Pergeseran Logistik Pemilu Untuk Kota Sorong Akan Dilakukan Pada H-1

0
171

SORONG, SUARAPAPUA.com— Balthasar Berth Kambuaya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sorong menjelaskan bahwa pergeseran logistik dari pusat gudang ke -10 distrik di Kota Sorong akan dilakukan pada H-1 atau 13 Februari 2024.

Menurut Balthasar, pergeseran logistik dilakukan H-1 karena mengingat akses transportasi dan lainnya di kota Sorong lebih mudah dijangkau daripada wilayah kabupaten. Selain itu, berdasarkan pengalaman Pemilu sebelumnya pergeseran logistik juga dilakukan pada sehari sebelum Pemilu.

“Kami akan melakukan pergeseran logistik pada H-1 atau 13 Februari, sehari sebelum pemilihan. Membaca pengalaman Pemilu sebelumnya pun dilakukan pada H-1. Selain itu,akses wilayah kerja kami tidak serumit kabupaten Sorong yang hari atau pun besok sudah melakukan pergeseran logistik,” jelas Kambuaya saat ditemui suarapapua.com di gudang logistik jalan Arteri, kota Sorong pada, Sabtu (10/2/2024).

Baca Juga:  KPU Yahukimo Gelar Acara Pelepasan Logistik untuk Didistribusikan Ke 51 Distrik

Sementara, kata Kambuaya semua kesiapan untuk menuju Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 14 Februari 2024 sudah mencapai 95 persen. Hanya membutuhkan penambahan pemantapan dan setingan tambahan untuk di luar TPS.

“Per hari ini, H-4, Dalam giat atau persiapan kami KPU Kota Sorong menuju ke hari H. Tahapan yang kami telah laksanakan sudah mencapai 95 persen kami laksanakan.”

ads

Ia menambhakan bahwa semua dokumen, mulai dari lima surat suara yaitu pemilihan dan wakil presiden, surat suara legislatif, surat suara anggota DPRD provinsi, surat suara DPD, dan surat suara anggota DPRD kota sudah lengkap.

Baca Juga:  Forum Peduli Demokrasi Kabupaten Yahukimo Desak Pemilu di Dekai Diulang

Ketika ditanya soal potensi konflik dalam Pemilu, katanya ada potensi ke sana, karena Kota Sorong memiliki jumlah penduduk yang banyak dan kota Sorong mempunyai nilai tersendiri dalam kepentingan politik.

Tetapi katanya secara kelembagaan KPU RI sendiri mempunyai MoU dengan aparat TNI dan Polri, sehingga ia percaya akan ada bekapan dari aparat keamanan dalam sinergitas dan kolaborasi bersama untuk menyukseskan Pemilu ini.

“Kita berkaca pada pengalaman sebelumnya, di mana potensi kerawanan konflik pasti ada. Kita lihat dari estimasi jumlah penduduk dan secara kepentingan,” tukasnya.

Baca Juga:  Peringati Hari Pers Nasional, Pegiat Literasi dan Jurnalis PBD Gelar Deklarasi Pemilu Damai

Sementara itu, mama Martha Dwith, salah satu warga kota Sorong yang merupakan korban penggusuran pasar Boswesen Sorong berharap adar Pemilu 2024 harus dikawal dengan baik. Supaya tidak terjadi money politik dan kecurangan.

Katanya, siapa yang mendapat suara terbanyak adalah pilihan rakyat, bukan siapa yang memiliki uang.

“KPU dan semua perangkat pelaksana Pemilu harus awasi Pemilu tahun 2024 dengan baik, agar berjalan tanpa money politik dan kecurangan. Hal tersebut yang dilakukan dan dibiarkan. Sampai kapan pun pembangunan akan pincang karena pemilihan yang kotor dan busuk,” tegasnya.

Artikel sebelumnyaPeringati Hari Pers Nasional, Pegiat Literasi dan Jurnalis PBD Gelar Deklarasi Pemilu Damai
Artikel berikutnyaDistribusi Logistik Pemilu di Enam Distrik di Tambrauw Akan Menggunakan Helikopter