BeritaOlahragaMantan Pemain Mutiara Hitam Rekomendasikan Tujuh Poin ke Manajemen Persipura

Mantan Pemain Mutiara Hitam Rekomendasikan Tujuh Poin ke Manajemen Persipura

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Kendati dirundung kecewa berat, fakta bahwa Persipura Jayapura terdegradasi ke Liga 2 mesti diterima dengan lapang dada dan kini harus berjuang keras untuk kembalikan tim kebanggaan masyarakat Papua ke kasta tertinggi Liga 1 Indonesia.

Tidak mau larut dalam kesedihan panjang, mantan pemain Persipura turut menyumbangkan pendapat konstruktif agar tim berjuluk Mutiara Hitam bangkit kembali dari keterpurukan super parah pada musim 2021/2022.

Dalam sebuah pertemuan yang dihadiri sejumlah mantan pemain Persipura, sedikitnya tujuh poin rekomendasi disampaikan ke manajer dan manajemen Persipura.

Rekomendasi tersebut dibacakan oleh Kamasan Jack Komboy, ketua Persipura All Star, akhir pekan kemarin di Kota Jayapura.

Pertama, manajemen Persipura harus mulai berdiskusi untuk bagaimana menyusun kerangka tim yang siap tampil di kompetisi Liga 2 musim 2022/2023. Kita semua ketahui, Liga 2 sebentar lagi akan digulirkan, sekitar bulan Agustus sudah kick off. Manajemen harus bergerak cepat sebelum menghadapi kompetisi.

Kedua, segera mengontrak seorang pelatih untuk menangani klub Persipura. Kebetulan diantara mantan pemain Persipura ada satu yang sudah memiliki lisensi kepelatihan dan punya prestasi selama bermain di lapangan hijau dan sesudah gantung sepatu telah sukses mengantar tim sepak bola putra Papua raih medali emas di ajang PON XX, yakni saudara Eduard Ivakdalam. Saat ini sangat layak menjadi pelatih Persipura.

Baca Juga:  Pemprov Papua Tengah Siap Gelar Multi Event Cabor U-12 dan U-16 di Nabire

Ketiga, segera mengontrak para pemain. Ini sangat penting untuk membendung eksodus pemain ke klub lain. Banyak klub sedang mengincar pemain kita. Skuat yang ada harus diikat dengan kontrak jelas supaya tidak ada keraguan antara bertahan dan pergi.

Keempat, jadikan Stadion Mandala Jayapura sebagai pusat latihan dan pertandingan (home base). Pemerintah provinsi Papua menyerahkan stadion bersejarah itu ke manajemen Persipura untuk digunakan sebagai home base dalam mengarungi kompetisi Liga 2. Mengapa harus Stadion Mandala Jayapura, karena Persipura punya banyak histori di sana dalam perjuangannya di kompetisi sepak bola Indonesia. Untuk itu, manajemen perlu berkomunikasi dengan Pemprov Papua supaya diberikan ruang untuk menggunakan Stadion Mandala sebagai home base Persipura di Liga 2.

Baca Juga:  Waligi FC Juarai Turnamen Festival Rumput Mei di Jayawijaya

Kelima, Persipura tidak lagi berlaga di tempat lain, tetapi tetap tampil di hadapan pendukungnya sendiri. Dengan begitu seluruh masyarakat bisa menyaksikan langsung tim kesayangannya bermain di Stadion Mandala Jayapura.

Keenam, segera mencari sponsor. Tentunya kami berharap bahwa PT Freeport dan Bank Papua masih dapat melihat Persipura sebagai icon sepak bola Papua. Suportnya tidak dikurangi, tetapi tetap memberikan kontribusi yang sama.  Kalau boleh, mencari sponsor-sponsor yang lain lagi yang dapat mensuport Persipura supaya tetap eksis.

Ketujuh, pengelolaan aset-aset klub Persipura untuk mendukung perjalanan tim Mutiara Hitam di kompetisi Liga Indonesia.

Tujuh poin rekomendasi ini, harap Jack Komboy, dapat didengar oleh manajemen Persipura.

“Inilah poin kami, suara mantan-mantan pemain Persipura, semoga manajemen mau mendengarnya,” kata Jack, dikutip dari rekaman video yang diterima suarapapua.com.

Mantan defender tangguh Persipura yang juga anggota DPR Papua dua periode itu berharap, rekomendasi dari para mantan pemain dipertimbangkan untuk mulai mengelola tim secara lebih baik biar tidak bertahan lama di Liga 2.

Baca Juga:  Atlet Papua Raih 8 Medali di Kejurda Atletik Jatim Open 2024

Kendati semua pihak pasti kecewa Persipura degradasi ke Liga 1 musim depan, tetapi bagi Jack, itu sudah berlalu. Kini saatnya bangkit kembali ke Liga 1. Bagaimana caranya, sejumlah rekomendasi dari mantan pemain bisa dijadikan rujukan penting untuk mengembalikan kejayaan Persipura.

“Kami berkumpul dan berdiskusi terkait degradasinya Persipura ke Liga 2 musim mendatang. Selaku mantan pemain Persipura, kami yang ada ini merasa penting untuk juga memberikan sebuah kontribusi kepada manajemen supaya di Liga 2 nanti Persipura dapat dikelola dengan lebih baik,” tuturnya.

Kompetisi Liga 2 rencananya akan digulirkan usai kick off Liga 1 pada Juli 2022. Karena itu, manajemen diminta bergerak cepat untuk membentuk kerangka tim yang siap mengarungi kompetisi musim mendatang.

Daud Arim, sekretaris Persipura All Star, menambahkan, tujuh poin rekomendasi itu akan segera diserahkan ke manajemen Persipura.

REDAKSI

Terkini

Populer Minggu Ini:

38 Siswa Asal Nduga di Jateng Gelar Kegiatan Evaluasi Nilai Semester...

0
“Kegiatan ini juga kami lakukan hanya karena beban moril sebagai kakak, sebagai orang tua di tanah rantau. Hal ini juga mengingat tujuan utama kita datang ke Jawa untuk mengakses pendidikan yang layak, sama seperti pelajar dan mahasiswa di Indonesia yang merasakan akses layanan pendidikan yang layak.”

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.