Aksi Lilin Mahasiswa Jakarta untuk Korban Berdarah Yahukimo dan Tanah Papua

0
568
Aksi pasang lilin mahasiswa Yahukimo di Jakarta sebagai ungkapan belasungkawa atas rentetan peristiwa berdarah di Tanah Papua, Sabtu (16/9/2023) di Asrama Mahasiswa Yahukimo, di Jakarta. (Supplied for SP)
adv
loading...

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Mahasiswa asal Papua yang mengenyam pendidikan di Jakarta melakukan aksi pasang lilin sebagai bentuk belasungkawa atas konflik bersenjata yang terjadi di tanah Papua, seperti Nduga, Yahukimo, Pegunungn Bintang, Intan Jaya, Maybrat dan beberapa daerah lainnya di tanah Papua di Asrama Yahukimo di Jakarta pada, Sabtu (16/9/2023) .

“Keluarga kami terus korban di Papua. Belum berhenti sampai sekarang, jadi kami pasang lilin sebagai bentuk belasungkawa atas saudara keluarga kami yang sudah korban di tanah Papua,” kata Niko Soll mahasiswa Yahukimo di Jakarta kepada suarapapua.com dari Jakarta.

Ia menilai, aparat Indonesia yang ada di beberapa daerah konflik di Papua telah dan terus  melakukan tindakan represif  terhadap masyarakat hingga menghilangkan nyawa secara paksa.

Baca Juga:  Komite Keselamatan Jurnalis Papua Barat dan PBD Resmi Terbentuk

“Baru -baru ini ada kejadian di Yahukimo. Ini ada yang bilang TPNPB, dan ada yang bilang masyarakat. Bahkan Militer Indonesia gunakan BOM macam perang besar-besaran seperti di timur tengah. Ada lima orang yang meninggal di Yahukimo. Ada apa sebenarnya ini?” kata Soll.

Oleh sebab itu kata Sol pihaknya menggelar aksi bakar lilin di Jakarta sebagai bentuk ucapan belasungkawa atas korban yang terjadi di Yahukimo dan beberapa daerah lain di tanah Papua.

ads

“Contohnya seperti di Yahukimo ada rakyat sipil yang mengungsi. Dari media yang kami ikuti, aparat juga membakar rumah warga, ternak, bahkan ada bayi yang bisa meninggal di posko pengungsian dan lain sebagainya. Sehingga kami mahasiswa Yahukimo dalam aksi lilin belasungkawa ini minta dengan tegas agar hentikan operasi militer di Yahukimo., termasuk operasi militer di daerah lain di tanah Papua,” pungkasnya.

Baca Juga:  LME Digugat Ke Pengadilan Tinggi Inggris Karena Memperdagangkan 'Logam Kotor' Dari Grasberg

Dengan demikian, mahasiswa Yahukimo di Jakarta menyatakan sikap;

  1. Menuntut kepada pemerintah kabupaten Yahukimo dalam hal ini bupati sebagai kepala daerah untuk segera menarik aparat kepolisian dan militer dari Kabupaten Yahukimo.
  2. Menuntut kepada pemerintah pusat untuk segera tarik militer organik dan non organik dari Yahukimo dan tanah Papua.
  3. Meminta kepada pemerintah kabupaten Yahukimo untuk segera hentikkan penyisiran yang dilakukan militer terhadap rumah warga sipil di Yahukimo, karena sangat mengganggu dan menceritakan trauma di kalangan rakyat sipil.
  4. Meminta kepada pihak TNI/Polri untuk segera hentikkan penyisiran di pemukiman warga sipil di Yahukimo.
  5. Pemerintah Yahukimo segera bertanggung jawab atas pengungsian besar-besaran di Yahukimo.
  6. Meminta Kapolda Papua bertanggung jawab atas opini yang ia bangun bahwa pengungsi di Yahukimo cuma 40 keluarga, padahal data yang diperoleh mahasiswa dari lapangan lebih dari apa yang dinyatakan Kapolda.
  7. Kami meminta Komnas HAM untuk segera meninjau dan mengidentifikasi 5 orang korban warga sipil di Yahukimo, Papua Pegunungan.
Baca Juga:  Lima Wartawan Bocor Alus Raih Penghargaan Oktovianus Pogau
Artikel sebelumnyaPemuda Kingmi Imanuel Dekai Diminta Harus Takut Akan Tuhan
Artikel berikutnyaMahasiswa Yahukimo Desak Pemerintah Indonesia Akhiri Konflik Bersenjata di Tanah Papua