Tanah PapuaLa PagoPT Eya Aviation Indonesia Layani Penerbangan Subsidi Wamena-Tolikara

PT Eya Aviation Indonesia Layani Penerbangan Subsidi Wamena-Tolikara

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Sejak dua bulan lalu, PT Eya Aviation Indonesia aktif melayani penerbangan subsidi Wamena-Tolikara dan beberapa distrik yang ada di wilayah kabupaten Tolikara, provinsi Papua Pegunungan.

Penerbangan bersubsidi tersebut dimulai sejak awal Februari 2024.

Kepada suarapapua.com, Senin (1/4/2024), Benny Wenda, manager operasi base camp Wamena, mengatakan, penerbangan bersubsidi rute Wamena-Tolikara mulai melayani para penumpang semenjak sebulan lalu dengan jadwal penerbangannya pada setiap hari.

“Penerbangan subsidi ini kami baru mulai bulan Februari lalu. Khususnya penerbangan subsidi Wamena-Karubaga jadwalnya hari Senin, Rabu dan Jumat. Kalau hari Selasa, Kamis dan Sabtu, kami layani pos pedalaman lainnya,” jelas Wenda.

Selain rute Wamena-Karubaga, pesawata Eya Aviation menurutnya melayani penerbangan subsidi ke beberapa pos antara lain Mamit, Kanggime, dan distrik lainnya. Penerbangan dari Wamena-Karubaga dengan tiket Rp300.000, kecuali tujuan Douw dan Wari Rp400.000, serta penerbangan dari Wamena dan bandara Tolikara ke beberapa pos dengan harga tiket Rp200.000.

Baca Juga:  Pemkab Yahukimo Belum Seriusi Kebutuhan Penerangan di Kota Dekai

Dengan adanya penerbangan bersubsidi itu, Wenda berharap, “Masyarakat juga ikut merasakan sentuhan pelayanan akses transportasi dari dan ke kota tidak kesulitan. Dengan begitu, mereka naik pesawat dan tidak buang biaya besar lagi.”

Pemda Tolikara buat subsidi ini agar akses transportasinya bagus, masyarakat bisa bawa barang-barang jualan dari pos ke kota dan sebaliknya.

“Kami PT Eya Aviation Indonesia juga sangat senang melayani masyarakat agar bisa merasakan penerbangan subsidi ini,” imbuh Benny.

Para penumpang tujuan Tolikara saat naik pesawat dari bandara Wamena, kabupaten Jayawijaya, provinsi Papua Pegunungan, Senin (1/4/2024) pagi. (Liwan Wenda – Suara Papua)

Sementara, Yermias Wandik, ketua klasis GIDI wilayah Toli saat ditemui di bandara Karubaga, mengaku sangat bersyukur dengan upaya pemerintah kabupaten Tolikara kerja sama dengan PT Eya Aviation Indonesia untuk memulai pelayanan penerbangan subsidi.

“Kami bersyukur karena melalui rencana Tuhan, sehingga pemda Tolikara bisa kerja sama, ada penerbangan subsidi melalui PT Eya Aviation,” ucapnya.

Wandik menilai kebijakan tersebut membantu warga masyarakat yang kerapkali mengalami kendala terutama ketika menggunakan kendaraan darat.

Baca Juga:  Konflik Horizontal di Keneyam Masih Berlanjut, Begini Tuntutan IPMNI

“Ini membantu sekali karena beberapa hari lalu terkendala dengan kendaraan roda dua dan empat tidak bisa lewat karena ada banjir, longsor dan jembatan juga hanyut. Ruas jalan dari kabupaten ke pos-pos terputus,” tuturnya.

Kata Yermias, kadang masyarakat sering mengeluh beberapa tahun lalu, karena dari kota mau ke pos biaya ojeknya Rp500.000 sampai Rp700.000. Harga mahal karena beberapa pos sangat rawan dengan kondisi medan.

Tetapi dengan kebijakan Pemkab Tolikara kerja sama dengan pesawat milik PT Eya Aviation bisa membantu subsidi penerbangan dari Wamena-Tolikara dan beberapa distrik dengan harga tiketnya Rp300.000. Ini akan memudahkan karena kalau menggunakan ojek, biayanya lebih besar. Contoh dari Tolikara ke Mamit dan Kanggime Rp300.000. Itu kalau lagi sepi. Tetapi kalau sedang ramai, biayanya bisa sampai Rp700.000.

Belum lagi ada sejumlah lokasi yang medannya cukup berat. Mobil susah masuk, seperti distrik Gwina, Dundu, Wari dan distrik Douw.

Baca Juga:  Penyebutan Rumput Mei Dalam Festival di Wamena Mendapat Tanggapan Negatif

“Harga tiket tiga ratus ribu. Kami pihak gereja dengan masyarakat Tolikara merasa penerbangan subsidi pesawat kecil [PT Eya Aviation Indonesia] ini sangat membantu,” kata Wandik.

Para penumpang tujuan Tolikara di tempat timbang barang sebelum terbang ke bandara Karubaga. Senin (1/4/2024) pagi. (Liwan Wenda – Suara Papua)

Pihak gereja dan masyarakat Tolikara menurut Wandik, telah menyampaikan kepada pemerintah agar untuk penerbangan subsidi Wamena-Karubaga dan beberapa distrik tetap berkelanjutan lagi setelah ada pemimpin terpilih hasil Pilkada 2024.

“Kami tetap mendoakan supaya penerbangan subsidi ini terus berlanjut dengan lancar demi melayani pemerintah, masyarakat dan pihak gereja,” ucap Yermias.

Pelayanan penerbangan bersubsidi tersebut dilakukan setelah penjabat bupati Tolikara Marthen Kogoya dan direktur utama PT Eya Aviation Indonesia David Praptino menandatangani nota kesepahaman kerja sama di Sentani, kabupaten Jayapura, Papua, Senin (29/1/2024) lalu. Usai penandatanganan MoU, dilanjutkan penerbangan perdana dengan rute Sentani-Karubaga.

Pesawat perintis jenis Cessna Caravan 208-675 milik PT Eya Aviation Indonesia melayani para penumpang dengan home base di bandara Wamena, ibu kota provinsi Papua Pegunungan. []

Terkini

Populer Minggu Ini:

ULMWP Menyatakan Bersolidaritas dengan FLNKS dalam Perjuangan Penentuan Nasib Sendiri

0
"Kawan-kawan, ketika Anda bertahan dalam upaya mobilisasi Anda, yakinlah bahwa Anda tidak sendirian. Bersama-sama, kita melangkah maju menuju masa depan di mana suara-suara masyarakat adat bergema, dihormati, dan dihargai.”

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.