Tanah PapuaMamtaPokja Keselamatan Jurnalis Tanah Papua Terbentuk

Pokja Keselamatan Jurnalis Tanah Papua Terbentuk

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Komunitas pers dan para pemangku kepentingan di Papua mendeklarasikan Kelompok Kerja (Pokja) Keselamatan Jurnalis Tanah Papua. Para deklarator terdiri dari perwakilan organisasi pers, masyarakat adat, Dewan Pers, tokoh agama, dan aparat penegak hukum.

Sasmito Madrim, ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), menyambut baik pembentukan pokja tersebut.

“Ini terobosan yang sangat bagus,” ujarnya di sela-sela Diskusi Kelompok Terarah Wilayah Timur untuk Pemetaan Keselamatan Jurnalis yang digelar AJI dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah setempat di Jayapura, Papua, Sabtu (1/4/2023) lalu.

Baca Juga:  Kepala Suku Abun Menyampaikan Maaf Atas Pernyataannya yang Menyinggung Intelektual Abun

Menurut Asep Setiawan, anggota Dewan Pers yang juga Ketua Komisi Kemitraan dan Infrastruktur Organisasi, adanya pokja ini akan lebih menekankan dan memperkuat upaya untuk menjaga keselamatan insan pers. Tujuannya agar para jurnalis dapat melaksanakan tugas dengan baik dalam rangka membangun kemerdekaan dan demokrasi di Indonesia.

“Dewan Pers berharap tidak ada lagi oknum-oknum yang mengganggu para jurnalis saat melaksanakan tugasnya. Para jurnalis dalam melaksanakan tugasnya dilindungi oleh hukum,” kata Asep.

Wakil ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers itu mengatakan, adanya pokja ini merupakan salah satu kontribusi masyarakat dalam membangun pers di Tanah Papua. Asep berharap, dengan kehadiran pokja tersebut, indeks kemerdekaan pers di Papua akan semakin tinggi.

Baca Juga:  Direpresif Aparat Kepolisian, Sejumlah Massa Aksi di Nabire Terluka

Pokja nantinya juga dapat berbagi pengalaman dan pelatihan dalam kiprahnya mengembangkan profesi di dunia jurnalisme. Asep Setiawan yakin, dengan profesionalisme, jurnalis akan memberikan kontribusi memadai dalam membangun Tanah Papua.

Lucky Ireeuw, ketua AJI Jayapura, mengatakan, keselamatan jurnalis di Papua tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan media setempat, namun melibatkan semua pihak yang terkait. Ia memandang perlunya sinergitas semua pemangku kepentingan.

Baca Juga:  Velix Vernando Wanggai Pimpin Asosiasi Kepala Daerah se-Tanah Papua

Sementara, Eveerth Joumilena, ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Papua, percaya keberadaan pokja akan semakin memotivasi dan mendorong semangat para jurnalis untuk menjalankan tugasnya.

Eveerth berharap tak ada lagi ancaman terhadap profesi jurnalis.

Menurut Meirto Tangkepayung, ketua Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) Papua, sangat menghargai lahirnya pokja ini.

“Pokja ini merupakan wadah setiap organisasi pers di Papua saling bekerja sama memperjuangkan kebebasan pers dan keselamatan jurnalis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujar Meirto.

Sumber: Dewan Pers

Terkini

Populer Minggu Ini:

KPK Menang Kasasi MA, Bupati Mimika Divonis 2 Tahun Penjara

0
“Amar Putusan: Kabul. Terbukti Pasal 3 jo Pasal 18 UU PTPK jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHP. Pidana penjara 2 tahun dan denda Rp200 juta subsidair 2 tahun kurungan,” begitu ditulis di laman resmi Mahkamah Agung.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.