Acara Pembukaan Pawai Budaya KMAN VI Diguyur Hujan

0
514

SENTANI, SUARAPAPUA.com — Acara Pawai Budaya dalam rangka Pembukaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara KMAN VI yang akan dilaksanakan di lapangan makam Theys Hiyo Eluay di Sentani Kota Kabupaten Jayapura terganggu akibat hujan yang menguyur Kota Sentani sejak pagi.

Peserta duta -duta Masyarakat Adat yang berasal dari region-region provinsi se Nusantara yang telah memadati kawasan lapangan Theys tersebut terpaksa berhamburan keluar area dikarenakan hujan yang mengguyur kota Sentani sejak pagi.

Baca Juga:  Mendukung Kemampuan Menulis Anggota, RPM SIMAPITOWA Gelar Workshop Jurnalistik

“Kami berlindung di tenda, karena hujan terpaksa berlindung dulu,” ungkap Wira salah satu Peserta dari Jawa Barat, keopada media ini Senin, (24/10/2022) di Sentani, Kab. Jayapura.

Selain itu, Heri, seorang peserta asal Bali mengaku antusias dengan adanya pawai Budaya, karena corak warna Nusantara terlihat kebinekaan Indonesia secara utuh hanya di Papua.

Baca Juga:  Kasus Teror Bom Terhadap Victor Mambor, Saksi Ahli Bilang Tindak Pidana

“Semua dengan warna budayanya merinding saya melihat ini, Papua itu unik,” ungkap Heri.

ads

Setelah sempat diguyur hujan selama kurang lebih 1 jam hujan akhirnya berhenti dan pawai budaya serta dan devile peserta Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI di Tanah Tabi kembali dilanjutkan. (*)

Pewarta: Yance Wenda
Editor: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaPerlu Koalisi untuk Membentuk Kursi Mayoritas di Parlemen Vanuatu
Artikel berikutnya250 Penari Kolosal Mewarnai Pembukaan Kongres AMAN VI