KNPB: Semua Pihak di Tanah Papua Segera Bersatu dan Lawan Covid-19

0
2051

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Komite Nasional Papua Barat (KNPB) meminta semua pihak di Tanah Papua segera bersatu dan bekerja sama untuk melawan Virus Corona (Covid-19).  

Hal ini disampaikan Warpo Sampari Wetipo, Ketua I KNPB Pusat, Senin (16/3/2020), di Jayapura.

“Demi kemanusiaan, KNPB menyerukan kepada semua pihak segera bersatu dan bekerja sama untuk melawan Virus Corona atau Covid-19. Bila kita semua sayang nyawa, maka masing-masing berperan aktif dan bertanggungjawab penuh untuk lawan Virus Corona. Hal ini harus membuktikan, bukan hanya bicara waspada dan antisipasi di mana-mana,” ujar Wetipo.

Warpo bilang sekarang ini adalah waktu yang tepat dan normal untuk semua pihak bersatu dan tutup semua akses masuknya Covid-19 di West Papua. Karena, virus ini tidak memandang bulu, ras dan usia. Untuk itu, harus ada upaya keras demi selamatkan rakyat West Papua.

“Semua lembaga pemerintah Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif segera mengambil langkah konkrit untuk sikapi cepat dan tepat sasaran demi keselamatan nyawa kita semua,” katanya.

ads

Menurut Wetipo, selain meminta semua orang yang ada di West Papua untuk berhati-hati, pengambil kebijakan di Tanah Papua bersama MRP, akademisi, LSM, aktivis HAM, Adat, Gereja, pemuda dan mahasiswa harus kerja sama.

Baca Juga:  Festival Angkat Sampah di Lembah Emereuw, Bentuk Kritik Terhadap Pemerintah

“Nyawa manusia harus kita lindungi dan segera diselamatkan dari ancaman Corona. Kalau dibiarkan, maka orang asli papua yang jumlahnya makin kurang karena dapat tembak dan lain-lain akan habis juga oleh Covid-19,” ujarnya.

Untuk sikapi dan hadapi Covid-19, KNPB sarankan, pertama, pemerintah melalui dinas terkait segera siapkan obat anti virus sebagai alternatif dan segera umumkan, kemudian siapkan pula ruang atau lokasi alternatif yang tepat bagi penderita virus Corona.

Kedua, segera tutup sementara waktu, pelabuhan laut, bandar udara, dan daerah perbatasan.

Ketiga, segera batalkan PON XX 2020 di Tanah Papua dan menjadi PON XX 2025, demi Keselamatan nyawa manusia. Karena nyawa manusia Papua lebih penting dari pada pesta PON XX Papua 2020 ini.

Keempat, bila ketiga poin diatas tidak sikapi serius dan terkesan hanya wacana dan sebatas membangun opini internasional, nasional, regional, dan lokal West Papua, maka Covid-19 dianggap hanyalah Hoax, propaganda kapitalisme global dan kolonialisme Indonesia untuk mengalihkan isu dari Papua Merdeka, perang TPNPB.OPM versus TNI/Polri tutup PT. Freeport McMoRan dan tutup informasi aktual dari pandangan kunjungan turis dan wartawan asing masuk meliput berita PON XX Papua 2020.

Baca Juga:  Freeport Indonesia Dukung Asosiasi Wartawan Papua Gelar Pelatihan Pengelolaan Media

“Jadi harapan kami rakyat Papua Barat dari Sorong sampai Almasuh tidaklah cemas dan takut. Tetapi tetap tenang dan fokus berdoa untuk mendukung penuh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB – OPM) yang sedang perang di areal dapur dunia – PT. Freeport McMoran, sambil melakukan aktivitas seperti biasa,” imbuhnya.

Kata dia, jika pemerintah mengabaikan saran tersebut, maka KNPB akan menganggap isu Virus Corono sebagai Hoax untuk mengalihkan isu perjuangan Papua Merdeka di dunia internasional.

“Jadi rakyat tertindas West Papua tidak tertipu oleh para Intelligence Central Agency (CIA), yang selalu bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) terutama di Indonesia dan tanah air Papua Barat, tetapi harap fokus dan wajib mendukung perang ideologi yang sedang diperjuangkan dan dipertahankan oleh TPNPB-OPM versus TNI/Polri di areal AREA dapur dunia – PT. Freeport McMoran tersebut,” tegas KNPB.

Sementara itu, Jubir Internasional KNPB, Victor Yeimo menyatakan, jalur masuk darat, laut, udara ke Papua yang masih terbuka membawa Corona masuk harus ditutup. Sebab, kata dia, keselamatan nyawa manusia lebih penting, PON atau Pemda di Tanah Papua yang tentukan.

Baca Juga:  Media Sangat Penting, Beginilah Tembakan Pertama Asosiasi Wartawan Papua

“Kalau mau selamat segera baku kastau turun aksi tutup bandara dan pelabuhan. Mau OAP, non Papua, TNI/Polri, KNPB, OPM, Barisan Merah Putih, relawan PON, ASN, petani, pedagang, mahasiswa, oelajar, Kristen, Muslim, semua-semua mesti turun lumpuhkan bandar udara dan pelabuhan laut yang masih buka. Ini ancaman nyawa bersama. Perang bersama umat manusia di Papua,” tegasnya.

Yeimo juga menegaskan agar blokade pelabuhan laut dan udara untuk selamatkan manusia di Tanah Papua.

“Save Our Souls (SOS) segera! Kalau tidak mau tutup, segera lumpuhkan setiap bandara dan dermaga untuk batasi Covid-19. Bila tidak, mari pasang spanduk “Selamat datang Covid-19 di Papua”. Hadapi dan biarkan jiwa-jiwa mati terkapar dimana-mana. Lalu relawan PON akan jadi relawan duka! Karena NKRI sibuk proteksi Freeport dari pada OAP,” tegasnya lagi.

Sementara itu, dikutip dari kantor berita Antara Papua, diketahui ada pasien positif virus Corona yang dirawat di RSUD Jayapura.

“Benar kami ada pasien baru yang positif Corona. Sementara sedang dirawat di ruang isolasi yang disiapkan oleh pemerintah,” kata Aloysius Giyai, direktur RSUD Jayapura.

Pewarta: Ardi Bayage
Editor: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaUncen Berdarah 16 Maret 2006
Artikel berikutnyaGuru Menjadi Tiang Penyangga Utama Pendidikan Tanah Papua