Seni & BudayaBudayaTangkal Pengaruh Luar, Budaya Papua Harus Diwariskan kepada Generasi

Tangkal Pengaruh Luar, Budaya Papua Harus Diwariskan kepada Generasi

Editor :
Elisa Sekenyap

SORONG, SUARAPAPUA.com — Pekan seni dan budaya diadakan pemerintah provinsi Papua Barat sebagai wujud kepedulian demi mengembangkan nilai-nilai budaya masyarakat setempat. Kegiatan digelar selama empat hari, 29 November-2 Desember 2023.

Mewakili pemerintah provinsi Papua Barat Daya, George Yarangga, staf ahli gubernur Papua Barat Daya bidang ekonomi, pembangunan dan keuangan, mengatakan, kegiatan pekan seni budaya dapat menjadi wahana untuk menumbuhkan semangat menggali dan melestarikan nilai-nilai budaya yang ada di tengah masyarakat Papua Barat Daya.

“Langkah ini perlu dilakukan agar nilai-nilai budaya positif yang sudah diwariskan oleh para leluhur tidak luntur dan sirna oleh pengaruh budaya luar yang negatif hingga dapat menyebabkan kita kehilangan jadi diri,” ujar Yarangga saat menutup pekan seni dan budaya, Sabtu (2/12/2023).

Baca Juga:  Pimpinan Majelis Rakyat Papua Barat Diminta Segera Dilantik

Kegiatan tersebut bertema “Budaya daerah memperkuat budaya nasional”, dan sub tema “Kain adat sebagai alat pemersatu”.

Dikemukakan, meski Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, Papua juga bersatu dalam multikultural yakni Bhinneka Tunggal Ika.

“Melestarikan budaya bukan berarti menutup diri terhadap perkembangan global, melainkan sebagai sikap untuk kita sebagai pemegang tongkat estafet sebagai amanah generasi terdahulu untuk diteruskan kepada generasi masa kini dan masa akan datang,” tuturnya.

George Yarangga, staf ahli Gubernur Papua Barat Daya bidang ekonomi, pembangunan dan keuangan, saat menyampaikan sambutan penutupan, Sabtu (2/12/2023). (Reiner Brabar – Suara Papua)

Sebagai warga Papua Barat Daya, ia mengajak semua pihak bersyukur kepada Tuhan karena dengan kemajemukan penduduknya, daerah ini menyimpan berbagai potensi budaya yang jika dapat dikemas secara baik akan menjadi aset luar biasa.

Baca Juga:  Perjuangan Mama-mama Papua di Sorong Andalkan Kelapa Muda

“Sebaliknya apabila pembangunan di bidang kebudayaan kurang mendapatkan pembinaan yang memadai dikhawatirkan budaya yang bernilai tinggi itu akan luntur akibat dari pengaruh budaya luar yang dewasa ini leluasa masuk melalui teknologi, informasi dan komunikasi.”

Oleh karena itu, Yarangga berharap, “Upaya penggalian, pengembangan dan pengaktualisasian seni budaya yang dimiliki suku-suku merupakan salah satu metode penangkal yang efektif untuk menjadi filter agar kita tidak kehilangan identitas diri. Upaya ke arah peningkatan seni budaya akan menjadi solusi yang tepat guna mengembangkan budaya di masa mendatang.”

Mengacu pada pasal 32 UUD 1945 tentang kebudayaan, pemerintah Papua Barat Daya melalui instansi terkait berkomitmen tinggi untuk memajukan potensi budaya agar tetap dilestarikan dan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat adat di wilayah Papua Barat Daya.

Baca Juga:  Dewan Adat Segun: Tanah Jangan Dijadikan Lahan Bisnis!

“Ini pertama untuk pertama kali provinsi Papua Barat Daya adakan pekan seni budaya. Kali ini kita cuma hadirkan satu kota, lima kabupaten di Papua Barat Daya. Nanti berikutnya kita undang dari luar Papua Barat Daya,” kata mantan penjabat Walikota Sorong itu.

Nengsi, salah satu pengunjung mengaku sangat kagum dengan berbagai tarian tradisional dan hasil kerajinan tangan dari masyarakat Papua Barat Daya.

“Iya, kagum sekali. Saya lahir dan besar di Sorong, tetapi baru kali ini saya melihat secara langsung masyarakat dari kabupaten Sorong Selatan, Maybrat, Tambrauw, dan lainnya bisa hadir dengan pakaian adat dan menampilkan tarian tradisional,” katanya. []

Terkini

Populer Minggu Ini:

Anggota DPRP Mendukung Upaya Banding Suku Awyu ke PTTUN Manado

0
“Keterangan penggugat bersama sejumlah saksi yang sudah dihadirkan di ruang sidang mengungkapkan banyak fakta di lapangan. Tapi majelis hakim abaikan itu semua hingga memutuskan menolak gugatan marga Woro. Karena itulah ada upaya banding setingkat di atasnya. Upaya banding ini kami sangat mendukung, bila perlu diterima untuk batalkan putusan sebelumnya,” ujar Laurenzus Kadepa.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.