BeritaAksi Peringati Hari HAM di Papua Dibubarkan Paksa, Ratusan Orang Diamankan

Aksi Peringati Hari HAM di Papua Dibubarkan Paksa, Ratusan Orang Diamankan

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional 10 Desember 2022 diwarnai aksi massa di Papua. Aksi orasi baru mau dimulai, aparat kepolisian membubarkan massa aksi. Beberapa orang dikabarkan diamankan ke kantor kepolisian setempat.

Informasi yang dihimpun media ini dari sejumlah sumber, sedikitnya 85 orang ditangkap aparat keamanan di beberapa titik daerah saat hendak memperingati 74 tahun hari HAM sedunia (10 Desember 1948-20 Desember 2022) dengan aksi damai, Sabtu (10/12/2022).

Pembubaran paksa hingga penangkapan massa aksi terjadi di Sentani, kabupaten Jayapura. Begitupun di Wamena, kabupaten Jayawijaya. Serta di Abepura dan Waena, kota Jayapura.

Menurut Ones Suhuniap, juru bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB), massa aksi yang ditangkap aparat keamanan sebanyak 108 orang.

“Tadi ada penangkapan sebanyak 108 orang. Pertama di Wamena 30 orang. Terus di Sentani 51 orang dan di kota Jayapura ada 4 orang,” katanya menanggapi konfirmasi suarapapua.com melalui WhatsApp, Sabtu malam.

Mengutip laporan lapangan, kata Ones, pembungkaman ruang demokrasi dengan tindakan pembubaran paksa hingga penangkapan dan pemukulan terhadap massa aksi demontransi damai terjadi di berbagai kota di Tanah Papua.

“Aksi damai peringati hari HAM sedunia ini dilakukan di 9 kota di Papua. Antara lain di kota Jayapura, kabupaten Jayapura di Sentani, kabupaten Pegunungan Bintang di Oksibil, kabupaten Jayawijaya di Wamena, kabupaten Tolikara, kabupaten Lanny Jaya, Manokwari, dan Sorong.”

Di luar Papua, Ones menjelaskan, aksi damai dilakukan mahasiswa Papua digalang Konsulat Indonesia dipusatkan di Manado dan Gorontalo.

Sentani

Aksi damai di Sentani, kabupaten Jayapura, dilakukan sejak Pukul 6.15 WIT. Dengan titik aksi di mata jalan Pos 7 Sentani.

“Pada Pukul 7.30 WIT, Kepolisian dari Polres Jayapura mendatangi massa aksi dan dibubarkan paksa. Beberapa massa aksi dipukul. Terjadi juga penangkapan. 51 orang yang ditangkap,” jelasnya.

Ones membenarkan, aksi difasilitasi KNPB Wilayah Sentani untuk memperingati 72 tahun hari HAM sedunia sekaligus mendesak pemerintah Indonesia menyelesaikan berbagai kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua serta menuntut segera gelar referendum sebagai solusi demokratis.

Dari 51 orang yang diangkut aparat kepolisian dari Pos 7 Sentani, terdapat lima diantaranya mengalami luka-luka.

“Korban luka atas nama Agustina Darla Kobak (di kepala), Zeth (di kepala), Insu Ina Su (di lengan), Nodi Tepmul (di tangan), dan Frangki Kogoya (di tangan).”

Baca Juga:  Inilah Sikap Resmi KNPB Terhadap Agenda Pemilu 2024

Adapun nama-nama yang diamankan Polres Jayapura: Agus Bahabol (Penanggung Jawab), Sadrack Lagowan (Korlap Umum), Demi Tabuni, Silis Uopdana, Nando, Agn, Malis Uopkulir, Dortius Tenget, Saugas Lokon, Oktovianus Wakel, Betok Uropmabin, Eleck Tepmul, Gaulin Balingga, Inzu Ina Su, Frengky Kogoya, Menis Siep, Agustina Darla Kobak, Yosua, Yopina Pahabol, Ance Yoku, Milka, Hinus Siep.

Ektam Kalakmabin, Melly Tepmul, Kurus DM Felle, Oviana Kha Websa, Meksi Taplo, Eiko Taplo, Yan Itlay, Imer Matuan, Elison Pahabol, Eco Passe, Bella Wesapia, Berto Taplo, Gerry Matuan, Steven Tengket (Wakorlap), Mario Kassar, Miles Itlay, Fehri Molama, Elli Sugun, Man Waker, Charles Kogoya.

“Kami belum mendata 10 orang lainnya,” kata Ones.

“Massa aksi yang ditangkap sudah diangkut ke Polres Jayapura di Doyo,” lanjutnya.

Aparat keamanan juga mengambil sejumlah perangkat aksi. Berupa baliho, megaphone, pamflet, tali komando dan tujuh buah bendera KNPB.

Selain itu, 1 buah handpgone Readmi 05 milik Sadrack Lagowan turut disita.

Wamena

Pembubaran paksa aksi massa hingga penangkapan massa juga terjadi di Wamena, ibu kota kabupaten Jayawijaya. Selain di titik kumpul Pasar Misi Wouma, aparat kepolisian membubarkan massa aksi di Pasar Jibama.

Dilaporkan, 30 orang diangku ke Polres Jayawijaya.

“Dari titik pasar Misi Wouma 12 orang, dari pasar Jibama 13 orang, dan dari Potikelek 5 orang yang ditangkap dan dibawa ke Polres Jayawijaya,” bebernya.

Massa aksi dari titik Pasar Misi Wouma yang diamankan adalah Nopius Asso, Jhon Iksomon, Nahason Pahabol, Niel Asso, Wene Kabak, Niris Pahabol, Abet Kabak, Tolak Asso, Nikon Kabak, Wei, Sini Ulunggi, Alimos Pahabol.

Dari titik Pasar Jibama, yakni Othen Gombo, Mau Iaba, Wilem Kenelak, Ima Alya, Pokemon Wantik, Masongan Endambia, Fakalis Kisa, Yalince Wandikbo, Lidia Wandikbo, Yos Logo, Yosael Gombo, Aten Jaga, Junani Sibak.

Sedangkan dari titik Potikelek, yakni Erik Aliknoe, Wenealem Y Kabak, Aten Asso, Lani Yikwa, Rosyan Zine Kogoya.

“Semuanya anggota KNPB,” kata Ones sembari menambahkan, 25 orang tersebut sedang menjalani pemeriksaan.

Sebelum dibubarkan aparat keamanan, Ones mendapat laporan, massa aksi dalam rangka hari HAM sedunia di Wamena mulai bergerak sejak Pukul 08.00 di beberapa titik.

Baca Juga:  Pemakaman Almarhum Lukas Enembe Ditunda Jumat Besok

Selain dari tiga titik kumpul yang dibubarkan secara paksa dan mengamankan puluhan orang, kata Suhuniap, massa aksi dari titik kumpul lain diblokade.

“Sedangkan massa aksi dari Sinakma bergerak pada pukul 09.56 berhasil long march menuju kantor DPRD Jayawijaya, tetapi pintu gerbang ditutup. Massa menduduki depan kantor DPRD di jalan Yos Sudarso Wamena.”

Aksi Mahasiswa

Peringatan hari HAM sedunia yang diadakan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jayapura di kampus Uncen Abepura juga dibubarkan aparat keamanan.

Aksi mahasiswa di depan Auditorium Uncen dicegah hingga beberapa mahasiswa diamankan anggota dari Polresta Jayapura.

Adapun identitas peserta aksi yang ditahan: Engel AP You, Tayai Kotopa Keiya, Olison Pakage, Iso Pekei, dan Yosep Douw.

Laporan yang diterima Ones dari Fransiskus Yobee, Korlap Umum, sejumlah mahasiswa mendapat perlakuan kasar bahkan terluka.

Tujuh orang terkena pukulan, yakni Nando Boma (dipukul di bagian kepala), Okto Mote (tulang belakang bengkak, jari luka), Yoten Mirin (luka di tangan), Hendrik Muyapa (luka di tangan, handphone disita), Yabet Degei (bagian belakang bengkak, bajunya sobek), X Dogomo (luka di telinga), Olison Pakage (kepala berdarah).

Sementara di kampus Uncen Perumnas III Waena, aksi damai mahasiswa dibubarkan aparat kepolisian. Aksi dipusatkan di gapura Uncen atas.

Dibubarkan paksa, mahasiswa bergerak ke Perumnas I untuk bergabung dengan massa aksi Ekspo Waena.

Lagi-lagi, aparat kepolisian memblokade massa aksi hingga terjadi pembubaran paksa di jembatan Ekspo Waena.

Massa aksi dari Ekspo Waena, Buper dan sekitarnya berkumpul di Museum Papua pada Pukul 09.30 hingga Pukul 10.30 WIT, juga kembali dibubarkan.

Massa aksi yang berkumpul di Lingkaran Abepura juga senasib. Dibubarkan aparat keamanan.

Sekira Pukul 13.00 WIT massa aksi dari kampus USTJ, kampus Uncen bawah menuju Asrama Mimi. Massa aksi yang dibubarkan dari lingkaran Abe juga bergabung.

Berkumpul di lapangan bola volly Asrama Mimin, massa menyampaikan orasi dan membacakan pernyatan sikapnya.

Manokwari dan Sorong

Di Manokwari, aksi damai peringati hari HAM sedunia dengan tujuan kantor DPR Papua Barat diblokade aparat kepolisian dari Polres Manokwari dan Polsek Amban.

Aksi dimulai sejak Pukul 09.00 WIT.

Baik di Amban maupun titik lain diblokade sejak pagi.

Baca Juga:  Jelang Pemilu 2024, Toko Miras di Kabupaten Jayapura Harus Ditutup

Di Sorong, rencana aksi damai dipusatkan di depan Ellin Maranata. Dari Pukul 7.00 WIT, di lokasi aksi pihak aparat sudah bersiaga lebih dulu sebelum massa tiba.

Aparat keamanan tampil dengan perlengkapan lengkap. Dengan menggunakan mobil dan motor, aparat bersiaga sambil teror massa aksi.

Massa aksi KNPB tetap membentangkan spanduk, pamflet, dan memasang dua buah bendera organisasi KNPB.

Diawali dengan doa, orasi disampaikan bergantian tepat Pukul 9.00 WIT.

Penyampaian orasi selama sejam hingga Pukul 10.00 WIT.

Aparat kemudian membatasi karena sudah melampaui ketentuan waktu.

Beberapa kali pengurus KNPB dipimpin Dengky Pagawak melakukan negosiasi dengan pihak kepolisian karena telah menyampaikan surat pemberitahuan tentang rencana aksi damai.

Rencana long march ke kantor DPRD batal karena tidak diizinkan petugas.

Dalam hitungan dua menit massa aksi harus bubar.

Menghindari berbagai kemungkinan buruk, aksi disudahi setelah anggota Polres mulai bergerak melepaskan tali komando, pamflet, spanduk, dan mengambil bendera KNPB.

“Massa aksi dibubarkan secara paksa sekitar jam 10.58 WIT.”

Tidak bertahan lantaran kekuatan jumlah pasukan bersenjata, massa aksi membubarkan diri dengan aman.

Empat Kabupaten Lancar

Aksi peringatan hari HAM yang diadakan di empat kabupaten lainnya: Lanny Jaya, Tolikara, Pegunungan Bintang, dan Paniai, berlangsung lancar.

Kegiatan peringatan hari HAM di Tiom, ibu kota kabupaten Lanny Jaya, dipusatkan di depan Hotel Nirigi, Tiom.

Dari distrik-distrik, massa bergerak menuju titik sentral sejak Pukul 08.00 WIT.

Massa aksi sempat dihadang aparat, akhirnya semua bisa berkumpul pada Pukul 13.10 WIT. Selanjutnya menyampaikan orasi secara bergantian.

Pembacaan statement mengakhiri aksi damai di Tiom.

Aksi sama dilakukan di Karubaga, ibu kota kabupaten Tolikara.

Perayaan hari HAM Sedunia di kabupaten Tolikara dimulai pada Pukul 09.46 WIT. Secara umum berlangsung aman dan lancar.

Begitupun di Oksibil, ibu kota kabupaten Pegunungan Bintang. Dihadiri ratusan orang, aksi peringatan hari HAM Sedunia berlangsung dari Pukul 09.00 WIT hingga selesai.

Di kabupaten Paniai, aksi dipusatkan di lapangan Karel Gobay, Enarotali, distrik Paniai Timur. Dihadiri warga dari berbagai distrik. Massa bergerak dari pagi menuju tempat mimbar bebas.

Aksi damai tersebut mendapat pengawalan aparat kepolisian dari Polres Paniai.

REDAKSI

Terkini

Populer Minggu Ini:

Freeport dan Kejahatan Ekosida di Wilayah Suku Amungme dan Suku Mimikawee...

0
Ekosida adalah merusak lingkungan dan memusnahkan manusia secara bersamaan khususnya pada wilayah yang mengalami kemiskinan. Ekosida dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang menimbulkan berbagai masalah sosial, budaya dan kesehatan manusia di sekitar lingkungan tersebut. Masyarakat yang terkena dampak ekosida dapat mengalami krisis ekonomi akibat kehilangan sumber daya ekonomi dan pekerjaan. Ekosida juga dapat menimbulkan penyakit yang mematikan pada tubuh manusia dan mengubah budaya serta mengurangi keeratan interaksi sosial antarwarga.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.