Pasifik‘Anda Berada di Rumah Sendiri’

‘Anda Berada di Rumah Sendiri’

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— “Papua Barat adalah bagian dari keluarga Melanesia, ketahuilah bahwa anda berada di rumah sendiri.”

Hal tersebut adalah pernyataan yang diungkapkan penduduk pemukiman Muanikoso di Nasinu selama sesi talanoa komunitas dengan anggota United Liberation Movement for West Papua (ULMWP)pada 4 Maret 2023.

Penduduk Muanikoso sebagian besar adalah keturunan orang-orang dari Vanuatu yang datang ke Fiji pada awal tahun 1930-an dan menetap di daerah tersebut.

Dalam sesi pertemuan tersebut, yang dipimpin oleh lima anggota ULMWP, di mana pertemuan tersebut diselenggarakan untuk membantu meningkatkan kesadaran tentang perjuangan masyarakat adat Papua Barat guna mendapatkan kebebasan atas kekejaman yang sedang berlangsung yang dihadapi rakyat Papua di tangan pasukan keamanan Indonesia.

Sekretaris ULMWP, Rex Rumakiek mengatakan harapan mereka adalah para pemimpin dan rakyat Melanesia akan “mengulurkan tangan” untuk memeluk saudara-saudari Melanesia di Papua Barat dan agar mereka diterima sebagai anggota penuh Melanesia Spearhead Group (MSG) pada 2023.

Baca Juga:  Universitas Filipina Akan Menawarkan Kursus Keperawatan di Vanuatu

“Kami ingin merangkul saudara-saudara kami dari Vanuatu dan Fiji di sini di Muanikoso. Kami di sini untuk berbicara kepada anda dan berbagi cerita dengan mereka, sehingga mereka dapat menceritakan kepada anak-anak mereka tentang Papua Barat di masa depan.”

“Ini adalah cerita yang akan terus diceritakan dari generasi ke generasi, karena Papua Barat dipisahkan dari Melanesia selama 60 tahun, namun akhirnya pintu telah terbuka bagi kami untuk kembali masuk.”

“Baru-baru ini, Presiden ULMWP, Benny Wenda sedang melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Fiji.”

“Ketua kami tiba tak lama pergi dan kali ini mereka datang bukan untuk mengulangi apa yang dia dan kelompoknya lakukan, tetapi mereka di sini untuk berterima kasih kepada para pemimpin dan masyarakat atas apa yang telah anda lakukan.”

Baca Juga:  Pemerintah Prancis Mengumumkan Amandemen Konstitusi Untuk Kaledonia Baru

Rumakiek mendesak para pemimpin Melanesia untuk berdiri bersama rakyat Papua Barat yang telah mengalami pelanggaran hak asasi manusia selama bertahun-tahun.

Direktur eksekutif Pacific Islands Association of Non-Governmental Organizations (PIANGO), Emeline Ilolahia, mengatakan bahwa informasi terbaru dari CSO Papua Barat mengenai insiden yang terjadi baru-baru ini di Wamena seharusnya menjadi peringatan bagi semua kelompok hak asasi manusia di wilayah tersebut.

“Ada laporan bahwa sembilan orang tewas dan 17 lainnya tertembak pada tanggal 23 Februari 2023, setelah terjadi konflik antara masyarakat dan pasukan Indonesia, yang diduga kasus penculikan anak,” kata Ilolahia.

“Kasus ini dan kasus-kasus kekejaman masa lalu di Papua Barat seharusnya sangat membebani komunitas Pasifik, terutama karena ada klaim bahwa lebih dari 500.000 penduduk asli Papua telah kehilangan nyawa mereka di bawah pemerintahan Indonesia.”

Baca Juga:  Paus Fransiskus akan Kunjungi PNG pada Agustus 2024

Direktur eksekutif Dewan Layanan Sosial Fiji Vani Catanasiga mengatakan komitmen Perdana Menteri Sitiveni Rabuka untuk mendukung keanggotaan penuh ULMWP di MSG harus dirayakan dan didukung oleh semua orang Fiji.

“Komitmen Perdana Menteri kami dan perubahan efektif dalam posisi pemerintah kami untuk mendukung ULMWP pada dasarnya adalah tentang menyelamatkan nyawa orang Papua, dan menyelamatkan nyawa anggota keluarga Pasifik,” katanya.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat Maunikoso yang telah menjadi tuan rumah acara ini dan menyambut pembicara tamu kami, pak Rumakiek yang telah bekerja untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan untuk perjuangan di wilayah Papua selama beberapa dekade ini.”

Fiji Times mengirimkan pertanyaan ke Kedutaan Besar Indonesia mengenai klaim yang dibuat oleh ULMWP masih belum dijawab.

 

Editor: Elisa Sekenyap
Sumber: Fiji Times

Terkini

Populer Minggu Ini:

ANZ Mengantisipasi Pertumbuhan Populasi Fiji Seiring Melambatnya Migrasi Ke Luar Negeri

0
"Kekhawatiran jangka panjang adalah perlambatan pertumbuhan populasi yang terus-menerus (dari 2,12% selama 1966-1976 menjadi 0,55% selama 2007-17). Jika hal ini terus berlanjut, maka akan menciptakan kekurangan tenaga kerja," tulis mereka.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.