10 Mama-Mama Papua dari Nabire Akan Dikirim ke BLKI Sorong

0
4140

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan mengirim 10 orang mama-mama Papua untuk ikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Sorong, Papua Barat.

“Pemerintah daerah serius memperhatikan perempuan Papua guna meningkatkan keterampilan mereka melalui pelatihan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi kabupaten Nabire, Yermias Bindosano, Kamis (19/5/2016) di Nabire.

Baca Juga:  Cara WKRI Papua Tengah Rayakan 100 Tahun di Nabire

Menurutnya, peningkatan SDM tersebut bukan hanya melalui pendidikan formal saja, tetapi non formal juga seperti pelatihan. “Untuk itu, pemerintah kabupaten Nabire akan memfasilitasi perempuan Papua untuk mendapatkan pelatihan bagi peningkatan ketrampilan dan pengakuan akan ketrampilan yang dimiliki melalui sertifikasi,” katanya.

Bindosano menjelaskan, warga Papua khususnya Nabire harus siap diberdayakan untuk bersaing, apalagi kita akan memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), sehingga warga Papua khususnya perempuan harus mempersiapkan diri secara baik agar bisa bersaing dengan daerah lain dan warga non Papua.

Baca Juga:  Butuh Koordinasi dan Kerja Kolaborasi Untuk Turunkan Angka Stunting

“Pemerintah daerah nantinya akan mencoba mengaktifkan kembali BLK Nabire untuk mengoptimalkan SDM yang ada di daerah ini, dan intinya memberdayakan perempuan melalui pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan ketrampilannya,” jelas Yermias.

ads

Sementara itu, salah satu tokoh perempuan di Nabire, Ferderika Petege mengatakan, program pemberdayaan perempuan harus didukung karena nantinya dapat meningkatkan ketrampilan yang dimiliki masing-masing perempuan Papua.

Baca Juga:  Sinode GKI Gelar Semiloka Gereja Dalam Keragaman dan Keharmonisan Antar Denominasi di Fakfak

“Untuk kirim 10 orang ke Sorong itu kami minta kepada pemerintah agar rektrut secara transparan, jangan ambil diam-diam lalu dikirim. Supaya adil ambil keterwakilan dari setiap distrik satu orang,” kata Petege.

 

Pewarta: Yohanes Kuayo

Editor: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaLegislator: Penyelesaian Kasus Wamena Wasior Jangan Hanya Jadi Wacana Kejakgung dan Komnas HAM
Artikel berikutnyaAdvokasi Layanan Publik di Jayawijaya Harus Ditingkatkan