BeritaTak Diakomodir di APBD-P, Bupati Herry Ancam Ganti Nama Rumah Sakit LE

Tak Diakomodir di APBD-P, Bupati Herry Ancam Ganti Nama Rumah Sakit LE

SORONG, SUARAPAPUA.com — Herry Ario Naap, bupati kabupaten Biak Numfor, menegaskan, kabupaten Biak Numfor tidak merasakan keadilan dalam pembagian anggaran Otonomi Khusus (Otsus).

Herry mempertanyakan janji Gubernur Papua terkait pembangunan Rumah Sakit Lukas Enembe di pulau Numfor, kabupaten Biak Numfor.

Dalam dua periode kepemimpinan Lukas Enembe, menurutnya, pemerintah provinsi Papua tidak alokasikan anggaran untuk pembangunan rumah sakit tersebut.

“Rumah sakit Lukas Enembe di pulau Numfor sejak bapak Lukas Enembe di periode pertama hingga kedua sudah janjikan untuk bangun, tetapi provinsi tidak kasih uang,” ujar Herry saat perayaan hari bakti Pekerjaan Umum (PU) ke-77 di Biak, Sabtu (3/12/2022).

Bupati Biak Numfor bahkan ancam akan ganti nama rumah sakit tersebut jika dalam sidang penetapan APBD Perubahan tahun anggaran 2023 tidak dianggarkan untuk rumah sakit Lukas Enembe.

Baca Juga:  Aktivitas Belajar Mengajar Mandek, Butuh Perhatian Pemda Sorong dan PT Petrogas

“Kalau tidak ada anggaran untuk rumah sakit Lukas Enembe, maka pada Januari 2023 akan diganti namanya,” tegas Herry.

Selain rumah sakit, Herry akui infrastruktur dasar rusak yang merupakan ruas jalan provinsi dan harusnya dikerjakan provinsi Papua, namun tidak dikerjakan mengakibatkan Dinas PUPR dan pemerintah daerah yang disoroti masyarakat Biak Numfor.

“Jalan rusak di Biak yang disoroti Dinas PUPR dan bupati. PUPR dan bupati kerja sesuai aturan dan mekanisme, tetapi rakyat tidak mau tahu, tetap saja bupati dianggap tidak kerja baik,” katanya.

Herry juga mengungkapkan, kabupaten Biak Numfor tidak merasakan keadilan dalam pembagian anggaran Otsus.

Baca Juga:  Papuan Voices Bentuk Panitia FFP Ke-VII yang Akan Berlangsung di Wamena

“Ini penting supaya masyarakat tahu bahwa infrastruktur yang kita kerja di Biak ini bupati dan kepala dinas pergi cari uang di Jakarta. Uang Otsus itu Biak tidak merasakan keadilan dan pemerataan pembagian.”

Selain itu, bupati juga mempertanyakan aspirasi masyarakat terkait infrastruktur yang selama ini disampaikan ke DPRP Dapil Saireri.

“Aspirasi masyarakat Biak Numfor ke provinsi melalui dewan itu sudah berhasilkah?” tanya Herry.

Sebelumnya, Gubernur Papua berharap rumah sakit itu mampu mewujudkan komitmen untuk mencegah kematian orang Papua di kepulauan Numfor.

“Saya minta tidak boleh ada lagi orang Papua meninggal karena sakit yang disebabkan terlambat memperoleh pelayanan kesehatan. Itulah sebabnya kita akan berupaya supaya bisa membangun rumah sakit di Numfor,” kata Lukas Enembe, seperti dilansir website Pemprov Papua.

Baca Juga:  Aksi Penghijauan di Grasberg Dalam Rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2024

Kata Lukas, dalam waktu dekat akan membantu meningkatkan fasilitas yang ada di rumah sakit itu.

“Yang ada masih belum cukup, sehingga kedepan kami akan bantu melengkapi semua fasilitas yang dibutuhkan rumah sakit ini.”

Gubernur juga berpesan kepada masyarakat untuk menjaga dan memelihara fasilitas rumah sakit itu agar keberadaannya bisa maksimal untuk menyembuhkan setiap pasien yang datang berobat.

Rumah Sakit Pratama Lukas Enembe bertipe D di distrik Poiru pulau Numfor diresmikan oleh gubernur Papua pada Kamis 18 Mei 2017.

Pewarta: Reiner Brabar
Editor: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

Rapat Koordinasi DAP Wilayah Domberai Lahirkan Delapan Poin Penting

0
“Ada sejumlah poin penting yang disampaikan masyarakat adat, terutama permasalahan investasi yang terus mengancam eksistensi masyarakat adat di Papua Barat Daya,” kata Sem Awom.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.