Sekolah Darurat Pengungsi Nduga di Wamena Rusak

0
3132

DEKAI, SUARAPAPUA.com — Bangunan sekolah darurat bagi anak-anak pengungsi Nduga yang dibangun Februari 2019 di halaman Gereja Kingmi Jemaat Weneroma Wamena Kabupaten Jayawijaya mulai mengalami kerusakan.

“Gedung sekolah yang kami bangun Februari 2019 mulai rusak. Gedung sekolah darurat itu akan kami rehap kembali,” ungkap Naman Gwijangge, salah satu anggota Tim Relawan Kemanusiaan untuk Pengungsi Nduga saat dihubungi dari Wamena, Minggu (21/7/2019).

Baca Juga:  Pimpinan Keuskupan Timika: Stop Adu Domba Masyarakat Demi Tujuan Tertentu!

Kata Gwijangge, sekolah darurat yang berdindingkan terpal dan papan yang telah bertahan empat bulan sejak Februari-Mei 2019 itu akan dibangun kembali oleh tim relawan yang didukung oleh masyarakat, tokoh gereja dan lembaga-lembaga yang terus memberikan dukungan selama ini.

“Kami akan bangun kembali karena konflik antara TNI/Polri dan TPNPB terus berlanjut di Nduga, sementara anak-anak tetap minta belajar karena mereka tidak mungkin kembali ke Nduga yang terus konflik,” katanya.

Baca Juga:  Ancaman Pada Bumi Tinggi Akibat Investasi, Aries Ap Ajak Tanam Pohon Bersama

Ia mengatakan, anak-anak pengungsi yang di Wamena tidak mau kembali ke Nduga, karena di kampung-kampung mereka di Nduga masih terus terjadi konflik.

ads

Untuk pembangunan gedung darurat kata Gwijangge, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Nduga dan sejumlah tokoh gereja.

“Anak-anak sekolah beberapa kali tanya kami kapan sekolah bisa dibangun lagi.”

Baca Juga:  Theys Adalah Pejuang, Pemindahan Makam Harus Mendapat Persetujuan Rakyat Papua

Ence Floriano, Ketua Tim Relawan Pengungsi Nduga mengakui bahwa pihaknya sedang berupaya untuk membangun kembali sekolah darurat, karena dinding terpal dan tiang-tiang lain sudah mulai rusak.

Pewarta : Ruland Kabak

Editor      : Elisa Sekenyap

Artikel sebelumnyaSetidaknya 139 Meninggal di Kamp-Kamp Pengungsian di Papua
Artikel berikutnyaMedia Massa Diajak Tak Diskriminatif Terhadap ODHA