Tanah PapuaLa PagoWujudkan Pesan Moral Uskup Jayapura, Umat Yogonima Bangun Kesadaran Bersama

Wujudkan Pesan Moral Uskup Jayapura, Umat Yogonima Bangun Kesadaran Bersama

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Umat Katolik kapela Santo Yohanes Yogonima, paroki Kristus Gembala Kita, Pugima, Dekenat Pegunungan Tengah, Keuskupan Jayapura, sangat mendukung pesan-pesan moral dari Mgr. Yanuarius Teofilus Matopai You.

Hal itu diwujudkan umat setempat dengan memasang spanduk di pinggir jalan trans Wamena-Jayapua (Pugima-Itlawisage). Spanduk itu berisi pesan-pesan moral dari Uskup Jayapura.

“Pada bulan Januari lalu, kami bikin kesepakatan bersama untuk tidak jual tanah adat, hutan adat, tidak bikin agen minuman keras (lokal). Terus, Bapa Uskup Jayapura juga sudah keluarkan pesan-pesan moral yang hampir sama. Untuk mendukung itu, kami hari ini pasang spanduk di sini,” kata Pakiat Itlai, ketua kring di kapela Santo Yohanes Yogonima, Minggu (20/8/2023).

Baca Juga:  Pemuda Katolik Papua Tengah Mendukung Aspirasi Umat Keuskupan Jayapura

Diinformasikan, spanduk tersebut dipasang di pertigaan jalan, antara jalan ke arah kampung Sumunikama, jalan masuk Yawitma dan jalan turun ke kampung Yogonima. Orang Muda Katolik (OMK) setempat berperan penting selama dua hari.

“Sebenarnya kami mau pasang kemarin, tetapi tidak ada paku, seng dan tripleks, jadi kami kumpul uang dulu baru beli bahan di kota. Kemarin hujan, jadi hanya pasang tiang saja. Sekarang baru kami selesai pasang semua,” jelas Frengky Hisage, salah satu penggerak OMK.

Weakalok Itlai, tokoh penasehat gereja setempat, ikut mengawal anak-anak muda. Dari awal ia kawal setiap agenda anak muda dengan terus menyemangati semangat mereka saat bekerja.

Baca Juga:  Akhir Pekan Bersama “Perempuan Penyembah Malaikat”

Banyak pihak soroti upaya tersebut dengan alasan bertentangan dengan pemerintah dan Uskup Jayapura.

Tetapi, menurut Meki Hisage, salah seorang yang bertemu Mgr. Matopai dalam kunjungan Kanonik di paroki Pugima, Uskup mendukung pernyataan itu.

“Beberapa hari lalu banyak orang curiga, soroti, bahkan kecam. Mereka pikir kami belum komunikasi. Padahal Bapa Uskup sendiri sudah terima pernyataan resmi kita. Uskup justru bangga karena ada umat yang bisa terjemahkan pesan-pesan moralnya,” kata Meki melalui telepon seluler.

Mengenai adanya foto Uskup Jayapura dalam pernyataan sikap yang beredar, Meki Hisage tegaskan, tidak perlu persoalkan. Sebab hal itu dengan pertimbangan tersendiri dari umat setempat yakni Uskup Jayapura sebagai pimpinan tertinggi gereja lokal.

Baca Juga:  Doa Akbar dan Makan Bersama Ones Pahabol Dihadiri Ribuan Masyarakat Yahukimo

“Tidak salah kita masukan foto Bapa Uskup Jayapura sebagai pimpinan gereja dari semua umat Allah di Keuskupan Jayapura. Fotonya dimasukkan karena kita kutip beberapa pesan moral dari Bapa Uskup. Tujuan kami sama dengan Bapa Uskup, yaitu selamatkan tanah adat dan manusia,” tandasnya.

Pemasangan spanduk dan papan berisi sejumlah pesan moral Uskup Jayapura itu bagian dari bangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga tanah adat, hutan adat dan lainnya sebagai warisan leluhur. []

Terkini

Populer Minggu Ini:

Indonesia Berpotensi Kehilangan Kedaulatan Negara Atas Papua

0
Tindakan bapak Wapres Ma’ruf Amin membicarakan isu penyanderaan pilot Phillip Mark Mehrtenz di Wellington, Selandia Baru, itu tindakan diplomasi yang keliru dan melanggar prinsip-prinsip kepentingan nasional dan kedaulatan negara.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.