Kelompok Cipayung di Wamena Dukung Pemkab Cegah Covid19

0
1326

WAMENA, SUARAPAPUA.com— Kelompok Cipayung di Wamena yang terdiri dari Gabungan Mahasiswa Kriten Indonesia, (GMKI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI) Cabang Jayawijaya memberikan dukungan langkah pemerintah untuk melakukan pencegahan Covid19. 

Selain itu kelompok Cipayung di Wamena menyatakan siap membantu pemkab untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Wamena.  

Baca Juga: Akses Transportasi di Lapago dan Meepago Ditutup

Ketua GMKI, Mustinus Tabuni mengatakan pihaknya siap mendukung kebijakan pemkba Jayawijaya, dalam hal ini dinas Kesehata Jayawijaya. Karena penanganan corona ini adalah masalah kemanusiaan. GMKI siap untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk menyelamatkan mereka agar bisa mencegah virus corona.

Baca Juga:  Bappilu Partai Demokrat Provinsi PP Resmi Gelar Pleno Penutupan Pendaftaran Cagub dan Cabup

“Kami akan membantu pemerintah untuk melakukan sosialisasikan pencegahan virus Corona ini kepada masyarakat. Kami juga dukung program pencegahan yang dilakukan pemerinta daerah, sebelum virus ini masuk ke jayawijaya,” ungkapnya Senin (23/3/2020) kemarin.

ads

Baca Juga: Mendagri Tidak Setuju Keputusan Bersama Forkompimda Papua

 Sementra itu,  Ketua HMI Cabang Jayawijaya, Adi Irawan menambahkan, pihaknya akan melakukan pertemua dengan pihak terkait lebih dulu. Setelah itu akan turun ke jalan guna memberikan edukasi kepada masyarakat guna mencegah peredaran Covid 19

“Mungkin setelah melakukan pertemuan ini kami akan melakukan pelatihan -pelatihan kepada masyarakat bagaimana penanganan awal dalm pencegahan bila mana virus ini masuk ke pegunungan tengah Papua karena pengetahuan masyarakat ini masih minim,” jelas Ade Irawan menambahkan.

Baca Juga:  10 Nakes Mimika Ikuti Konferensi Internasional Neurovaskular

Ia juga bilan, Cipayung di Wamena siap memberikan dukungan kepada pemerintah daerah untuk melakukan pencegahan covid19.

“Kita lihat kultur dan Budaya yang ada di kampung ini sangat berbeda dengan daerah lain , dan disini lebih kental dengan jiwa sosial seperti bersalaman, sapa setiap bertemu dengan siapapun baik yang sudah dikenal lama dan yang baru dikenal sehingga penyebaran virus ini bisa menjadi cepat karena didukung juga dengan iklim yang ada,” beber  Ade

Baca Juga: Lukas Enembe: Papua Tidak Lockdown, Hanya Pembatasan Sosial

Baca Juga:  Sebanyak 127 Peserta Memulai Program Pelatihan di Institut Pertambangan Nemangkawi

Mewakili Ketua PMKRI,  Fredi Walilo bilang, pada prinsipnya hasil diskusi hari ini akan ditndaklanjuti dengan melakukan pelatihan khusus untuk pencegahan virus corona. Ini supaya Cipayung bisa turun kelapangan dan memberikan sosialisasi yang benar dan menyelamatkan masyarakat agar virus ini tak tersebar luar.

“Jayawijaya merupakan Central di antara banyak kabupaten pemekaran. Tapi kenyataannya di lapangan ada masyarakat yang sudah mengerti dan ada yang belum mengerti. Jadi kami ingin menyampaikan kepada masyarakat di Kota dan di Kampung agar diteruskan kemasyarakat yang lainnya dan juga bisa memahami lebih dulu,” bebernya.

Pewarta: Onoy Lokobal

Editor: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaJurnalis Asing Liput Papua, Situs Siluman, Visa dan Clearing House (Bagian 2)
Artikel berikutnyaDi Wamena, Satu orang PDP dan 10 Orang ODP Covid19