BeritaJRB Pastikan Festival Budaya Lembah Balim Tahun 2023 Siap Digelar

JRB Pastikan Festival Budaya Lembah Balim Tahun 2023 Siap Digelar

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Festival Budaya Lembah Balim (FBLB) di Wamena, kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, kembali akan diselenggarakan tahun ini. Mendukung pelaksanaan FBLB, pemerintah daerah telah alokasikan dana dalam APBD tahun anggaran 2023.

Kepastian itu disampaikan Jhon Richard Banua, bupati kabupaten Jayawijaya, menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (31/1/2023) usai meresmikan Mumi di kampung Aikima, distrik Pisugi, kabupaten Jayawijaya.

“Untuk tahun kemarin kami terbatas dengan anggaran karena masih pandemi Covid-19. Kalau tahun ini (2023) kami siapkan anggarannya dan itu sudah masuk dalam APBD,” kata Banua.

Baca Juga:  Mahasiswa Nduga se-Indonesia Sikapi Konflik Pemilu di Distrik Geselema

Bupati Jayawijaya yang akrab disapa JRB itu menjelaskan, dalam DPA yang baru saja diserahkan, sudah terkomodir juga anggarannya untuk adakan FBLB. Anggarannya cukup besar untuk tidak lagi festival mini seperti tahun lalu.

“Oh, sudah tidak festival mini. Itu anggaran besar, kami sudah anggarkan. Kalau tahun kemarin kan tidak ada dalam DPA Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Jadi, tahun ini sudah kembali rutin seperti tahun-tahun sebelumnya. Pasti kita adakan festival,” tuturnya.

Kata Banua, untuk dana promosipun sudah masuk dalam DPA. Dengan dana itu kemudian akan dipakai dalam berbagai bentuk promosi secara luas tentang rencana kegiatan FBLB.

Baca Juga:  ASN di Jayawijaya Dilarang Ikut Politik Praktis

“Kalau tidak salah, dana promosinya sudah ada. Nanti bidang pariwisata dan instansi terkait bisa promosikan sampai ke seluruh Indonesia dan luar negeri,” kata JRB.

Banua menambahkan, khusus lokasi festival, akan dilihat tempat mana yang layak dan strategis.

“Soal lokasinya kita akan lihat tempat yang benar-benar bagus supaya ada daya tarik dari para wisatawan, mudah dijangkau dan lokasi harus strategis supaya turis tertarik untuk berkunjung,” tandasnya.

Dengan anggaran yang jelas, pihaknya hanya tinggal memastikan tempat pelaksanaan festival. Soal ini akan dibahas dengan sejumlah pihak terkait sebelum mulai dipromosikan ke luar daerah.

Baca Juga:  Pilot Philip Mehrtens Akan Dibebaskan TPNPB Setelah Disandera Setahun

Sementara itu, Engelbertus Surabut, kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Jayawijaya, menyambut baik rencana digelar kembali FBLB setelah hampir tiga tahun terkendala akibat dunia termasuk Indonesia dilanda pandemi Covid-19.

“Hampir tidak tiga tahun festival ini tidak diadakan lagi seperti dulu. Tetapi tadi pak bupati bilang tahun ini akan digelar, berarti kita semua siap-siap untuk sukseskan,” kata Surabut.

Pewarta: Onoy Lokobal
Editor: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

Bertamasya ke Lubang Batu Lembah Emereuw-Konya Abepura

0
Ketidakseriusan pemerintah kota Jayapura mengelola keunikan Lubang Batu Lembah Emereuw-Konya dari genangan air dan sampah warga itulah yang menjadi penyebab setiap turun hujan pasti rumah-rumah warga di dua RT yang terletak di kawasan Lembah Emereuw-Konya selalu tergenang air. Kondisi itu bukan hanya pada musim hujan saja, namun setiap kali hujan. Akibatnya, warga Lembah Emereuw-Konya selalu siap siaga jika turun hujan.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.