BeritaPasca Kejadian Kisor, 2768 Warga Sipil Maybrat Mengungsi ke Hutan

Pasca Kejadian Kisor, 2768 Warga Sipil Maybrat Mengungsi ke Hutan

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Lebih dari dua ribu tujuh ratus enam puluh delapan (2768) orang warga sipil dari Kabupaten Maybrat, Papua Barat telah mengungsi ke hutan dan kampung-kampung terdekat pasca terjadinya penyerangan TPNPB Sorong Raya kepada aparat TNI AD di Posramil Kisor pada 2 September 2021.

“Dari pemantauan dan investigasi kami, menemukan ada lebih dari 2768 orang warga sipil di 50 kampung di 5 distrik, Aifat Selatan, Aifat Timur, Aifat Timur Jauh, Aifat Timur Tengah dan Aifat Timur Selatan, telah mengungsi ke distrik-distrik terdekat. Seperti Aiyawasi, Kumurkek, Aitinyo. Termasuk ke kabupaten lainnya, seperti Sorong Selatan, Bentuni, kota dan Kabuapten Sorong,” jelas Pater Bernad Baru, dari tim Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Pengunsi Maybrat (KMSPPM), kepada suarapapua.com, Sabtu (2/10/2021).

Baca Juga:  OAP di PBD Sangat Minoritas, MRP PBD Bakal Terbitkan Regulasi

Dikatakan, lebih dari 1155 merupakan pengungsi laki-laki, lebih dari 1145 merupakan pengungsi perempuan. Pengunsi distrik Aifat Selatan yang berjumlah 308 orang merupakan usia dewasa, 40 orang marupakan lansia, 338 orang merupakan anak dan remaja, dan 17 orang merupakan bayi. Pengungsi warga Aifat Selatan berjumlah 51 orang yang sedang mengalami sakit, 4 orang ibu dalam kondisi hamil, 1 orang warga telah meninggal ditempat pengungsian.

Baca Juga:  Komite Keselamatan Jurnalis Papua Barat dan PBD Resmi Terbentuk

Menurutnya, sejak 2 Oktober 2021, telah genap satu bulan sejak kejadian di kampung Kisor distrik Aifat Selatan pada 2 September 2021 dan ribuan warga sipil di Maybrat hidup dipengungsian dalam kondisi tidak aman.

Pengungsian itu terjadi sejak penyerangan TPNPB terhadap Pos Koramil Persiapan Kisor yang menewaskan 4 anggota TNI AD dan melukai 2 orang anggota TNI AD lainnya.

Pasca penyerangan TPN itu, pihak aparat gabungan TNI dan Polri telah memobilisasi banyak pasukan menduduki Maybrat untuk mencari pelaku pembunuhan. Akibat dari banyaknya pasukan TNI dan Polri yang disertai operasi pengejaran pelaku, dan penyisiran di berbagai kampung menyebabkan banyak warga mengungsi ke berbagai tempat di hutan, kampung, distrik atau kabupaten lainnya.

Baca Juga:  Musdat Sukses, Sub Suku Imu Komitmen Bangkit dari Ketertinggalan

Bahkan operasi aparat TNI dan Polri yang ditujukan kepada TPN menyasar kepada masyarakat sipil setempat.

“Semenjak peristiwa penyerangan dimaksud sampai saat ini, kami teleh melakukan pemantauan, wawancara korban dan saksi, pendokumentasian peristiwa atau situasi yang terjadi pada masyarakat sipil, dan tindakan-tindakan aparat diluar hukum yang berakibat warga sipil menjadi korban,” ungkap Yohanis Mambrasar, dari tim (KMSPPM), yang adalah advokat PAHAM Papua.

Pewarta: Reiner Brabar

Editor: Elisa Sekenyap

Terkini

Populer Minggu Ini:

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.