Umat Tuhan Perlu Maknai Natal Membawa Perdamaian

0
5093

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Badan Pengurus Harian (BPH) Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) Di Tanah Papua mengajak umat Tuhan merenungkan Natal sebagai momentum penting membawa misi perdamaian diantara sesama yang lain.

“Pesan dari perayaan Natal harus menjadi sarana mewujudkan perdamaian,” kata Pendeta Simon Hilapok, S.Th, bendahara II BPH Sinode Kingmi, dalam acara peresmian sekaligus natal bersama jemaat Pos Penginjilan (PI) Duta Injil Doyo Baru, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Dua kegiatan tersebut dirayakan pada Selasa (18/12/2018) dengan tema “Menyambut Kelahiran Kristus Sang Pemilik dan Pendamai”.

Pendeta Simon Hilapok dalam kotbahnya menyampaikan, natal adalah perayaan atas kelahiran Yesus yang membawa keselamatan, perdamaian, transformasi, dan pertobatan.

“Yesus lahir di tempat yang hina dengan tujuan untuk mendamaikan kita,” ucapnya.

Ia menghimbau semua untuk melepaskan dendam antar sesama manusia, apalagi pembunuhan.

“Jika ada yang saling benci, dendam, dan sering bertikai, supaya segera saling memaafkan. Supaya damai natal itu bisa tercipta di hati saudara dan saya,” pesan Hilapok.

Ketua Klasis Jayapura, Pendeta Yusak Pekei, dalam sambutannya berpesan agar tidak boleh munculkan perbedaan diantara sesama manusia.

“Gereja Kingmi hadir bukan untuk membeda-bedakan, namun yang berbeda-beda itu agar satukan di dalan Tuhan,” ujarnya.

Pendeta Pekei menambahkan, pelayanan gereja Kingmi di Klasis Jayapura akan terus dikembangkan dari 11 Jemaat yang ada saat ini.

“Jemaat dan Pos PI yang ada ini akan dikembangkan pelayanannya,” kata Pekei.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Yahukimo yang diwakili Ketua DPRD Yahukimo, Maus Asso, mengatakan, gereja dan pemerintah untuk ke depannya tetap kerja sama untuk kepentingan umat atau masyarakat.

Dalam acara yang juga dihadiri anggota DPRD Yahukimo dan anggota DPRP Papua, Asso mengatakan, pemerintah selalu ada bagi semua organisasi entah organisasi gereja, mahasiswa, maupun yang lain-lain.

Pewarta: Ruland Kabak

Editor: Markus You