BeritaTiga Bendera Asing Bersama Bintang Kejora Berkibar di  Terminal Wosi Diiring Teriakan...

Tiga Bendera Asing Bersama Bintang Kejora Berkibar di  Terminal Wosi Diiring Teriakan Papua Merdeka

SORONG, SUARAPAPUA.com — Selain membawa bendera Bintang Kejora, Minggu (27/11/2022), sejumlah bendera negara asing seperti Amerika Serikat, Australia dan Belanda turut dikibarkan dalam aksi memperingati hari ulang tahun ke-25 kemerdekaan Papua yang dideklarasikan Mickael Kareth pada 27 November 1997.

Dalam video berdurasi 2 menit 50 detik, tampak puluhan massa aksi berkumpul di terminal Wosi sejak Pukul 08.00 WIT dengan membawa sejumlah spanduk menyampaikan orasi dan meneriakkan yel-yel Papua merdeka serta menolak Otonomi Khusus (Otsus) Papua.

Baca Juga:  JPU Tuntut Agus Kosay dan Beny Murib Dua Tahun dan Delapan Bulan Penjara
Aksi peringatan 25 tahun kemerdekaan Papua di terminal Wosi Manokwari, Minggu 27 November 2022. (Tangkapan layar video)

Informasi yang diperoleh suarapapua.com, aksi orasi didahului ibadah yang diadakan di terminal Wosi, tak jauh dari Pospol Pasar Wosi.

Saat aksi orasi sedang berlangsung, aparat gabungan Polri dan TNI tiba di lokasi pada Pukul 12.30 WIT. Aparat keamanan membubarkan massa aksi. Pria dan wanita dewasa serta beberapa anak melarikan diri melalui pintu belakang terminal Wosi.

Sementara sejumlah massa lainnya diamankan bersamaan beberapa barang bukti. Antara lain, bendera termasuk atribut Bintang Kejora.

Baca Juga:  Menolong Perjuangan Hak Orang Papua, Pilot Philip Mehrtens Harus Dibebaskan!

Mereka kemudian diarahkan naik kendaraan milik polisi menuju Polres Manokwari sekitar pukul 13.00 WIT.

Dilansir kompas.com, Kapolres Manokwari AKBP Parisian Herman Gultom belum mau memberikan keterangan kepada wartawan saat ditemui di lokasi aksi massa.

Keterangan pers baru disampaikan setelah sampai di Mapolres Manokwari.

Berapa banyak yang diamankan pihak aparat keamanan, menurut AKBP Parisian Herman Gultom, ada 15 orang.

“Sudah ada 15 orang sedang diperiksa, kita akan tetapkan siapa saja yang patut jadi tersangka,” kata Gultom, Minggu (27/11/2022).

Baca Juga:  Perjuangan Mama-mama Papua di Sorong Andalkan Kelapa Muda

Dari hasil pemeriksaan sementara, menurut Kapolres sebagaimana dilansir jubi.id, aksi massa trsebut digalang oleh West Papua Nasional Authority (WPNA).

Katanya, koordinator atau penanggungjawab aksi bakal dikenakan Pasal 106 KUHP tentang tindak pidana makar.

Hingga berita ini ditayang belum diketahui proses penyelidikan terhadap 15 orang tersebut.

Pewarta: Reiner Brabar
Editor: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

Mahasiswa Nduga se-Indonesia Sikapi Konflik Pemilu di Distrik Geselema

0
“Yang terjadi di lapangan ternyata prinsip-prinsip demokrasi tidak berjalan baik sesuai dengan harapan masyarakat Nduga. Seperti terjadi dalam pesta demokrasi berupa pemilihan presiden dan wakil presiden maupun pemilihan legislatif (DPR RI, DPD RI, DPRP, dan DPRK). Proses pemilihannya berubah jadi konflik. Situasi kabupaten Nduga tidak kondusif karena terjadi perang keluarga bertepatan dengan Pemilu serentak pada tanggal 14 Februari 2024 yang mana saat perhitungan suara dari distrik Geselema, dari hasil pemungutan suara salah satu caleg dari PSI unggul dibandingkan caleg dari partai Golkar,” bebernya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.