Rayakan Hut ke Tiga, Mountain Film Maker dan Photography Akan Tetap Menjaga Kekompakan

0
1645
Pengurus dan anggota komunitas Mountain Film Maker dan Photography Wamena berfoto bersama saat merayakan HUT ke-3 di Wamena. (Ist - SP)
adv
loading...

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Komunitas Mountain Film Maker dan Photography (FMP) Wamena rayakan HUT kedua di Taman Hotel WIO Wesaput, Wamena Papua, Minggu (28/02/2021).

Nato Lokobal, ketua komunitas mengatakan komunitas Mountain FMP ini walaupun tidak punya legalitas hukum, tetapi kekompakan sangat luar biasa. Karena kekompakan komunitas juga bisa menyelenggarakan Hut.

“Saya sangat bangga kepada komunitas kita, meski tidak memiliki legalitas hukum bisa kompak dan buat Hut,” kata Lokobal.

Lokobal mengaku walaupun komunitasnya terbilang baru, tetapi anggotanya pernah terlibat pada event lomba festival-festival film Papua di Jayapura.

Baca Juga:  Ketua DPC Partai Demokrat Resmi Terima Surat Tugas DPP, Siap Bersaing Dalam Pilkada 2024

“Kita masuk 10 besar itu festival film ke-II, di Merauke kita buat 5 film masuk sepuluh besar, di Sorong kita buat 3 film dapat juara satu. Satu film adalah pilihan tim juri terbaik sehingga film itu kita dilombakan di festival Freedom Film di Singapura. Di Singapura kita masuk 10 besar. Itu kami dari anak-anak komunitas sendiri yang buat film, dan filmnya dalam bentuk dokumenter,” jelasnya.

ads

Sementara tahun kemarin, pihaknya sempat buat kegiatan di RRI Wamena, yaitu festival seni pemuda Jayawijaya yang pertama. dan kedepan komunitas memprogramkan agar setiap tahun kegiatan itu dilakukan.

Baca Juga:  Kasus Laka Belum Ditangani, Jalan Trans Wamena-Tiom Kembali Dipalang

“Tahun ini ada festival Film Papua ke-IV yang dipusatkan di Wamena dan kami ditunjuk sebagai panitia. Jadi untuk ke depan kita lebih fokus ke pelatihan-pelatihan film, video dan foto.”

Nato berharap, bagi teman-teman komunitas Mountain agar tetap jaga kekompakan, kebersamaan, karena itu identitas komunitas ini.

Peres Wetapo, anggota komunitas mengatakan, banyak pengalaman dan pengetahuan yang didapat setelah bergabung di komunitas FMP. Sehingga ia menyampaikan terima kasih kepada para senior dan pengurus komunitas yang selalu membimbingnya.

Baca Juga:  ULMWP: Pembentukan KKR Upaya Menyembunyikan Pelanggaran HAM Papua Dari Perhatian Internasional

“Banyak hal yang kami belajar di sini, baik foto maupun video. Sehingga ke depan ilmu ini bisa kami kembangkan ke depan buat kami juga,” katanya.

Selain itu, James Sony Wamu mengatakan, selama di komunitas banyak mendapat pendampingan dalam keadaan apapun.

Dengan adanya komunitas kata Wamu, pihaknya saling mengenal satu sama lain. Termasuk dikenal banyak orang di Wamena maupun di luar Wamena.

 

Pewarta: Agus Pabika

Editor: Elisa Sekenyap

Artikel sebelumnyaKetua DPR Tolikara Menyampaikan Selamat Kepada Sekda Papua Dance Flassy
Artikel berikutnyaPIF Minta Anggota Dewan HAM PBB Memfasilitasi Misi Kemanusiaan ke Papua Barat