Mengenal Penyakit Hepatitis

0
4103

Oleh: dr. Xaviera)*

Istilah “Hepatitis” dipakai untuk semua jenis peradangan pada sel hati. Penyakit Hepatitis merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk di Indonesia, pada tahun 2010 ditetapkan tanggal 28 Juli sebagai Hari Hepatitis Sedunia.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI tahun 2013, diperkirakan 10 dari 100 orang Indonesia terinfeksi Hepatitis B atau C. Artinya, ada 28 juta penduduk Indonesia yang terinfeksi Hepatitis B dan C, 14 juta di antaranya berpotensi menjadi stadium kronis, dan 14 juta kasus hepatitis kronis berisiko tinggi untuk menderita kanker hati. Ini menjadikan Indonesia menempati peringkat kedua se-ASEAN dengan jumlah kasus Hepatitis B tertinggi setelah Myanmar.

Kebanyakan orang yang terinfeksi Hepatitis tidak yakin bagaimana mereka bisa mendapat penyakit ini. Ditambah lagi, tidak semua orang terinfeksi penyakit Hepatitis akan memiliki gejala. Biasanya mereka menyadari kondisinya di kemudian hari saat penyakit ini telah jauh berkembang. Sebagian besar kasus Hepatitis didiagnosis saat penderita melakukan pemeriksaan kesehatan berkala.

- Iklan -

Penyebab Hepatitis

Hepatitis bisa disebabkan infeksi (virus, bakteri, parasit), obat-obatan (termasuk obat tradisional), konsumsi alkohol, lemak yang berlebihan dan autoimun.

Jenis Penyakit Hepatitis

Ada 5 jenis hepatitis, yaitu: Hepatitis A, B, C, D, dan E. Dan masing-masing ditularkan oleh virus yang berbeda.

  1. Hepatitis A

Hepatitis A disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis A (HAV). Jenis hepatitis ini paling sering ditularkan melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi feses dari seseorang yang terinfeksi Hepatitis A.

  1. Hepatitis B

Hepatitis B ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh yang menular, seperti darah, cairan vagina, atau air mani, yang mengandung virus Hepatitis B (HBV). Penggunaan narkoba suntikan, jarum bekas tato, berhubungan seks dengan pasangan yang terinfeksi, atau berbagi alat cukur dengan orang yang terinfeksi meningkatkan risiko terkena Hepatitis B.

  1. Hepatitis C

Hepatitis C berasal dari virus hepatitis C (HCV). Penyakit Hepatitis C ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh yang terinfeksi, biasanya melalui penggunaan narkoba suntikan, jarum bekas tato dan kontak seksual. Dapat menyebabkan sirosis dan kanker hati. 

  1. Hepatitis D

Hepatitis D adalah penyakit hati yang jarang ditemukan, namun paling berbahaya, disebabkan oleh virus Hepatitis D (HDV). HDV ditularkan melalui kontak langsung dengan darah yang terinfeksi. Penyakit Hepatitis D adalah bentuk Hepatitis langka yang hanya terjadi bersamaan dengan infeksi Hepatitis B. Virus hepatitis D tidak dapat berkembangbiak tanpa kehadiran hepatitis B. 

  1. Hepatitis E

Hepatitis E adalah penyakit yang ditularkan melalui air yang disebabkan oleh virus hepatitis E (HEV). Hepatitis E terutama ditemukan di daerah dengan sanitasi yang buruk dan biasanya disebabkan air yang tercemar kotoran.

Faktor Risiko Hepatitis

Siapa saja bisa terkena Hepatitis. Namun ada beberapa perilaku yang meningkatkan risiko terhadap virus ini, yaitu:

  • Berbagi jarum dengan orang lain, baik untuk penggunaan obat atau modifikasi tubuh (narkoba suntik, tato atau tindik).
  • Menderita HIV, karena HIV dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh.
  • Melakukan hubungan seks tanpa kondom (baik anal maupun oral).
  • Menggunakan obat-obatan yang merusak hati.
  • Berbagi alat makan dengan penderita hepatitis A dan E.
  • Menggunakan sumber air dan makanan yang terkontaminasi atau tercemar.
  • Melakukan prosedur medis seperti transfusi darah, kemoterapi atau terapi penekan sistem kekebalan tubuh.
  • Penularan dari ibu ke anak.

Gejala Hepatitis

Jika mengidap bentuk infeksi Hepatitis yang kronis, seperti Hepatitis B dan C, mungkin tidak memiliki gejala pada awalnya. Gejala mungkin tidak muncul sampai terjadi kerusakan yang mempengaruhi fungsi hati.

Tanda dan gejala Hepatitis akut dapat berupa:

  1. Kelelahan
  2. Gejala hepatitis mirip flu, misalnya mual, muntah, demam, dan lemas.
  3. Urine berwarna gelap seperti teh.
  4. Feses pucat seperti dempul.
  5. Sakit perut.
  6. Kehilangan nafsu makan.
  7. Penurunan berat badan tanpa alasan.
  8. Kulit dan mata kuning.

Pengobatan dan Pencegahan Hepatitis

Pengobatan Hepatitis biasanya berfokus untuk mengurangi tanda dan gejalanya. Pengobatan ditentukan oleh jenis Hepatitis apa yang diderita dan apakah infeksi itu akut atau kronis.

Anda mungkin harus:

  • Beristirahat cukup karena akan merasa lelah dan sakit dan tidak banyak memiliki energi.
  • Mengatasi mual dengan cara membagi makanan menjadi beberapa porsi kecil dan mengurangi konsumsi lemak.
  • Istirahatkan hati karena mengalami kesulitan dalam menyerap obat dan alkohol. Jangan minum alkohol selama terinfeksi hepatitis.
  • Hindari aktivitas seksual karena bisa menular lewat aktivitas seksual. Gunakan kondom saat melakukan hubungan seksual.
  • Cuci tangan setelah menggunakan toilet karena virus Hepatitis bisa menular dengan mudah dari feses ke tangan atau barang lainnya. Gosok tangan dengan kuat selama minimal 20 detik dan bilas secara menyeluruh, kemudian keringkan tangan dengan tisu.
  • Jangan menyiapkan makanan untuk orang lain selama memiliki infeksi aktif karena bisa dengan mudah menularkan infeksi ke orang lain.

Penyakit Hepatitis adalah infeksi peradangan hati yang disebabkan oleh virus. Menerapkan kebersihan yang baik, termasuk sering mencuci tangan, adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi diri dari Hepatitis.

Komplikasi Hepatitis

Jika dibiarkan tanpa pengobatan, Hepatitis dapat mengakibatkan Sirosis Hati (kerusakan hati permanen), dan pada akhirnya terjadi Gagal Hati. Jika hasil pemeriksaan rutin menunjukkan virus Hepatitis, konsultasikan segera untuk mendapat pengobatan.

Tahap pertama dari kerusakan hati adalah fibrosis, dimana terjadi pengerasan jaringan hati (kerusakan jaringan), sehingga jaringan yang rusak akan menghalangi aliran darah ke hati.. Setelah sekian lama, fibrosis akan berubah menjadi Sirosis Hati, dimana terjadi kerusakan jaringan yang parah pada hati. Bisa diperlukan waktu hingga 20 sampai 30 tahun bagi fibrosis untuk berkembang menjadi Sirosis Hati.

Menurut American College of Gastroenterology, sekitar 20% penderita Hepatitis C kronis akan mengalami Sirosis Hati. Begitu Sirosis terjadi, sekitar 50% pasien akan mengalami komplikasi yang mengancam nyawa dalam 5 sampai 10 tahun berikutnya.

Hepatitis C akan meningkatkan risiko terjadinya Kanker Hati, sehingga dilakukan tes USG hati berkala setiap 6 sampai 12 bulan. Tes ini akan menunjukkan jika ada tumor yang mulai terbentuk. Semakin cepat ditemukan, kanker hati semakin mungkin untuk diobati.

Vaksin

Penggunaan vaksin merupakan kunci penting untuk mencegah Hepatitis. Vaksinasi tersedia untuk mencegah perkembangan Hepatitis A dan B. Para ahli saat ini sedang mengembangkan vaksin terhadap Hepatitis C. Vaksinasi untuk hepatitis E tersedia di Tiongkok.

)* Penulis adalah dokter di Puskesmas Amban, Manokwari, Papua Barat

Print Friendly, PDF & Email