukan kegiatan penyelidikan.

“Bahkan pada saat ini kami sudah kantongi salah satu identitas pelaku yang menyebarkan dugaan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang tidak benar yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu, kelompok bahkan instansi dalam hal ini ditujukan kepada TNI/Polri di kabupaten Dogiyai,” katanya.

Kepada oknum tersebut pihaknya telah menyampaikan surat undangan untuk mengklarifikasinya.

“Kami sangat berharap, setelah surat undangan klarifikasi ini kami teruskan kepada yang bersangkutan agar mengindahkan. Tetapi apabila tidak mengindahkan surat klarifikasi yang kami berikan, kami tujukan kepada yang bersangkutan, maka kami akan melakukan panggilan untuk melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” lanjut Kapolres.

Masih menurutnya, tidak tertutup kemungkinan, dalam proses penyelidikan kedepan akan merembet kepada oknum-oknum tertentu yang terlibat serta dalam perbuatan menyebarkan suatu berita bohong tersebut.

“Himbauan saya kepada masyarakat tercinta di kabupaten Dogiyai agar lebih dewasa dalam menyikapi pemberitaan atau isu-isu yang beredar di kalangan kita,” harapnya.

Baca Juga:  Tolak Yonif 762, Warga Tambrauw Palang Pos Satgas 623 di Fef

Untuk memastikan kebenarannya, kata Samuel, sebaiknya datangi dan tanya ke pihak berwajib dalam hal ini Polres Dogiyai. Dengan begitu secara bersama-sama bisa meluruskan kepada warga masyarakat kita terkait beredarnya isu-isu tidak benar itu.

“Sebentar lagi kita akan menyongsong perayaan Natal dan Tahun Baru. Cukup sudah kerusuhan-kerusuhan yang terjadi sebelumnya. Banyak hal dampak negatif yang ditimbulkan oleh kejadian-kejadian di masa lalu yang menyisakan derita, sakit, dan hal-hal yang tidak mengenakan hati. Mari kita bergandengan tangan, mari kita bersama-sama, kita ciptakan kedamaian di negeri ini. Jangan mau diadudomba. Ingat, Tuhan tidak senang kepada mereka-mereka yang selalu memperkeruh situasi yang menimbulkan perpecahan, rasa iri, dengki terhadap saudara.”

Kompol Samuel mengajak kepada semua pihak agar sama-sama bangun keamanan untuk kesejahteraan warga masyarakat kabupaten Dogiyai.

Kapolres juga memastikan perkembangan situasi keamanan dan ketertiban umum di kabupaten Dogiyai pasca kejadian rusuh hingga kini sudah berangsur pulih dan kondusif.

REDAKSI

Terkini

Populer Minggu Ini:

Sinode GKI Gelar Semiloka Gereja Dalam Keragaman dan Keharmonisan Antar Denominasi...

0
“Itu yang menjadi hakekat gereja. Pergi jadikan bangsa muridku, baptis dan ajarlah mereka. Itu amanat agung Yesus Kristus sebelum Dia naik ke Surga dan itulah hakikat gereja. Penginjilan adalah roh dari gereja ini, karena hakekat kita adalah memberitakan injil. Jadi misi kita bersama sebagai gereja di dalam dunia ini.”

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.