Dana Prospek Kabupaten Yahukimo Sudah Dicairkan

0
2804

YAHUKIMO,SUARAPAPUA.com—Pencairan Dana Prospek Tahun 2017, telah dicairkan  tahun 2018. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Kampung (DPMK) Kabupaten Yahukimo Steven Wonda di ruang kerjanya Kamis, (27/09/2018) di Dekai.

“Jumlah anggaran dana propsek tahun 2017 yang dicairkan sebanyak Rp. 99.475.00. dan jumlah dana ini diberikan masing-masing desa,” kata Wonda.

Jumlah dana awal prospek untuk tahun 2017 sebanyak, Rp. 50 Miliar. 431.725.000. Dan yang dilayani pada tahun 2018 sebanyak 51 distrik dan satu lurah. Sedangkan desa, semua jumlah yang dilayani adalah 510 desa.

“510 desa dilayani dari dana prospek, sedangkan tujuh desa tidak dilayani. Karena tujuh desa itu dari dana anggaran pembelanjaan daerah.  jadi prospek tidak dapat dilayani. Nanti dana desa baru, tujuh desa itu bisa dapat dilayani,” jelasnya.

Sesuai dengan perintah gubernur, dana prospek dibagi menjadi tiga bagian yaitu, 50 persen untuk desa-desa, 30 persen untuk pelatihan-pelatihan yang dilakukan di masing-masing kampung atau distrik, dan sedangkan 20 persen untuk ibu-ibu PKK.

“Dari 30 persen ini turun menjadi 28 persen,20 persen turun menjadi 18 persen, sedangkan 50 persen turun menjadi 49 persen. Dan ini bukan dana prospek saja, tapi dana desa juga demikian,” katanya.

Wonda berharap, dengan dana prospek ini, kepala-kepala kampung bisa menggunakan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada di kampung masing-masing.

Sementara itu, Kepala Bank Papua Cabang Dekai, Nikolas Papuko di ruang kerjanya mengatakan, pembayaran dana desa dan dana prospek prinsipnya sama. Bank menunggu dasar rekomendasi yang dikeluarkan oleh Kantor DPMK, dan dengan dasar rekomendasi itu melakukan pembayaran terhadap 510 kampung yang ada di kabupaten Yahukimo.

“Kami pemberkasan dulu, kami cocokkan data-data sebab pengurus dana desa dan dana prospek itu beda. Dan rekening juga beda, pengurus dana prospek adalah kepala kampung dan pokja. Sedangkan pengurus dana desa, adalah kepala kampung dan bendahara sehingga kami juga melakukan pergantian spesimen,” kata Nikolas.

Pelayanan dilakukan dengan aman dan seperti biasa. Dan pihak bank juga mencari cara pelayanan yang baik sehingga tidak terjadi gesekan-gesekan yang terjadi tahun sebelumnya dalam hal ini kejadian-kejadian yang tidak diinginkan oleh masyarakat.

“Walaupun disini sebenarnya ada masalah, yaitu dengan pergantian kepala kampung yang dulu, tetapi kami berusaha untuk merubah. Supaya, masalah itu jangan dibawah ke bank lagi. Karena di bank tugas kami hanya untuk membayar saja, kami tidak mengurus masalah,” pintahnya.

Prospek yang diterima tahun ini diterima oleh masing-masing kepala kampung yang baru dilantik dan kepala kampung yang lama namun tidak dinonaktifkan. Namun, hasil pantauan dari suarapapua.com, para kepala kampung yang baru dilantik, belum memiliki SK.

Pewarta : Ruland Kabak

Editor: Arnold Belau

print