Klaim TNI Soal Melianus Nayagau Tidak Dikenal Warga Setempat Tidak Benar

0
1538

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — TNI membuat klaim bohong setelah tembak mati seorang pemuda kampung Puyagiya atas nama Melianus Nayagau pada Sabtu (6/3/2021) di kampung Pesiga, distrik Sugapa, kabupaten Intan Jaya, Papua.

Klaim TNI disebut berbohong karena telah membuat sebuah pernyataan yang tidak masuk di akal, yakni menyatakan seorang pemuda asal kampung Puyagiya tidak dikenal masyarakat di kampungnya sendiri, yakni kampung Puyagiya. Sebab sudah pasti Melianus dikenal semua warga setempat, terutama dari kampung Janggetagitugapa, Sonetapa dan Magalogae.

Klaim bohong tersebut dilontarkan TNI melalui Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel Czi IGN Suriastawa seperti dikutip media ini dari kompas.com.

“Sampai dengan saat ini (Sabtu 6 Maret setelah kejadian), identitas KKB masih belum diketahui, karena tanpa identitas dan tidak dikenal oleh warga setempat,” ucapnya.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti Divonis Bebas

Meskipun menyatakan bahwa korban ditemukan tewas dalam kondisi tanpa identitas, sebuah foto yang beredar menunjukkan TNI sudah mengetahui identitas korban. Diduga foto tersebut adalah foto korba, Melianus Nayagau setelah ditembak disebarluaskan TNI.

ads

Di dalam foto tersebut terlihat ada sejumlah kartu yang dibuka dan diletakkan di atas tubuh korban.

Pernyataan bahwa identitas belum diketahui, karena tanpa identitas dan tidak dikenal warga setempat adalah pernyataan yang keliru. Sebab korban yang ditembak mati adalah pemuda asal kampung Puyagiya dan dikenal luas oleh masyarakat di kampungnya.

Seorang Pemuda dan Intelektual asal kampung Puyagia yang dihubungi suarapapua.com mengatakan, tidak benar jika Melianus Nayagau tidak dikenal warga setempat.

“Melianus itu kami semua tahu. Dia anak dan adik kami. Kalau tidak ada di tempat kejadian saat dia ditembak mati, itu karena masyarakat takut. Bukan karena tidak kenal. Kami kenal baik Melianus dan keluarganya,” kata pemuda yang tidak ingin dimediakan namanya itu kepada suarapapua.com.

Baca Juga:  Dewan Adat Segun: Tanah Jangan Dijadikan Lahan Bisnis!

Dia menambahkan, saat penyisiran itu terjadi, masyarakat dari Janggetagitugapa sampai Sonetapa ketakutan dan berusaha untuk lari selamatkan diri.

“Yang jelas dan pasti, masyarakat takut dan mereka lari saat kejadian pada hari Sabtu. Saya dapat laporan bahwa ada tiga masyarakat yang luka-luka karena jatuh saat lari bersembunyi untuk selamatkan diri. Mereka sudah di rumah saat ini,” tambahnya.

Terkait dengan ada informasi yang beredar luas di jagat maya facebook bahwa korban adalah anak sekolah yang sedang duduk di kelas II SMP, informasi tersebut belum sepenuhnya benar.

Baca Juga:  Mahasiswa Nduga se-Indonesia Sikapi Konflik Pemilu di Distrik Geselema

Kepala Sekolah SMPN 1 Sugapa, Hengki Bagau mengatakan, saat ini dirinya belum bisa memastikan bahwa korban adalah siswanya yang sedang duduk di kelas II.

“TNI ada datang untuk tanyakan kepastian apakah korban adalah siswa saya atau tidak. Saya cek data siswa kelas IX tetapi tidak ada. Untuk data siswa kelas VIII saya cek tapi data manual di saya tidak ada. Saya akan beritahu setelah mendapat kepastian dari operator sekolah setelah cek data di dapodik,” jelas Bagau kepada suarapapua.com dari Sugapa.

Sehingga, lanjut dia, saat ini dirinya belum bisa memastikan bahwa korban merupakan siswa SMP. Dia berjanji akan memberikan keterangan setelah mendapatkan data pasti dari operator sekolahnya pada Senin besok.

Pewarta: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaIni 4 Program Prioritas Spei – Kalakmabin untuk Pegunungan Bintang
Artikel berikutnyaNety dan George Bantu Rp70 Juta Untuk Anak-Anak Panti Asuhan Balim Yalimo