ADVERTORIALDogiyai BahagiaPenjabat Bupati Dogiyai Tegaskan Yulianus Tebai Anggota Satpol PP

Penjabat Bupati Dogiyai Tegaskan Yulianus Tebai Anggota Satpol PP

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Yulianus Tebai (28), korban tewas akibat ditembak oknum polisi di Kilometer 182 Jalan Trans Papua Nabire-Intan Jaya, perbatasan kabupaten Nabire dan kabupaten Dogiyai, Sabtu (21/1/2023), tercatat sebagai anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kabupaten Dogiyai.

Hal itu ditegaskan Petrus Agapa, penjabat bupati Dogiyai, sebagaimana rekaman video berdurasi 2.50 menit yang diterima Suara Papua, Minggu (22/1/2023) malam.

Dalam video klarifikasi itu, Petrus Agapa didampingi Kompol Samuel Dominggus Tatiratu, Kapolres Dogiyai, dan Letkol Inf Doni Firmansyah, Dandim 1705/Nabire.

Dikatakan, Yulianus Tebai korban meninggal dunia tidak terlibat dalam aksi palang jalan raya. Juga tidak benar dengan tuduhan ikut konsumsi minuman keras.

Berdasarkan pengakuan berbagai sumber terpercaya, korban tewas juga tidak pernah bersentuhan dengan miras, konsumsi pinang pun tidak.

Keterangan dari pihak keluarga korban duka bahwa Yulianus Tebai adalah honorer aktif di kantor Satpol PP kabupaten Dogiyai, dibenarkan Petrus Agapa.

Tentu saja insiden tragis tersebut sangat disesalkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah karena korban tewas tanpa ada kesalahan.

Baca Juga:  Akhir Pekan Bersama “Perempuan Penyembah Malaikat”

“Kami mau mengklarifikasi, atas nama Yulianus Tebai yang telah meninggal akibat ditembak oleh oknum anggota Polri dari Polres Paniai. Sementara ini beredar di berbagai mass media yang mengatakan bahwa Yulianus Tebai adalah pemabuk dan melakukan pemalangan jalan. Sama sekali tidak benar. Kami atas nama pemerintah daerah mengklarifikasi bahwa dia bukan pemabuk atau pemalang jalan, namun dia adalah pegawai honorer Satpol PP kabupaten Dogiyai yang hendak pergi ke kebun untuk bekerja, mencari nafkah hidup dalam rangka menghidupi keluarganya. Sekian dan terima kasih,” tutur Agapa.

Klarifikasi dilakukan untuk meluruskan pemberitaan miring di sejumlah media dengan informasi sepihak.

Pihak keluarga korban sedari awal sudah tegaskan hal itu, bahwa Yulianus Tebai tertembak pada saat hendak menghentikan aksi palang setelah melihat sejumlah orang mengejar truk berwarna kuning yang diduga melepas tembakan ke udara saat dicegat di sekitar kampung Ugida.

Nahas menimpa pemuda berusia 28 tahun setelah oknum polisi yang ada di dalam truk itu melepas tembakan. Peluru bersarang tepat di punggung kanan hingga tembus dada.

Baca Juga:  Perda MHA Diabaikan, Pemkab Sorong Dinilai Mengkhianati Suku Moi

Tertembak dari pinggir jalan trans Nabire-Dogiyai tepatnya di tanjakan Totoko Taiga, kampung Tugomani, distrik Siriwo, kabupaten Nabire, perbatasan kabupaten Dogiyai. Dia jatuh tersungkur setelah sempat laju dengan sepeda motor meski dalam kondisi luka parah akibat tertembak peluru.

Jenazahnya dievakuasi warga bersama aparat ke Polsek Mapia. Setelah dibersihkan petugas medis di Puskesmas Bomomani, jenazah diambil keluarga untuk seterusnya dibawa ke rumah duka.

Selain Yulianus Tebai, salah satu pemuda lainnya ditembak oknum aparat di kampung Ugida, tidak jauh dari lokasi pertama. Korban luka-luka itu diketahui bernama Vinsen Dogomo (25). Kini sedang menjalani perawatan di RSUD Nabire setelah dilarikan keluarga dengan mobil.

Kapolres Dogiyai mengatakan, penembakan pada Sabtu (21/1/2023) dilakukan salah satu oknum anggota Polres Paniai yang menumpang truk malang itu. Insiden penembakan mengakibatkan Yulianus Tebai tewas.

“Saya Kapolres Dogiyai mewakili pimpinan Polda Papua sangat menyesalkan hal ini terjadi. Dan apa yang sudah disampaikan oleh pak bupati bahwa korban tewas merupakan anggota aktif Satpol PP yang selama ini berdinas, dan bukan sebagai pemabuk atau yang melakukan pemalangan, tetapi menjadi korban dari perbuatan oknum anggota ini. Sekali lagi, kami mohon maaf,” ujarnya.

Baca Juga:  Temui MRP, Forum Pencaker PBD: OAP Harus Diberdayakan di Segala Bidang

Samuel menyatakan, sesuai perintah Kapolda Papua, oknum anggota tersebut bakal ditindak tegas.

“Kami akan melakukan tindakan tegas sesuai dengan perintah bapak Kapolda Papua, bahwa oknum anggota tersebut wajib hukumnya dilakukan tindakan tegas. Dan, kami tegaskan bahwa yang bersangkutan sudah kami tangkap dan sementara menjalani pemeriksaan di Polres Nabire,” kata Tatiratu.

Untuk kedepan, Kapolres sangat berharap kepada semua pihak agar bersama-sama menciptakan situasi aman dan menjaga kedamaian demi lancarnya segala aktivitas di wilayah kabupaten Dogiyai.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tidak terima dengan penembakan terhadap dua pemuda itu, sekitar Pukul 14:00 WIT beberapa kelompok masyarakat melampiaskan amarahnya dengan membakar sejumlah kios yang ada di Bomomani, ibu kota distrik Mapia, kabupaten Dogiyai.

Kabar terakhir, para pedagang sempat amankan diri ke markas Koramil dan Polsek Mapia. Mereka menumpang semalam, lalu memilih mengungsi ke Nabire dengan menggunakan beberapa kendaraan roda empat.

REDAKSI

Terkini

Populer Minggu Ini:

PSBS Biak Pecahkan Sejarah: Laju ke Final Liga 2 Sekaligus Promosi...

0
“Sungguh luar biasa sore ini saya sangat bahagia menyaksikan pertandingan leg kedua yang berakhir dengan hasil positif,” ucap Mandenas.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.