BeritaOlahragaManajer RANS FC Kembali Merumput, Kok Bisa?

Manajer RANS FC Kembali Merumput, Kok Bisa?

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Siapa tidak kenal Hamka Hamzah, mantan pemain Timnas Indonesia. Saat ini menjabat manajer RANS Nusantara FC di kompetisi Liga 1 musim 2023/2024. Buruknya prestasi tim berjuluk “The Prestige Phoenix” di putaran kedua, Hamka Hamzah bahkan menyatakan siap kembali merumput di lapangan hijau.

Pernyataan mantan pemain Persipura Jayapura yang kini berusia 40 tahun itu mengejutkan publik nusantara. Pasalnya, Hamka Hamzah sempat menyatakan pensiun bermain bola setelah mengantar RANS Cilegon FC promosi ke Liga 1 musim 2021/2022. Alasannya, ia kerap cedera ACL hingga berkali-kali operasi. Tercatat lima kali naik meja operasi akibat cedera.

Namun melihat tren negatif yang dialami tim mewah itu, Hamka Hamzah mengaku akan kembali bermain lagi demi membantu terhindari dari ancaman degradasi ke Liga 2 musim 2024/2025.

Pernyataan mengejutkan itu sebagaimana dilansir dari Youtube RANS FC setelah dihajar tanpa ampun oleh Persib Bandung dengan skor telak 0-4 dalam laga pekan ke-27 Liga 1, Minggu (3/3/2024) kemarin.

Baca Juga:  Liga 3 Nasional: 16 Tim Lolos, Termasuk Dua Wakil Papua

Kekalahan ini turut memperpanjang hasil buruk tanpa menang dalam 11 laga terakhir. Karena itulah Hamka Hamzah berencana bermain lagi untuk membantu RANS Nusantara FC tetap bertahan di Liga 1 musim depan.

Dalam video tersebut, tekad dia turun bermain lagi di laga selanjutnya sempat meminta pertimbangan para pemain lainnya.

Manajer RANS Nusantara FC terlebih dulu meminta izin langsung kepada para pemain apakah mereka setuju kalau turun kembali sebagai pemain.

“Saya mau bicara ke teman-teman, apakah kalian setuju saya kembali (jadi pemain)?” tanyanya.

“Hal yang berat bagi saya, saya juga tidak memaksakan bermain,” ujar Hamka.

Lanjutnya, “Kalau kalian setuju, mulai besok saya akan latihan tambahan sendiri.”

Baca Juga:  Bekuk Labura Hebat FC, Persipani Tatap Laga Derby Papua Tengah

Hamka Hamzah memang masih terdaftar sebagai pemain RANS Nusantara FC pada musim 2023-2024. Ia punya nomor punggung 23.

Di awal musim ini, ia mengaku berperan sebagai manager-player. Artinya belum juga gantung sepatu. Posisi manajer belum digantikan. Juga berstatus pemain.

Tugas berat Hamka Hamzah saat ini adalah membangkitkan kembali semangat skuatnya keluar dari zona degradasi.

Beberapa hari lalu Eduardo Almeida dipecat dari kursi pelatih kepala setelah kalah 0-5 dari Dewa United. Posisinya digantikan Francis Wewengkang dengan harapan membawa tim ke posisi aman dari peringkat ke-13 klasemen sementara terpaut 5 poin dari jurang degradasi.

RANS Nusantara FC masih berjuang untuk tetap bertahan di Liga 1. Meski di putaran kedua tampil terseok-seok, jauh penampilannya dibanding selama putaran pertama yang sempat bertengger di papan atas.

Di tangan coach Francis Wewengkang, Hamka memberikan kepercayaan penuh untuk bekerjasama dengan seluruh tim agar memberikan yang terbaik di 6 pertandingan sisa musim ini.

Baca Juga:  Derby Papua Tengah Imbang, Siap Tutup Joker di Match Ketiga

Diketahui, pensiun bermain bola setelah RANS Cilegon FC promosi ke Liga 1 musim 2021/2022 lantaran pemain veteran itu kerap dilanda cedera berkali-kali. RANS Cilegon FC promosi ke Liga 1 setelah di babak semifinal Liga 2 bungkam PSIM dengan skor 3-0 tanpa balas.

Meski memilih “gantung sepatu”, setelah melalui pertimbangan, nama Hamka Hamzah diumumkan dalam daftar 30 pemain RANS Nusantara FC untuk mengarungi Liga 1 musim 2023/2024. Skuat diumumkan melalui Instagram resmi klub, Jumat (1/7/2023) lalu.

Hingga kini, nama dia masih tercatat sebagai pemain di tim super mewah itu. Artinya, selama ini dia berperan ganda di klub sepak bola milik artis Raffi Ahmad. Diketahui, Raffi Ahmad adalah pemilik sekaligus presiden RANS Nusantara FC. []

Terkini

Populer Minggu Ini:

KNPB Gelar Rapim VI, Ini Delapan Poin Keputusannya

0
RAPIMNAS KNPB memandang bahwa Presiden terpilih Prabowo adalah symbol kelanjutkan kekuasaan kolonialisme, kapitalisme dan militerisme di tanah Papua.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.