Lakotani: Papua Barat Provinsi Termiskin, Tapi Masyarakat Tidak Lapar

0
102

MANOKWARI, SUARPAPUA.com — Wakil Gubernur Papua Barat, Muhamad Lakotani, mengatakan, berdasarkan data statistik, Papua Barat jadi provinsi termiskin ke33 dari 34 provinsi di Indonesia.

Namun pada kenyataannya masyarakat Papua Barat tidak ada yang kelaparan. Hal ini disampaikan Lakatoni, saat menyampaikan materi tentang pertumbuhan ekonomi Papua Barat terhadap nasional yang diselenggarakan kementerian pertahanan Negara.  di swissbell Hotel Manokwari, Kamis, (7/11/2019).

“Di papua barat tidak ada yang kelaparan apalagi kena kasus busung lapar,” kata ungkapnya.

Secara nasional, Papua Barat dikatakan berada pada angka termiskin berdasarkan ukuran indikator-indikator yang digunakan untuk mengukur indeks pembangunan manusia.

“Walaupun kita punya dana Otsus, punya Tambang Freeport, punya LNG Tangguh, kenapa itu susah untuk mendongkrak pembangunan kita dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah indikator yang digunakan dalam mengukur IPM bukan soal tingkat pendapatan, namun akses infrastruktur yang menghubungkan kabupaten kota belum cukup memadai. Sehingga minim akses untuk mendongkrak pembangunan manusia dari segi kesejahteraan pembangunan ekonomi.

“Contoh kita membeli semen satu sak Rp. 70 ribu sebanyak 10 sak total Rp. 700 ribu, biaya  angkut yang dikeluarkan ke pegunungan Arfak bisa mencapai lima jutaan. Itu menggambarkan biaya transportasi lebih besar dari pada harga barang,” jelasnya.

Penilaian semacam ini yang menyebabkan angka pendidikan partisipasi dan putus sekolah cukup tinggi. Selain itu, ia juga mencontohkan angka peningkatan dan penurunan anak sekolah.

“Ketika selesai SD, partisipasi sekolah tinggi lanjut ke SMP dan SMA mulai berkurang, lanjut ke Perguruan Tinggi berkurang lagi lebih jauh,” ujarnya.

Lakatoni menambahkan,  Papua Barat dikatakan Provinsi termiskin, salah satu penyebabnya adalah ketertinggalan pembangunan manusia dan akses infrastruktur yang kemudian berdampak pada keterlambatan pembangunan ekonomi dan juga indeks pembangunan manusia di Papua Barat masih minim.

Pewarta      : SP-CR14

Editor          : Arnold Belau

Print Friendly, PDF & Email