PLI akan Bangun Kampus Standar Internasional

0
134

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Samuel Tabuni, direktur Papua Language Institute (PLI) mengemukakan rencana mendirikan kampus berstandar internasional di Jayapura, Papua, akan dimulai akhir tahun ini.

Samuel Tabuni, direktur PLI, mengatakan, rencana pembangunan kampus taraf internasional yang dirancang berpola asrama di Jayapura itu akan segera diawali dengan kegiatan peletakan batu pertama.

“Kami dari Yayasan sekarang ini sedang tahap persiapan. Targetnya pada bulan Desember 2019, kami akan adakan acara peletakan batu pertama untuk memulai kegiatan pembangunan kampus,” jelasnya kepada suarapapua.com di Waena, Kota Jayapura, Kamis (7/11/2019).

Ia berharap, impian lama yang diidam-idamkan itu dapat terlaksana dengan baik demi mewujudkan tujuan utama pengembangan sumberdaya manusia (SDM) di Tanah Papua.

- Iklan -

Ketika ditanya tentang tenaga pengajar, Samuel sebutkan beberapa langkah sedang ditempuh. “Ya, sedang diupayakan untuk kerja sama dengan beberapa universitas, supaya dosennya bisa mengajar di kampus kami,” katanya.

Samuel menjelaskan, progam pendirian universitas yang sedang dirancangnya akan dilengkapi asrama dan diberlakukan Bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari.

“Untuk itulah kami sedang rekrut banyak dosen dari luar negeri. Kami juga akan membangun sistem universitas dengan beberapa negara untuk back-up semua jurusan yang kami buka nanti.”

Selain itu, Samuel juga sedang menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) orang asli Papua.

“Tujuannya, tentu saja agar kampus yang akan kami bangun itu dapat dikelola oleh OAP sendiri,” ucapnya mantap.

Untuk menjawab hal itu, kata dia, PLI melakukan beberapa terobosan, salah satunya mengirim para pelajar ke luar negeri.

“Kemarin saya kirim anak-anak ke luar negeri itu tujuannya supaya setelah mereka selesai studi, bisa kembali untuk kelola kampus kami,” kata Samuel.

Tabuni mengaku memberi perhatian serius pada pendidikan demi SDM Papua di masa mendatang dengan menghadirkan kampus berstandar internasional.

“Alasannya jelas, pendidikan merupakan hak hidup yang paling mendasar bagi setiap orang. Itulah sebabnya, kami dari PLI akan terus berusaha untuk mengirim anak-anak Papua ke luar negeri seperti Rusia setelah sudah ada kerja sama,” jelasnya.

Berbagai tahapan dalam pendirian kampus tersebut, imbuh Samuel, tentu tetap mengacu pada aturan yang diberlakukan negara melalui Kementerian di Jakarta.

“Kami pasti patuhi aturan pendirian sebuah lembaga pendidikan,” ujarnya. (Adv)

Pewarta: Ardi Bayage
Editor: Markus You

Print Friendly, PDF & Email