IPPP-MK Siap Bantu Pemkab. Paniai Majukan Pendidikan

0
1212

PANIAI, SUARAPAPUA.com — Ikatan Peduli Pendidikan Paniai Mahasiswa Keguruan (IPPP-MK) se-Indonesia menyatakan siap membantu pemerintah kabupaten Paniai majukan pendidikan di daerah tersebut.

Otniel Kobepa, ketua IPPP-MK se-Indonesia selaku pendiri, mengaku dirikan ikatan tersebut karena prihatin dengan kondisi pendidikan di Paniai yang dinilainya tidak dijalankan baik.

“Visi kami ‘memajukan Pendidikan’, karenanya lewat ikatan ini, kami sekarang siap bantu Pemda majukan pendidikan di Paniai. Banyak agenda sudah kami siapkan,” kata dia kepada suarapapua.com, Minggu (19/1/2020), di Enarotali.

Dikatakan, banyak masalah pihaknya temukan ketika awal tahun 2019 lakukan sosialisasi (kampanye) tentang pentingnya pendidikan di seluruh sekolah di Paniai, dari SD hingga perguruan tinggi.

Baca Juga:  Seorang Fotografer Asal Rusia Ditangkap Apkam di Paniai

“Seperti ada salah satu SD (sekolah dasar) di distrik Yagai, sudah tumbuh rumput dalam gedung sekolah. Masyarakat disitu bilang bisa begitu karena sekolah itu sudah ditutup. Tidak ada guru. Ada hanya kepala sekolah,” ujarnya.

ads

Kondisi itu, lanjutnya, ditemukan hampir di semua sekolah. Sehingga pihaknya ketika itu menyimpulkan pendidikan di Paniai, gawat.

“Semua itu penyebabnya guru. Karena guru-guru yang ada pun, guru sukarela. Tidak ada guru kontrak (dari Pemda). Fasilitas juga begitu, hampir semua tidak ada. Itu jangankan di kampung-kampung, di kota saja ada beberapa sekolah yang begitu,” ucapnya.

Baca Juga:  KKB Minta Komisi Tinggi HAM Investigasi Kasus Penyiksaan OAP

Sehingga untuk membenahinya, kembali Kobapa katakan, pihaknya siap membantu Pemkab. Paniai dalam hal mendata persoalan dan turun kampanye lagi terkait pentingnya pendidikan di seluruh sekolah seperti yang pernah dilakukan.

“Sudah kami ketemu Bupati beberapa hari lalu. Bupati bilang siap kerja sama. Pertama sosialisasi yang akan kami lakukan bersama Bupati. Nanti sosialisasinya selama enam bulan dari bulan (Januari) ini. Tapi tanggal berapa mulai belum tahu. Sekarang kami lagi tunggu jadwal dari Bupati,” terangnya.

Baca Juga:  Heboh! Banyak Bangkai Babi di Mimika Dibuang ke Aliran Sungai

Namun terkait kampanye pendidikan, Agus Kadepa, pendiri kelompok belajar Ayago di desa Tuguwai, katakan sangat keliru. Menurutnya, yang harus dilakukan sekarang adalah membenahi kinerja Dinas Pendidikan, dalam hal mengatur sistim, taktik dan strategi memajukan pendidikan.

“Kampanye untuk apa. Kesadaran pendidikan untuk orang Paniai sudah maju. Buktinya banyak orang sarjana sampai doktor bahkan pilot. Yang perlu itu, atur strategi dan taktik majukan pendidikan di Dinas P&P yang dibenahi dulu. Itu baru bisa,” tukasnya.

Pewarta: Stevanus Yogi

Artikel sebelumnyaAnggota Parlemen Bougainville Dukung Perubahan Konstitusi
Artikel berikutnyaIbu Kota Tambrauw Dipindahkan, Masyarakat Mengaku Sulit Dapat Pelayanan Publik