PasifikPM: Saya Minta Maaf Atas Keterlambatan Pembayaran Gaji Petugas Kesehatan

PM: Saya Minta Maaf Atas Keterlambatan Pembayaran Gaji Petugas Kesehatan

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Perdana Menteri Papua New Guinea, James Marape telah meminta maaf kepada para pekerja di fasilitas kesehatan yang dikelola gereja untuk empat bulan terakhir yang tidak membayarkan gaji mereka.

Saat ini kata Marape sebagaimana dilansir dari The National PNG, pihaknya telah  mengalokasikan dana sebesar K20 juta dengan tujuan untuk membayarkan gaji mereka.

“Saya tahu bahwa K20 juta telah diberikan untuk membayar penyedia Layanan Kesehatan Gereja (CHS). Saya minta maaf jika butuh waktu untuk menyelesaikannya,” kata Marape.

Baca Juga:  Dewan Gereja Pasifik Minta Dukungan Doa dan Solidaritas Rakyat Kanak Hadapi Tangan Besi Prancis

Namun demikian, Kepala Eksekutif CHS, Ulch Tapia mengakui cek untuk K20 juta itu diberikan kepada gereja Jumat lalu, mereka diminta untuk menyetornya kemarin.

“Kami disarankan untuk menyetor cek hari ini (kemarin) dan berharap cek akan selesai hari ini atau Senin karena cek sering tertolak,” kata Tapia.

“Dan ini hanya untuk bulan Maret. Dana selama tiga bulan (Mei hingga Juli) masih belum terjawab.”

Baca Juga:  Presiden Prancis: Perdamaian, Ketenangan dan Keamanan di Kaledonia Baru Adalah Menjadi Prioritas

CHS akan mendapatkan K 7.9 juta sementara Layanan Kesehatan Gereja Katolik (CCHS) mendapatkan K 12.1 juta dari K 20 mil.

Banyak fasilitas kesehatan di seluruh negeri yang dikelola oleh gereja telah ditutup atau dikurangi layanan yang berjumlah ratusan, terutama di daerah pedesaan di seluruh negeri yang bergantung pada mereka.

Tapia mengatakan mereka akan melanjutkan penutupan atau mengurangi layanan sampai pemerintah menyelesaikan jumlah utang secarah penuh kepada petugas mulai dari Februari hingga Juni 2020.

Baca Juga:  FLNKS Menegaskan Kepada Presiden Macron Tentang Tekad Mereka Untuk Merdeka Dari Prancis

Jika ditotalkan, jumlahnya mencapai sekitar K 60 juta.

Uskup Agung Madang Anton Bal mengatakan, pemerintah seharusnya tidak mengabaikan petugas kesehatan.

Sumber: The Nationa PNG

Terkini

Populer Minggu Ini:

TPNPB Mengaku Telah Eksekusi Satu Anggota TNI di Sinak

0
“TPNPB menyampaikan kepada Panglima TNI untuk tidak melakukan penyisiran dan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga sipil dalam melakukan serangan balasan. Kami prinsipnya siap hadapi serangan balasan dari Militer Indonesia. Permintaan kami, harus menjamin hak-hak warga sipil yang berada di Sinak,” kata Sebby.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.