Turis Jepang Kagum Saksikan Rumah Pohon di Yahukimo

1
0

YAHUKIMO, SUARAPAPUA.com — Rumah pohon di Kabupaten Yahukimo ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara (Wisman). Lima orang Wisman asal Jepang terkagum menyaksikan langsung rumah pohon di Suku Korowai Momuna.

Demianus Wasage, direktur utama Trek Papua Tours and Travel, mengatakan hal itu setelah mendampingi kru salah satu televisi swasta dari Jepang berkunjung ke Yahukimo, tepatnya di Suku Korowai atau Momuna.

“Saya bersama Papua Adventure Tours and Travel ada antar wisatawan asing dari Jepang, kami sudah tiga hari di sini. Sudah berkunjung ke salah satu suku Momuna yang rumahnya di atas pohon. Masyarakat dan kepala suku sambut kami dengan baik,” kata Demianus saat diwawancarai media ini di ruang tunggu bandar udara Nop Golit Dekai, Senin (8/5/2017).

Ia menjelaskan, turis Jepang terkagum dengan rumah pohon yang menurut mereka sangat cocok jika dijadikan sebagai tempat wisata internasional. Sebagai salah satu destinasi wisata, pemerintah daerah perlu siapkan fasilitas bagi wisatawan agar ada income.

“Di Yahukimo ini ke depan banyak yang akan buka mata, khususnya untuk wisatawan asing dari berbagai negara. Jadi, pemerintah melalui Dinas Parawisata harus siapkan hotel, rumah makan dan lain-lain supaya nantinya pendapatan daerah bisa meningkat,” tuturnya.

Tujuan tim turis dari Jepang ke Yahukimo, kata dia, dalam rangka pengambilan gambar tentang budaya. “Ada rencana bikin film tentang budaya. Mereka dengar dan lihat di internet bahwa di Papua ada salah satu suku yang unik sekali yaitu Suku Momuna. Makanya, mereka tertarik untuk datang melakukan video dokumenter,” jelas Wasage.

Dijelaskan, tim berjumlah lima orang ditambah enam orang Indonesia sebagai pengantar. “Dari lima orang Jepang itu salah satunya artis terkaya di Jepang yang datang lihat suku Korowai atau Momuna. Dia bilang, budaya harus tetap dilestarikan karena unik. Dan hutan jangan ditebang. Terus, pemerintah harus siapkan fasilitas untuk wisatawan asing,” ungkapnya.

Ia menyebut nama artis terkaya dari Jepang yaitu Kosono Souga pernah dengar kalau ada salah satu suku unik di Papua yaitu Korowai. Karena itu, mereka datang lihat langsung di Momuna selama tiga hari.

“Hari ini mereka akan berangkat ke Wamena. Wisatawan bersama artis Jepang itu berpesan bahwa, hutan jangan ditebang sembarang, budaya harus menjaga dan dilestarikan. Dia juga ucapkan terimah kasih kepada Suku Momuna yang sudah menyambut tim dengan baik,” katanya.

Selama tiga hari dua malam, lanjut dia, suku Momuna adakan satu acara budaya. Warga juga kenakan pakaian adat kepada tim Jepang. “Turis senang sekali. Mereka berjanji akan populerkan lewat video. Jadi, suku Momuna khususnya rumah pohon ini nantinya akan menjadi tempat wisata bagi turis asing di belahan dunia,” jelas Wasage.

Dari 9 sub suku yang ada di Yahukimo, kata dia, ada daya tarik bagi wisman juga wisatawan domestik (Wisdom). Maka, menurutnya, dibutuhkan pola pariwisata yang berkelanjutan dengan menyediakan akses layanan seperti pelebaran bandara, hotel, rumah makan bagi turis, dan fasilitas lainnya. Kata dia, semua harus dikelola oleh anak asli.

“Dengan pesawat berbadan besar bisa mendarat, wisatawan langsung berkunjung ke sini, tidak melalui Jayapura atau Wamena bahkan Timika. Lebih baik lagi beberapa anak dari Yahukimo harus dikursuskan bahasa Inggris, Jepang, Korea, bila perlu semua bahasa, agar wisatawan asing yang datang tidak membawa orang dari luar,” katanya berharap.

Terkait perjalanan tim Jepang dengan visa wisata, jelas Wasage, mereka akan ada di Indonesia selama 12 hari, di Jayapura suting dua hari dan di Yahukimo bersama suku Momuna selama tiga hari dua malam hari.

“Di Wamena mereka akan tinggal tiga hari dua malam, lalu ke Jayapura dan selanjutnya pulang ke Jepang,” imbuhnya.

Sementara Vian pengantar dari Jakarta, mengaku sangat senang berada bersama warga Momuna. Lagian diterima dengan baik dan kegiatannya berlangsung lancar. Maka, ia ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan kepala suku.

“Saya cuma pengantar sama seperti teman Mike dan Mac. Saya mendapat kesan, di sini budayanya bagus dan unik seperti Momuna. Ya, harus dikembangkan oleh pemerintah daerah. Berharap kedepan bisa lestarikan,” ucap Vian penerjemah bahasa Jepang.

Mike Hesegem, direktur Papua Adventure Tours and Travel yang memiliki wilayah wisata di Kabupaten Yahukimo mengharapkan, pemerintah melalui Dinas Parawisata bisa kembangkan budaya lokal yang ada agar Wisman maupun WIsdom bisa berkunjung ke sini.

“Suku Korowai Momuna itu terkenal di internasional. Rumah pohon dibangun Juni 2016, setelah dibangun baru sembilan bulan, ini pertama kali dikunjungi wisatawan Jepang dengan mengambil video dokumenter yang akan disiarkan di sana,” jelas Mike.

Setelah kunjungan ini, ia yakin akan ada Wisman lain berdatangan. Maka, pemerintah mesti siapkan tempat yang layak. “Kami ingin mempromosi kultur budaya di sini supaya terkenal di dunia. Itu harapan kami,” ucapnya.

Sekali lagi, Mike tegaskan, Papua Adventure Tours and Travel bersama Trek Papua Tours and Travel hanya mau mempromosikan budaya yang ada di Papua khususnya Momuna. “Tidak ada kepentingan yang lain,” ujar Mike.

Untuk diketahui tim asal Jepang, Takasi Toba sebagai produser film dokumenter dan Kosono Souga sebagai pemain utama. Tiga lainnya adalah kameramen dan fotografer. Dari Wamena kru tersebut akan ke Jayapura selanjutnya ke Jakarta dan kembali ke Jepang. Rencananya mereka akan ke Indonesia setelah film dokumenternya ditayangkan di televisi Global Sound and Media (GSM).

 

Pewarta: Ardi Bayage

Editor: Arnold Belau