BeritaRatusan Lilin Kemanusiaan Dinyalakan Alumni Uncen Sebagai Bentuk Keprihatinan Korban di Tanah...

Ratusan Lilin Kemanusiaan Dinyalakan Alumni Uncen Sebagai Bentuk Keprihatinan Korban di Tanah Papua

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com—Ratusan lilin kemanusiaan dinyalakan oleh Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Cenderawasih (KAMI) Uncen sebagai bentuk keprihatinan dan duka cita atas gugurnya para korban kekerasan di tanah Ndugama, Intan Jaya, Puncak, Maybrat dan yang terakhir adalah Nakes di Kiwirok, Pegunungan Bintang.

“Reproduksi tindakan kekerasan telah melahirkan berbagai tindak kekerasan baru yang tak berujung dari waktu ke waktu di tanah Papua. Korban korban kekerasan struktural maupun vertikal telah meninggalkan luka kemanusiaan yang mendalam disekitar kita,” tutur Befa Yigibalom, Ketua Umum KAMI melalui releasenya kepada suarapapua.com usai membakar ratusan lilin kemanusiaan di gapura Uncen Bawa, Abepura pada, Selasa (21/9/2021).

Baca Juga:  Yance Rumbino, Seniman dan Pencipta Lagu “Tanah Papua” Berpulang

Dikatakan, kasus kekerasan di Ndugama, Intan Jaya, Puncak, Maybrat dan Kabupaten Pegunungan Bintang telah menyadarkan semua bahwa berbagai kekerasan tidak akan pernah menjadi solusi dalam berbagai konflik kepentingan di tanah Papua.

“Yang masih segar dalam ingatan kita di mana peristiwa penyerangan dan pembunuhan tenaga kesehatan di Puskesmas Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang Papua pada tanggal 13 September 2021, yang telah mendorong pengurus Pusat KAMI menyampaikan sikap keprihatinan dari kampus Uncen Abepura dengan melakukan pemasangan ratusan lilin kemanusiaan,” tuturnya.

Oleh sebab itu mewakili alumni Uncen menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya para korban kekerasan di Seantero tanah Papua di Ndugama, Maybrat Intan Jaya, Puncak, dan Kiwirok. Semoga Almarhuma yang meninggal di Kiwirok mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan yang maha esa, serta seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Baca Juga:  KPU se-Papua Ditantang Gelar Debat Publik Pilkada 2024

“Alumni Uncen mengecam keras atas tindakan dan penyerangan yang dilakukan pihak-pihak tertentu terhadap fasilitas kesehatan serta tenaga kesehatan yang dianiaya, dilecehkan dan meninggal, maka merupakan pelanggaran HAM dan pelanggaran hukum Tuhan,” tukasnya.

Selain itu, alumni juga meminta Presiden Joko Widodo agar segera membentuk tim pencari fakta yang independen dalam mengungkap berbagai kasus kekerasan yang terjadi di tanah Papua akhir-akhir. Pelaku diproses hingga ke pengadilan.

Baca Juga:  Uskup Jayapura Resmikan Gedung SMK YPPK Yabula Kimbim Tepat di Usia Emas

Dr. Pieter Ell, Sekjen KAMI Uncen meminta kepada seluruh Alumni UNCEN yang saat ini bertugas di wilayah potensi konflik untuk selalu waspada dan berkoordinasi dengan pimpinan daerah setempat dalam menjalankan tugas.

“Meminta Presiden Joko Widodo agar memberikan jaminan keamanan nyata
kepada semua warga negara Indonesia di tanah Papua yang berpotensi timbulnya konflik kekerasan struktural maupun horizontal tanpa syarat,”pungkas Ell.

 

Pewarta : Agus Pabika
Editor : Elisa Sekenyap

Terkini

Populer Minggu Ini:

Dukung Konferensi GKII Daerah Wandae, Pj Bupati Apolos Bagau Bantu 100...

0
“Semoga bantuan yang saya antar dan serahkan kepada panitia dan pihak gereja ini dapat berguna untuk mendukung proses kegiatan ini. Saya harap bapak dan ibu warga Masyarakat distrik Wandae yang sedang mengikuti kegiatan di Wandae ini tidak melihat besar kecilnya jumlah uang yang kami serahkan. Tetapi dana yang kami serahkan ini digunakan sebagaimana mestinya,” jelas Pj Bupati Intan Jaya, Apolos Bagau, ST.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.