TPN-PB: Lima Anggota TNI Tewas Dalam Kontak Senjata di Nduga

0
7242
Anggota TPN-PB di Nduga, Papua. (ist)

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Sebby Sambom, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) mengakui, pada tanggal 23 April 2019 terjadi baku tembak antara pihaknya (TPN-PB) dan pihak TNI Polri di distrik Yal Kabupaten Nduga, Papua.

Menurut Sambom dalam kontak senjata itu, dua anggota TNI berstatus wanita tewas dan kontak senjata berlanjut hingga tanggal 24 April 2019 di kampung Neriladobo distrik Nitkuri. Tanggal 24 April, 3 anggota TNI tewas dan 3 lainya mengalami luka-luka.

“Kami juga tembak Helikopter dengan 3 peluru yang mengenai bodinya,” kata Sebby menjelaskan kejadian di lapangan sebagaimana keterangan anggotanya melalui pesan elektronik kepada suarapapua.com, Kamis (25/4/2019).

Sementara keterangan pihak TNI yang dilaporkan Antara bahwa dua anggota TNI mengalami luka tembak saat sedang melakukan pengiriman logistic ke distrik Nirkuri, Nduga pada Rabu.

Salah satunya adalah kru Helly Bell dengan 412 milik Penerbad yakni Serda DK.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara, penembakan itu terjadi sekitar pukul 11.10 WIT yang juga mencederai Prada MZ, anggota Yonif Raider 321/GT.

Insiden penembakan itu berawal saat helicopter milik Penerbad dengan pilot Mayor CPN Agus Falah sedang melakukan pengiriman logistic ke distrik Nirkuri. Namun tiba-tiba sekelompok orang bersnjata menembaki personil hingga mengenai Prada MZ pada bagian kaki kirinya.

Saat hendak mengevakuasi korban MZ, terjadi lagi penembakan hingga mengenai punggung Serda DK.

Kapendam XVII Cenderawasih Kol Inf Muhamad Aidi mengakui adanya penembakan hingga melukai dua anggota TNI.

“Memang benar ada dua anggot TNI yang mengalami luka tembak saat pengiriman logistic atau bahan makanan ke distrik Nirkuri, namun kondisinya stabil dan saat ini masih dalam penanganan tim dokter di RS Mitra Masyarakat Timiki,: kata Aidi.

Editor : Elisa Sekenyap