BeritaDemi Perluasan Pekerjaan Tuhan, Sinode GKI Bangun SPBU

Demi Perluasan Pekerjaan Tuhan, Sinode GKI Bangun SPBU

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Ketua Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Skouw, distrik Muara Tami, Jayapura, Papua pada, Senin (1/5/2023).

Pembangunan SPBU GKI tersebut dimulai pembangunannya pada Mei 2022 dan dijalankan oleh PT. Patra Papua Lestari.

Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu mengatakan bahwa kehadiran SPBU adalah merupakan berkat Allah yang disediakan Allah bagi GKI di Tanah Papua, supaya pekerjaan-pekerjaan pelayanan gereja ke depan dapat dilaksanakan.

Pdt. Mofu mengatakan, gereja hadir tidak bersikap apatis saja, tetapi gereja harus melihat juga bagaimana mewartakan dengan cara pandang gereja. Apa yang dihadirkan (SPBU) hari ini merupakan kesaksian gereja bahwa Tuhan yang disembah itu adalah Tuhan besar dan Tuhan yang kaya.

“Jadi jangan sampai gereja dalam pelayanannya dan kesaksiannya memperkecil kebesaran Tuhan itu. Saya sungguh yakin bahwa kita bisa dan dapat mengaktualisasi injil dalam hal-hal yang nyata. Gereja dipanggil untuk mengisi kekosongan ruang dengan berbagai hal yang positif, mengerjakan hal-hal yang baik untuk mendatangkan keadilan, kebenaran dan kesejahteraan.”

Baca Juga:  57 Tahun Freeport Indonesia Berkarya

“Saya percaya dengan hadirnya SPBU ini dan pekerjaan-pekerjaan yang sudah dikerjakan hari ini dan besok terus dikerjakan hendak membangkitkan semangat kita, memastikan kita sebagai gereja bahwa kita bisa dan dapat melakukan hal-hal yang baik untuk perluasan pekerjaan Tuhan,” tukasnya.

Ia juga mengatakan bahwa dengan pembangunan seperti ini, gereja juga tahu mengurus diri dan mengurus hal yang baik.

”Kita selalu suka bersoal, berbicara mengkritik, tetapi tidak memulai dengan hal-hal lain yang perlu untuk kita kerjakan, karena itu saya percaya kita semua bahwa gereja bisa. Hari ini diresmikannya SPBU Patra Papua Lestari menjadi kebangkitan baru bagi kita dalam arah pikir kita, rubah mainset kita, supaya kita dapat mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lain yang berguna dan bermanfaat bagi kehidupan umat,” ujarnya.

Selain SPBU di Skow Pdt. Mofu mengatakan, melalui PT. Serikat Mandiri akan membangun SPBU kedua sesuai rekomendasi yang didapatkan akan dibangun di Sarmi.

Baca Juga:  Masyarakat Tolak Pj Bupati Tambrauw Maju Dalam Pilkada 2024

Ia lalu mengatakan bahwa SPBU tersebut adalah milik GKI di Tanah Papua, oleh sebab itu bagi yang dipercayakan mulai dari komisaris, direktur dan karyawan agar pekerjaan yang dilakukan sebagai pekerjaan bagi Tuhan.

Pembangunan SPBU ini juga merupakan komitmen gereja sebagai kemandirian gereja dalam pelayanan. SPBU ini dapat menjawab kebutuhan gereja dengan tidak hanya mengandalkan persembahan-persembahan umat yang bersifat konvensional, tetapi ini saatnya mengali sumber-sumber inkonvensional yang ada di tingkat sinode, klasis hingga di jemaat-jemaat.

Pengisihan BBM perdana yang dilakukan oleh Ketua Klasis Muara Tami. (Elisa Sekenyap – SP)

“Saya berharap [SPBU] ini menjadi model tetapi juga memberi roh baru untuk pekerjaan-pekerjaan di klasis hingga di jemaat-jemaat untuk berusaha akan sumber-sumber pendapatan inkonvensional dalam rangka mendukung pekerjaan pelayanan.”

Plt. Asisten II Setda Provinsi Papua, Suzana Wanggai yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi Papua mengatakan pembangunan SPBU Sinode GKI ini akan berdampak bagi masyarakat ke dua negara (PNG dan Indonesia) karena berada di wilayah perbatasan.

Mestinya peresmian ini dihadiri oleh gubernur Sandaun PNG, karena mereka juga berencana akan membangun SPBU yang sama di Vanimo. Oleh sebab itu setelah peresmian ini dirinya akan memperkenalkan (Sinode GKI) dengan pejabat gubernur Sandaun untuk tindaklanjutnya.

Baca Juga:  ULMWP Kutuk Penembakan Dua Anak di Intan Jaya

“Untuk silahturami sehingga mereka bisa melihat [SPBU] apa yang kita buat dan mungkin bisa ada kerjasama ke depannya di Vanimo. Karena masyarakat Jayapura berbelanja ke Vanimo, dan merekapun demikian. Kita juga berbelanja untuk konsumsi sendiri, tetapi juga dalam rangka [peningkatan] ekonomi kita.”

“Kita juga tidak bisa menutup mata kita, karena disepanjang jalan di kota Jayapura ini, ada mama-mama, dan anak muda kita yang membuka kafe-kafe dengan produk-produk Papua Niugini. Jadi luar biasa sekali hari ini kita resmikan SPBU ini berdampak luar biasa terhadap pembangunan ekonomi sebagaimana ini adalah amanat Inpres nomor 1 tahun 2021 tentang percepatan pembangunan ekonomi pada kawasan perbatasan di Aru [Kalimantan Barat], Motaain [Nusa Tenggara Timur] dan Skouw di Papua,” pungkasnya.

 

Pewarta: Elisa Sekenyap

Terkini

Populer Minggu Ini:

KPK Menang Kasasi MA, Bupati Mimika Divonis 2 Tahun Penjara

0
“Amar Putusan: Kabul. Terbukti Pasal 3 jo Pasal 18 UU PTPK jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHP. Pidana penjara 2 tahun dan denda Rp200 juta subsidair 2 tahun kurungan,” begitu ditulis di laman resmi Mahkamah Agung.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.