BeritaMRP Berharap Generasi Muda Papua Menyuarakan Perdamaian Dunia

MRP Berharap Generasi Muda Papua Menyuarakan Perdamaian Dunia

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya pelanggaran HAM masa lalu dan mendorong regulasi pemulihan, Pokja Perempuan MRP bermitra dengan Jaringan Kerja HAM Perempuan Papua Tiki melakukan pendampingan kepada pemuda Saireri di kota Jayapura.

Lenora Wonatorei, anggota MRP Pokja Perempuan, usai kegiatan, Selasa (15/12/2020), mengatakan, MRP merupakan lembaga kultur yang menyuarakan hak-hak orang Papua, terutama menjelang kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan terus menyuarakan perdamaian bagi hak-hak dasar perempuan, juga kepada generasi muda di Tanah Papua.

“Secara khusus hari ini MRP bermitra dengan Jaringan Kerja HAM Perempuan Papua berbicara tentang membangun kesadaran generasi muda Papua terutama pentingnya melihat masalah pelanggaran HAM masa lalu dan mendorong regulasi bagi generasi muda,” jelasnya.

Baca Juga:  10 Nakes Mimika Ikuti Konferensi Internasional Neurovaskular

MRP melihat situasi ini karena banyak generasi muda di masa lalu juga mengalami luka batin akibat kehidupan yang tidak diperhatikan dengan baik oleh lembaga terkait hingga individu generasi muda terabaikan lantaran tiadanya kerukunan.

“Terutama anak-anak yang kehilangan kasih sayang dari orang tua akibat perceraian dan anak-anak lahir akibat tindakan kekerasan, sehingga hari ini kami memberikan pembinaan dan sosialisasi, bahkan selanjutnya konseling kepada generasi muda Papua,” kata Lenora.

Dengan adanya pembinaan dan sosialisasi seperti ini terhadap generasi tentang pentingnya pelanggaran HAM masa lalu dan mendorong regulasi pemulihan, ia berharap, melalui regulasi pemulihan ada keberpihakan kepada hak-hak generasi muda yang kehilangan hak hidup, hak pendidikan serta hak pekerjaan.

Baca Juga:  Tolak Yonif 762, Warga Tambrauw Palang Pos Satgas 623 di Fef

“Akibat dampak dari itu membawa generasi muda mengalami banyak persoalan, sehingga terjerumus ke hal-hal yang tidak diinginkan terutama miras dan narkoba,” katanya.

MRP juga berharap ada keberpihakan pemerintah terhadap generasi muda Papua sebagai anak bangsa. Dengan begitu diharapkan bisa berperan aktif dalam memulihkan keadaan menjadi mandiri dan sejahtera di negerinya sendiri.

Doliana Yakadewa dari Jaringan Kerja HAM Perempuan Papua yang bermitra dengan MRP membawakan materi sosialisasi kepada pemuda Saireri berharap perempuan dan umumnya pemuda boleh bicara tentang pelanggaran HAM di Tanah Papua.

“Korban ini terus berjatuhan, saat ini pemuda punya satu pekerjaan yang menjadi beban adalah menjadi agen perdamaian di Tanah Papua,” katanya.

Baca Juga:  22 Mei 2024 Akan Dirayakan 130 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua

Untuk itu, ia mengajak pemuda harus memahami harkat dan harga dirinya sebagai seorang manusia yang tidak lagi melakukan hal-hal yang sifatnya tidak menghargai kemanusiaan, tetapi pemuda harus bangkit menjadi satu bagian untuk kerja kemanusiaan.

“Contoh pemuda menolak lupa, artinya pemuda harus ingat bahwa ada pelanggaran HAM masa lalu. Rentetan pelanggaran masa lalu itu perlu ada perdamaian, pemuda harus menjadi agen perdamaian. Sebab ketika ada damai, Papua ini akan aman, sehingga kami berharap adanya regulasi menuju pada pemulihan agar adanya harapan baru terhadap generasi muda juga terlibat dalam pekerjaan kemanusiaan ini,” harap Dolly.

Pewarta: Agus Pabika
Editor: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

MRP Papua Pegunungan Apresiasi Masyarakat Adat Mulai Olah Tanah

0
“Kehadiran saya di sini untuk mendengar langsung keluhan dan harapan masyarakat. Kami punya tugas mendengar dan meneruskan aspirasi ke pemerintah. Saya sudah dengar, masyarakat mau olah tanah. Saya akan sampaikan ini kepada bupati dan gubernur bila ada jadwal bertemu," kata Benny Mawel.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.