Yolanda Yesnath Ajak OAP Berwirausaha

0
1016
Foto bersama usai kegiatan sosialisasi. (Reiner Brabar - SP)
adv
loading...

TAMBRAUW, SUARAPAPUA.com— Pelaksana Tugas Kabid Koperasi Dinas Koperasi Kabupaten Tambrauw, Yolanda Yesnath mengajak orang asli Papua untuk bersaing dengan orang non OAP dalam bidang berwirausaha.

Hal itu disampaikan Yolanda dalam kegiatan sosialisasi kewirausahaan dan pemasaran kepada 13 jemaat GKI di Klasis Kebar, Selasa (21/10/2020),

Menurutnya, OAP yang berada di Kabupaten Tambrauw tidak berani untuk terlibat dalam dunia wirausaha, maka OAP tetap selamanya akan menjadi penonton.

Baca Juga:  Siswa SMKN 1 Paniai Lulus Dengan Nilai Memuaskan, Kepsek: Kami Bangga

“OAP harus bisa berwirausaha, sehingga bisa bersaing dengan non OAP. Apalagi di saat ini, sektor perdagangan di Kabupaten Tambrauw di kuasai oleh non OAP,” ujarnya.

Dinas Koperasi Perdagangan dan Industri (Diskoperindag) Kabupaten Tambrauw akan selalu  memberikan motivasi, dorongan agar OAP berani bersaing dengan non OAP di Kabupaten Tambrauw.

ads

Holda Ariks, warga distrik Mawabuan kepada suarapapua.com menggatakan OAP sampai saat belum bisa membuka usaha seperti kios, karena faktor modal.

Baca Juga:  Hari Konsumen Nasional 2024, Pertamina PNR Papua Maluku Tebar Promo Istimewa di Sejumlah Kota

Menurut Holda, sejauh ini kurang adanya perhatian Pemkab Tambrauw dalam memberikan modal usaha, serta pelatihan dalam mengembangkan potensi yang di miliki OAP. Katanya, bagian ini yang selalu menjadi kendala utama dalam berwirausaha.

Pdt. Merry Siwabessy, Sekertasis GKI Klasis Kebar memberikan apresiasi luar biasa kepada dinas koperasi yang mana telah bekerja sama dengan GKI Klasis Kebar untuk melakukan kegiatan sosisalisasi.

Baca Juga:  Asosiasi West Papua Australia Mendesak Prancis Mendengarkan Suara Rakyat Kanak

“Kegiatan ini juga termasuk salah satu program yang pernah di bahas dalam Raker Klasis Kebar. Kami sangat berterima kasih kepada DIskoperindag yang mana lewat bidang koperasi telah memberikan sosialisasi kepada 13 jemaat di klasis Kebar,” jelasnya.

Ia berharap setelah mendapatkan pemahaman tetang wirausaha, warga jemaat dari 13 jemat di dapat membuka usaha kecil.

Pewarta: Reiner Brabar

Editor: Elisa Sekenyap

Artikel sebelumnyaGalang Kekuasaan Revolusioner!
Artikel berikutnyaLawan Omnibus Law dengan Sertifikat Adat di Papua