Pemkab Mappi Diminta Perhatikan Potensi Sepak Bola Mappi

0
2064

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Berchamas Renold Bapamaimu, kepala Distrik Obaa kabupaten Mappi, Papua, mengungkapkan, sebagai anak asli daerah dirinya merasa terpanggil untuk mengembangkan bakat sepak bola alami yang dimiliki anak-anak di daerahnya dan berharap adanya bantuan dari pemerintah setempat.

“Kami jalan dengan kekurangan yang ada. Karena saya rasa terpanggil melihat ade-ade saya yang latihan (tanpa alat latihan yang memadai dan), tanpa ada perhatian dari pemerintah. Jadi, saya selaku anak asli tanah ini, terpanggil untuk memfasilitasi dan mendorong bakat bakat ade-ade saya dengan mengajarkan mereka berlatih apa adanya,” kata Renol pada akhir pekan kemarin dari Merauke.

Renol mengaku selama ini tak ada perhatian dari pemerintah setempat. Untuk itu, ia meminta Pemkab Mappi dan beberapa pihak yang memiliki kepedulian agar diberikan perhatian untuk memuluskan perjalanan mereka mengharumkan nama daerah di pentas piala bupati Merauke.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Mappi. Karena kami berlatih, bertanding dan apa pun yang kami lakukan, adalah untuk mengharumkan nama kabupaten Mappi, bukan untuk kami pribadi,” katanya.

Lebih jauh Renold menjelaskan, tim asuhannya sudah diboyong dari Mappi ke Merauke untuk mengikuti piala bupati Merauke sekaligus mempromosikan Kabupaten Mappi.

“Perjalanan yang ditempuh pun cukup banyak rintangan dari perjalanan yang jauh hingga harus membayar tempat untuk para pemainnya,” kata Renol.

Selain itu, Kepala Distrik harus mengoceh rupiah dari saku pribadi sebab belum ada dukungan yang pasti dari pihak pemerintah maupun pihak KONI Kabupaten Mappi, walaupun sebatas janji saja yang mereka terima.

“Memang sudah ada tanggapan untuk segera dibantu, tetapi mulai dari keberangkatan sampai kami sudah melakoni pertandingan pertama hingga memasuki pertandingan kedua belum ada tanda-tanda realisasi,” jelasnya.

Kata dia, kalau sekertaris KONI Kabupaten Mappi katakan masih dalam proses. Mudah-mudahan ini bukan hanya pernyataan semata dari pihak pemerintah.

“Kami sangat berharap didukung, tetapi kalau pihak pemerintah tidak mau membantu ya, kami siap jalan dengan kekurangan kami,” ucapnya.

Sementara itu, Luis, tokoh muda Mappi yang juga salah satu pengurus dari tim tersebut mengungkapkan banyak kendala yang dihadapi seperti finansial dan lainnya.

“Kendala utama itu adalah finansial. Sehingga anak-anak tinggal di penampungan yang sederhana, yang 1 kamar menampung lebih dari 8 orang. Dan kamar yang ada hanya 4 kamar dan official beserta pemain semuanya berjumlah 30 orang. Kami juga makan seadanya. Kami butuh perhatian dari pemerintah,” ungkapnya.

Menurut Luis, ada lebih dari tujuh pemain Persimap yang ikut serta. Alasan mereka bergabung karena kurangnya perhatian dan tidak adanya kompetisi di daerah menjadi faktor utama. Kata dia, hal tersebut terjadi karena pemerintah tak serius dalam persiapkan atlit sepak bola.

“Karena selama ini tidak ada kompetisi dan persiapan atlit bola dari pemerintah, mungkin karena mereka belum melihat potensi yang ada. Kita juga tidak tau, padahal ada anggaran APBD dan itu bikin kami juga bingung. Makanya kami di bawah pimpinan bapak distrik yang menginisiatif, membawa untuk mengangkat bakat anak-anak,” paparnya.

Ia berharap pemerintah daerah bisa membantu dalam mensponsori kegiatan sepak bola yang sedang mereka lakoni di Merauke.

“Kami dan bapak distrik sangat berharap dengan bantuan dari Pemda, tetapi kalau tidak bantu, ya kami siap jalan dengan kekurangan yang ada, apapun kami akan lakukan untuk Mappi,” kata Luis.

Pewarta: Dami

Editor: Arnold Belau