Direktur RSUD Paniai: Ada Korban Tapi Kami Belum Bisa Buka Data ke Publik

0
152

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Direktur Rumah Sakit Daerah (RSUD) Madi, Paniai, dr. Agus mengakui bahwa ada korban luka-luka tembak dari insiden Deiyai, serta ada beberapa orang yang dibawah ke rumah sakit dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Dokter Agus menjelaskan, bahwa penanganan terhadap korban luka-luka yang dibawah ke RSUD Paniai sudah ditangani pihak rumah sakit.

“Kalau penanganan sudah ditangani,” jelasnya kepada suarapapua.com saat dihubungi lewat telepon genggamnya dari Jayapura, Minggu (1/9/2019).

Suara Papua menanyakan jumlah korban luka-luka maupun yang dibawah ke rumah sakit dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

- Iklan -

“Kalau untuk itu (data jumlah korban) minta maaf pak. Ini kan kita tangani korban kerusuhan di Deiyai tanggal 28 yang dirawat di RSUD Paniai. Data (korban luka dan meninggal) atas perintah pak Bupati Paniai kami tidak bisa langsung bagi kepada Bapak (Suara Papua). Karena data itu semua sudah diserahkan kepada pak bupati Paniai,” jelasnya menerangkan.

Dokter Agus, terkait data resmi dari rumah sakit, meminta Suara Papua untuk konferensi pers Pak Bupati  Deiyai lewat Posko Krisis Center Kab Deiyai terdiri dari BPBD dan Dinas Kesehatan.

Baca Juga: Himbauan Umum KNPB: Musuh Kita Bukan Orang Non Papua

Saat disinggung tentang korban yang meninggal, Agus menjelaskan bahwa semua yang dibawah dalam keadaan sudah meninggal.

“Tidak ada yang dirawat lalu meninggal. Semua yang dirawat dalam keadaan stabil. Kalau yang diantar dalam keadaan meninggal memang ada beberapa. Dan sampai saat ini masih ada yang masih dirawat,” jelasnya.

Baca Juga: Polda Papua Tetapkan 28 Tersangka Kerusuhan Jayapura

Pastor Santon Tekege, Pr, pastor di paroki St. Yusuf Enarotali mengatakan ada 16 warga korban luka-luka tembak dirawat di RSUD Madi, Paniai. Namun, 10 pasien sudah dibawah ke Polres untuk diperiksa. Untuk korban yang meninggal, ia menghakui bahwa ada.

 Sementara itu, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Paniai, AKBP Abdullah Wakhid Prio Utomo saat dikonfirmasi media ini membenarkan bahwa 10 orang sudah dibawah ke Polres untuk dimintai keterangan.

“Baru 10 (orang) setelah dinyatakan sehat oleh dokter. 6 masih dirawat. Dan mereka dibawah ke Polres untuk dimintai keterangan,” katanya menjawab pertanyaan Suara Papua.

Pewarta: Arnold Belau

Print Friendly, PDF & Email