BeritaTemui Tokoh Masyarakat, Amnesty: Mapolres Nabire Harus Ungkap Pelaku

Temui Tokoh Masyarakat, Amnesty: Mapolres Nabire Harus Ungkap Pelaku

DOGIYAI, SUARAPAPUA.com— Setelah menemui para tokoh masyarakat Dogiyai, Amnesty International Indonesia mendesak pihak Polres Nabire untuk mengungkapkan para pelaku pembakaran 18 rumah milik warga Dogiyai.

“Kami sedang menginvestigasi kejadian tersebut. Kebetulan Tim Amnesty sudah bertemu dengan para tokoh masyarakat Dogiyai selang 2-3 hari setelah kejadian. Yang pasti kami berharap Mapolres Nabire dapat mengungkap siapa pelakunya segera,” kata Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid melalui sambungan telepon genggam pada, Rabu (1/6/2022).

Baca Juga:  22 Mei 2024 Akan Dirayakan 130 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua

Peristiwa pembakaran itu, kata Usman, justru terjadi ketika masyarakat Dogiyai sedang menyuarakan tentang tingginya tingkat keamanan dan kemajuan infrastruktur di Dogiyai.

Kejadian tersebut justru melemahkan pesan masyarakat yang mengatakan rendahnya tingkat kekerasan di Dogiyai. Pelakunya jelas tidak ingin Papua baik-baik saja.

“Saya lihat ada juga tim perwakilan Kantor Komnas HAM telah turun langsung ke lokasi dalam kurun waktu yang tidak terlalu berbeda. Bahkan kepala kantornya, bung Frits [Ramandey] turun langsung ke lokasi. Itu menunjukkan mereka cukup responsif. Sehingga kami berharap laporan mereka bisa membantu pengusutan oleh kepolisian negara,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemuda Adat Bersama Pemilik Dusun Tolak Perusahaan Ilegal di Kapiraya

Sementara itu, Kepala Perwakilan Komnas HAM Wilayah Papua, Frits Ramandey mengatakan aksi pembakaran 18 bangunan rumah di Dogiyai pada 22-23 Mei telah direncanakan.

”Dari hasil investigasi Komnas HAM menunjukkan bahwa aksi pembakaran telah dipersiapkan para pelaku. Investigasi dan fakta kesaksian dapat memberikan gambaran pihak yang dapat diidentifikasi sebagai pelaku pembakaran,” ungkapnya.

Baca Juga:  Aktivitas Belajar Mengajar Mandek, Butuh Perhatian Pemda Sorong dan PT Petrogas

Hal itu terungkap setelah Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan sejumlah jergen berisi bensin di lokasi pembakaran.

 

Pewarta: Yance Agapa
Editor: Elisa Sekenyap

Terkini

Populer Minggu Ini:

Sikapi Kamtibmas di Yalimo, HMKY dan IMAPA Sampaikan Tuntutan

0
"Mahasiswa Papua dan mahasiswa Yalimo minta aparat harus utamakan pendekatan persuasif dalam upaya pencarian senjata dan amunisi yang dibawa kabur oknum polisi. Saat ini orang tua kami mau hidup dengan tenang," kata Walianggen.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.