BeritaOlahragaEnggan Hengkang, Anak Intan Jaya Tetap Cinta Persipura

Enggan Hengkang, Anak Intan Jaya Tetap Cinta Persipura

Editor :
Markus You

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Jika pemain seangkatannya kepincut tawaran menggiurkan hingga berlabuh ke sejumlah klub ternama di Liga 1 dan 2, anak asli Intan Jaya ini justru memilih setia bersama Persipura Jayapura.

Meski tim Mutiara Hitam —julukan Persipura— yang dibanggakan sejak ia masih di Enarotali, kabupaten Paniai, harus turun kasta dan kelanjutan kompetisinya belum pasti kapan akan digulirkan, rasa cinta begitu mendalam sulit dilupakan.

Bagi Alfons Migau, tiada lain, kecuali Persipura ada dalam hatinya.

“Saya cinta Persipura. Dulu, dari waktu kecil, saya kagum sama Persipura. Impian sejak kecil saya suatu waktu harus bermain di Persipura sudah terjawab setelah kami selesai PON. Cuma sekarang belum ada informasi kapan kompetisinya dilanjutkan. Kami tetap menunggu. Yang jelas, saya tidak akan keluar. Saya Persipura. Saya tetap di Persipura,” ujar Alfons saat diwawancarai kontributor media ini, Minggu (14/5/2023).

Baca Juga:  Sore Ini di Cilacap, Mutiara Hitam Siap “Tombak” Hiu Selatan

Pinangan dari beberapa klub besar menghampirinya selepas memperkuat tim sepak bola Papua di ajang PON XX tahun 2021. Semua pinangan ia tolak dengan cara halus sebagai pemain profesional. Ini tidak lain sebagai wujud cintanya sama Persipura. Baginya, Persipura adalah awal dan akhir kariernya sebagai pesepakbola.

“Kalau tawaran dari tim lain itu dari lalu ada banyak. Tapi saya tidak mau. Lebih baik saya perkuat Persipura saja. Dan sampai saat ini saya cinta Persipura, walaupun status saya belum jelas. Ya, pastinya akan ada panggilan dari manajemen untuk saya kembali ke tim terbaik ini [Persipura],” kata Alfons.

Di Persipura, Alfons Migau dikontrak satu setengah musim. Kontraknya bersama Persipura berakhir Maret 2023. Meski begitu, ia bersama pemain lain masih setia menunggu kepastian. Jika sudah ada kepastian kompetisi, ia yakin, manajemen akan memanggil untuk bergabung.

Baca Juga:  Skuat Persipura Awali Babak Play-off Degradasi Dengan Berat

Beberapa rekan seperjuangannya di PON XX telah menerima tawaran dari klub lain. Sebut saja Inyoman Ansanay yang kini berkostum PSS Sleman, Samuel Gideon Balinsa di Arema FC. Keduanya akan tampil bersama tim anyarnya di kompetisi Liga 1 musim 2023.

Atau, Ricky Cawor yang dari jauh sebelumnya menerima pinangan Persija Jakarta.

Begitupun pemain lainnya, semisal Jhon Rericnal Pigai, Ari Wakum, Salvador Ayomi, Jefron Sitawa dan beberapa pemain jebolan PON Papua membela Persewar Waropen. Skuat terbaik lainnya sedang memperkuat klub lain di liga domestik.

Alfons Migau tengah ada di Jayapura sekembali dari kabupaten Waropen mengikuti turnamen sepak bola Bupati Cup I. Selasa (9/5/2023), turnamen resmi dibatalkan di babak 16 besar karena faktor keamanan.

Baca Juga:  Ricardo Salampessy Ditunjuk Sebagai Pelatih Kepala Persipura

Seperti sebelum ke Waropen, Alfons mengaku tetap berlatih untuk menjaga kebugaran tubuh. Juga terlibat dalam beberapa laga persahabatan, pertandingan amatir atau sering disebut Tarkam (antarkampung) maupun turnamen lokal mengisi jedah kompetisi Liga 2.

Karena itu, pemain berharap, kompetisi Liga 2 yang dihentikan beberapa waktu lalu segera digulirkan.

Selepas tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, kompetisi Liga 2 memang dihentikan di tengah jalan. Saat itu kompetisinya sudah selesaikan putaran pertama.

Pemain muda berposisi gelandang serang yang namanya melejit di ajang PON XX itu masih menunggu konfirmasi dari manajemen Persipura. Begitu ada kejelasan, ia tak akan kemana-mana. Kecuali tetap bertahan di tim yang dicintainya sepanjang masa: Persipura Jayapura.

Alfons Migau sejak belia rupanya besar bersama Persipura. Proses pembinaan dan karier juniornya berawal dari akademi Persipura. []

Terkini

Populer Minggu Ini:

Pembangunan RS UPT Vertikal Papua Korbankan Hak Warga Konya Terhindar dari...

0
“Penegasan ini disampaikan berdasarkan ketentuan bahwa kawasan resapan air dilarang adanya kegiatan yang berpotensi menimbulkan perubahan lingkungan fisik alami ruang untuk kawasan resapan air dan penggunaan lahan untuk bangunan yang tidak berhubungan dengan konservasi mata air sebagaimana diatur pada Bagian V tentang pengaturan zonasi angka 2 Peraturan Daerah Kota Jayapura nomor 1 tahun 2014,” ujar Gobay.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.