BeritaMantan Pemain Arema Usul Adakan Nabire Cup

Mantan Pemain Arema Usul Adakan Nabire Cup

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Selama beberapa tahun terakhir tak ada kegiatan pembinaan sepak bola di kabupaten Nabire yang diselenggarakan pemerintah daerah melalui Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Kecuali turnamen Migani Cup yang telah tiga tahun digelar berturut-turut.

Perhatian pemuda Migani didukung oleh kalangan orang tua dan sejumlah pejabat dari kabupaten Intan Jaya menginisiasi turnamen sepak bola di Nabire patut diberi jempol. Sebab, prakarsa baik ini turut memberi warna tersendiri, selain sebagai hiburan, juga bagian dari upaya menggali potensi yang terpendam dalam diri anak-anak muda mengolah si kulit bundar bola di lapangan hijau.

“Kita semua harus hormat kepada adik almarhum Junaidi Zonggonau yang bersama-sama adik Jack Kobogau dan teman-temannya sudah merintis turnamen Migani Cup. Saya kira ini satu kesempatan bagus bagi adik-adik bisa bermain, dan akan lebih banyak muncul pemain-pemain muda berbakat,” tutur Yosep Iyai, mantan pemain Persinab Nabire tahun 1993.

Pria kelahiran Enagotadi, kabupaten Paniai, yang sempat malang melintang di persepakbolaan nasional dengan bermain di PSBL Bandar Lampung, tim PON Lampung, dan Arema Malang itu berharap, turnamen Migani Cup sekiranya merangsang pemerintah daerah memikirkan masa depan sepak bola Nabire dan Meepago umumnya.

Baca Juga:  Bappilu Partai Demokrat Provinsi PP Resmi Gelar Pleno Penutupan Pendaftaran Cagub dan Cabup

“PSSI harus adakan turnamen sepak bola. Entah apa nama turnamennya, yang paling penting di Nabire harus adakan pertandingan sepak bola dengan melibatkan klub-klub yang ada. Harapan saya hanya itu, dan ini juga kerinduan orang-orang yang cinta sepak bola,” kata Yosep.

Pemerintah daerah menurutnya bisa rancang hal itu melalui PSSI sebagai satu agenda rutin.

“Nabire dengan nanti terpilihnya bupati baru harus bikin kompetisi atau minimal turnamen terjadwal, supaya hidupkan gairah sepak bola di daerah ini,” usul Iyai.

Terpisah, Ermambo Rumaropen, mantan pemain Persinab yang kini manajer Fajar Timur FC, menyampaikan kerinduan terpendamnya selama ini. Ia berharap soal sepak bola harus diberi tempat yang layak dengan memperbanyak kegiatan pembinaan bagi pesepakbola muda dari pintu masuk wilayah Meepago ini.

“Bagusnya Nabire adakan turnamen sepak bola dengan peserta dari klub-klub yang terdaftar untuk menghidupkan pembinaan sepak bola usia dunia. Dengan begitu kita akan punya banyak potensi muda yang bisa diandalkan di cabang sepak bola,” kata Rumaropen.

Baca Juga:  Asosiasi West Papua Australia Mendesak Prancis Mendengarkan Suara Rakyat Kanak

Ia akui selama beberapa tahun terakhir ini tak ada turnamen sepak bola, kecuali yang rutin diadakan adalah Migani Cup.

Jika turnamen Migani Cup sukses diselenggarakan, mestinya itu dijadikan pelecut bagi pengelola cabang olahraga yang satu ini untuk memikirkan dan merancang hingga mengadakan kegiatan serupa. Toh, tujuan akhirnya juga untuk daerah ini, menggali potensi muda agar nantinya dipersiapkan mewakili kabupaten maupun direkrut tim-tim profesional di kompetisi Liga Indonesia.

Rumaropen menyatakan, setelah Fajar Timur FC menjuarai turnamen Migani Cup III tahun 2021, termotivasi untuk memperbanyak latihan bagi skuatnya. Sebab, turnamen sama akan kembali digelar tahun depan.

“Migani Cup tahun depan pasti kami siap ikut, apalagi sekarang kami sudah juara. Mudah-mudahan ada juga Nabire Cup, atau Bupati Cup. Cobalah diadakan, pasti ramai dan itu akan berdampak positif,” imbuhnya.

Harapan sama dikemukakan Gad Seblum Tekege, pelatih Fajar Timur FC.

Menurut Gad, turnamen Migani Cup memberi pelajaran bagi kabupaten ini menggelar kegiatan serupa secara baik demi kebaikan generasi penerus Papua.

“Kalau Migani Cup memang ini yang ketiga kali. Kami ikut terus. Puji Tuhan, tahun ini kami yang juara. Dan tahun depan kami pasti berusaha untuk pertahankan piala bergilir ini,” ujar Tekege.

Baca Juga:  Aksi Penghijauan di Grasberg Dalam Rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2024

Pelatih muda bertangan dingin ini yakin, hanya melalui turnamen reguler akan lahir pemain berbakat yang tak menutup kemungkinan dipakai tim besar di Liga Indonesia, baik Liga 1 maupun Liga 2.

“Selain Migani Cup, saya sangat setuju kalau ada Nabire Cup lagi. Kita harus gali potensi terpendam di Nabire dan melalui turnamen akan muncul bibit-bibit muda yang siap dipromosikan ke klub besar,” kata mantan gelandang energik dari Persinab ini.

Turnamen sepak bola Migani Cup III sukses digelar selama sebulan sejak 6 Juni lalu. Pada grand final, Selasa (6/7/2021) sore, mempertemukan juara bertahan Junior FC versus Fajar Timur FC, yang berakhir dengan drama adu penalti.

Dewi fortuna lebih memihak Fajar Timur FC. Empat penendang sukses membobol gawang lawan, sedangkan dari Junior FC hanya dua penendang saja. Skor 5-3 mengakhiri turnamen yang diikuti 24 klub amatir dari wilayah Saireri, Lapago, dan Meepago.

Pewarta: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

MRP Papua Pegunungan Apresiasi Masyarakat Adat Mulai Olah Tanah

0
“Kehadiran saya di sini untuk mendengar langsung keluhan dan harapan masyarakat. Kami punya tugas mendengar dan meneruskan aspirasi ke pemerintah. Saya sudah dengar, masyarakat mau olah tanah. Saya akan sampaikan ini kepada bupati dan gubernur bila ada jadwal bertemu," kata Benny Mawel.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.