Unicef dan Tim XII Diakonia Sinode GKI Gelar Penyuluhan Pentingnya Vaksinasi

0
973
Foto bersama usai penyuluhan vaksinasi dan penyebaran informasi hoax soal vaksin di kantor Sinode GKI di Tanah Papua, Argapura, Kota Jayapura, Papua, Jumat (10/9/2021). (Elisa Sekenyap - SP)
adv
loading...

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Tim Dua Belas (XII) Diakonia Sinode GKI di tanah Papua bekerja sama dengan tim perwakilan Unicef gelar penyuluhan Vaksinasi Covid-19 dan penyebaran informasi hoax terkait vaksina di aula Kantor Sinode GKI di Tanah Papua, Argapura, Kota Jayapura, Papua, Jumat (10/9/2021).

Tim yang terdiri dari 12 anggota tersebut dibentuk Badan Pekerja Am Sinode GKI di tanah Papua menyikapi situasi pendemi Covid-19. Khususnya pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat pada level 4. Tim serupa juga ditindaklanjuti di klasis-klasis dan jemat-jemat GKI di Tanah Papua.

Dr. Paul Manupil dari Unicef dalam pemaparan materi tentang vaksinasi berharap agar peserta penyuluhan yang belum divaksin untuk segera vaksin. Vaksin menurutnya penting guna meningkatkan imun tubuh dalam menghadapi Covid-19.

“Jika banyak yang divaksin, maka angka terpapar Covid-19 menurun. Vaksin penting, supaya kita tidak seperti saat ini yang harus selalu menerapkan Prokes. Seperti di Amerika, Canada, Singapura. Di sana orang sudah lepas masker. Kita juga bisa, tetapi kita harus divaksin,” tukas dr. Paul kepada peserta penyuluhan yang dihadiri Ketua dan Wakil Ketua Sinode GKI di Tanah Papua serta sekertaris-sekertaris departemen dan kepala-kepala bidang di lingkungan Kantor Sinode GKI-TP.

Baca Juga:  ASN dan Honorer Setiap OPD di Paniai Dibekali Ilmu Protokoler dan Menulis

Selain itu dr. Paul mengatakan, jika terpapar Covid-19, maka konsekuensinya dirawat di rumah sakit dan mengonsumsi obat.

ads

“Jadi sampai sekarang [untuk virus] belum ada obatnya. Jadi obat-obat yang mahal-mahal semua itu belum diketahui jelas manfaatnya. Jadi minta maaf, jadi seperti uji coba juga. Jadi lebih baik vaksin daripada sudah sakit. Sebanyak 94 persen kalau sudah vaksin maka kena [Covid] tanpa gejala. Memang tidak terhindar, tetapi kalau kena sangat ringan,” tukasnya.

Baca Juga:  Butuh Dukungan Pemuda untuk Sukseskan Rapimda KNPI Tambrauw

Soal hoax atau berita bohong terkait vaksin yang beredar selama ini menurut dr. Paula, memang meresahkan dan telah beredar ke mana-mana.

“Kami kalau dengar itu hanya datar saja, kami kastinggal, tapi berita atau informasi hoax soal vaksinasi ini memang meresahkan. Bahkan ada hoax yang sangat lucu-lucu dan tidak masuk diakal,” katanya.

Wakil Ketua Sinode GKI di tanah Papua, Pdt. Hiskia Rollo dalam sambutan penutupanbya menyampaikan terima kasih kepada dokter yang telah diundang dan datang menyampaikan hal baik ini kepada pegawai-pegawai gereja kantor Sinode GKI. Akhirnya ke depan bisa tularkan informasi ini kepada orang lain.

“Hal ini penting supaya semakin banyak orang dalam gereja ini mengerti bahwa salah satu pencegahan untuk Covid adalah melalui vaksinasi. Vaksin itu juga penting, karena dengan demikian ada bukti untuk bisa melakukan perjalanan kemanapun saudara pergi. Kita harus berhikmat untuk memposisikan dan menempatkan diri sebagai pemimpin dari umat,” ujarnya.

Baca Juga:  Tim Relawan Gelar Penggalangan Dana Bagi Korban Longsor di Kampung Kwelena Yahukimo

Vaksin juga menurut Pdt. Rollo, sama dengan imunisasi campak, imunisasi bayi dan polio yang sering dilakukan kepada anak-anak.

Wakil Ketua dan Bendahara Klasis GKI Sorong yeng telah membentuk posko kemanusiaan peduli Covid-19 di kantor Klasis GKI Sorong. Pembentukan posko di klasis merupakan tindaklanjut dari pembentukan posko utama di Kantor Sinode GKI-TP. (Ist – SP)

“Kan sama saja dengan vaksin sekarang ini. Hanya namanya yang berbeda ini yang mungkin buat orang takut, padahal sebenarnya sama dengan imunisasi dulu, yang mana ketika diimunisasi lalu diberikan tanda di tangan. Akhirnya kita yang ikuti penyuluhan ini semua mengerti,” pungkasnya.

Akhirnya, Pdt. Rollo atas nama Badan Pekerja Am Sinode GKI di tanah Papua menyampaikan terima kasih kepada dr. Paul Manupil dari Unicef dan dokter Yulizar Kasma dari Gapai IP Unicef Papua yang bersama-sama datang ke kantor Sinode GKI menyampaikan materi penting ini.

 

Pewarta: Elisa Sekenyap

Artikel sebelumnyaRode Wanimbo: Rakyat dan Alam Papua Barat Telah Mengalami Rasisme Sistemik
Artikel berikutnyaRRI Wamena Canangkan Hari Bhakti Radio ke-76 Secara Sederhana