Alumni dan Mantan Pimpinan Mahasiswa Uncen Harap Tak Ada Pemalangan Kampus di Tahun 2017

0
210

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Alumni Uncen dan mantan pimpinan mahasiswa Universitas Cenderawasih Jayapura berharap agar pimpinan mahasiswa dan mahasiswa Uncen saat ini tidak boleh melakukan pemalangan kampus dan fokus untuk belajar demi masa depan yang lebih baik supaya bisa bersaing di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di Indonesia dan di tingkat ASEAN.

“Kami harap ada perubahan di kampus Uncen. Di tahun baru ini harus ada perubahan nyata yang baru dan tidak perlu bawa tradisi lama untuk melakukan palang-palang kampus untuk menyuarakan aspirasinya. Selalu kacau, palang ini harus diubah,” kata Leo Himan, mantan ketua MPM Uncen kepada wartawan di Abepura pada Senin (9/1/2017)

Kata Leo, pihaknya sebagai alumni dan mantan pimpinan mahasiswa di Uncen meminta agar pihak universitas segera ambil langkah-langkah kongkrit untuk masalah yang selama ini terjadi di Uncen tidak carut marut yang imbasnya berujung pada pemalangan kampus Uncen oleh mahasiswa.

Selin itu, kata dia, pihaknya juga berpesan agar mahasiswa jangan hanya pikir palang dan bikin onar sana-sini tetapi harus belajar yang lebih baik supaya kita bisa bersaing di era MEA ini di ASEAN karena belum tentu kita bisa bersaing di Indonesia dan sekarang sudah MEA.

“Di sinilah kita harapkan supaya adik-adik mahasiswa ini belajar dan tidak melakukan hal-hal yang tidak baik seperti palang-palang kampus,” katanya.

Menurut Leo HIman, Palang kampus itu bagus. Palang itu bagian dari demokrasi untuk menyampaikan aspirasinya sebagai agen kontrol sosial tetapi tidak baiknya kalau palang selalu dilakukan.

“Kami harap angka palang memalang kampus yang sangat tinggi di Uncen ini bisa diturunkan di tahun 2017 ini dan bahkan berharap supaya tidak ada pemalangan agar anak-anak Papua dan orang non Papua yang akan belajar, tinggal dan mati pun di Papua bisa belajar dengan baik,” kata Himan tanpa menyebutkan berapa jumlah pemalangan selama 2016 itu.

Senada dengan itu, mantan wakil ketua BEM Uncen, Maickel Yarisitouw menambahkan, mahasiswa Uncen harus bisa belajar. Walaupun palang adalah bagian dari demokrasi. Tetapi oaling tidak, kata dia, mahasiswa harus juga memperhatikan dan ingat tujuan belajar di Uncen.

“Uncen selama ini menjadi tempat pelampiasan. Ada kasus di Paniai Uncen yang dipalang, ada kasus di Jayapura Uncen yang dipalang, ada insiden atau kasus di Papua yang lain juga Uncen yang dipalang. Kami melihat Uncen menjadi tempat pelampiasan. Itu bagus, tapi harus diingat bahwa belajar jga penting. Dan untuk menyelesaikan masalah ada cara lain selain palang,” katanya.

Selain itu, Doni Gobay, ketua BEM Uncen Jayapura mengataka, dirinya berharap agar lembaga Uncen bisa pertahankan akreditas B yang sudah diraih tahun 2016 dan

Kami berharap kareditas B yang diraih Uncen tahun 2016 bisa dipertahankan atau dapat ditingkatkan menjadi akreditas A dan tingkatkan kualitas kampus agar lebih baik lagi.

“Kami berharap agar semua pimpinan mulai dari pimpinan lembaga Uncen, dosen dan mahasiswa semua mendukung upaya-upaya yang saat ini dilakukan lembaga uncen. Karena saat ini lembaga uncen mulai melakukan pembenahan Uncen dari tingkatan atas sampai bawah. Di tingkatan bawa sudah menjurus kepada bagaimana program studi diperbaiki dan perbaiki akreditasnya,” katanya.

Lanjut Gobay, “Kami berharap agar semua alumni yang ada dapat saling berkoordinasi di tingkat daerah masing-masing. Kami sudah mengetahui di tingkatan fakultas sudah ada alumni yang bekerja tetapi bagaimana kita dapat bersinergi bersama-sama melalui forum pimpinan mahasiswa ini supaya ada wadah alumni bersama,” katanya.

 

Pewarta: Arnold Belau