BeritaTak Bisa Terima Beasiswa, Mahasiswa Yalimo Ancam Demo

Tak Bisa Terima Beasiswa, Mahasiswa Yalimo Ancam Demo

SORONG, SUARAPAPUA.com — Ratusan mahasiswa Yalimo yang tersebar di tiga kota studi yakni Biak Numfor, Manokwari, dan Manado menyatakan akan turun aksi demonstrasi karena sangat kesal dengan sikap pemerintah daerah yang tidak mau berikan bantuan beasiswa.

Ancaman tersebut lantaran adanya pernyataan dari kepala bagian Kesra kabupaten Yalimo yang mengatakan tidak akan mencairkan bantuan studi kepada mahasiswa di tiga kota studi tersebut dengan alasan tidak melengkapi berkas persyaratan.

Etamus Yohame, ketua Ikatan Mahasiswa Yalimo kota studi Manokwari, menyatakan, mahasiswa tiga kota studi bakal menggelar aksi besar-besaran di Elelim, ibu kota kabupaten Yalimo.

Menurut Etamus, mahasiswa Yalimo di tiga kota studi itu telah memenuhi persyaratan yang ditentukan Pemkab Yalimo.

“Tanggal 29 November 2022, mahasiswa Yalimo di Manokwari, Biak, dan Manado serahkan data base serta berkas persyaratan. Bagian Kesra telah menandatangani berita acara penyerahan berkas. Jadi, kalau hak mahasiswa tidak diberikan, maka kami akan lumpuhkan seluruh aktivitas di Elelim,” ujarnya melalui pesan WhatsApp yang diterima suarapapua.com, Rabu (21/12/2022).

Baca Juga:  Komite Keselamatan Jurnalis Papua Barat dan PBD Resmi Terbentuk

Dijelaskan, sejak 2017 hingga 2021 bantuan studi disalurkan melalui rekening koordinator wilayah (Korwil) masing-masing kota studi dan tidak ada kendala. Karena itulah mahasiswa di tiga kota studi menolak dengan tegas pola penyaluran beasiswa melalui rekening pribadi mahasiswa.

“Kami tolak penyaluran beasiswa ke rekening pribadi. Ini sangat merugikan mahasiswa karena akan ada permainan. Kami mahasiswa di tiga kota tetap gunakan rekening korwil supaya terarah dan terkoordinir dengan baik,” tegas Etamus.

Pernyataan Sikap

Mahasiswa Yalimo di tiga kota studi menyampaikan pernyataan sikap sehubungan dengan penyaluan bantuan studi tahun 2022.

Pertama, jika Pemkab Yalimo dalam hal bidang Kesra tidak mencairkan bantuan studi melalui rekening korwil mahasiswa di Biak, Manokwari, dan Manado, maka kurang lebih 400 mahasiswa Yalimo di tiga kota studi akan konsolidasi dengan mahasiswa Yalimo seluruh Indonesia untuk lumpuhkan Elelim, ibu kota kabupaten Yalimo.

Kedua, mahasiswa di tiga kota studi akan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk audit keuangan daerah khususnya beasiswa tahun 2019 dan 2022.

Baca Juga:  SMP PGRI Kota Sorong Selalu Tampung Anak-Anak Buangan dari Sekolah Lain

Penjelasan Kabag Kesra

Sebelumnya, Yenius Yare, kabag Kesra Setda kabupaten Yalimo, mengatakan, mahasiswa di tiga kota studi tidak dapat bantuan studi 100 persen. Sementara untuk Manado, 99,99 persen karena ada satu mahasiswa yang telah melengkapi persyaratan yang diminta pemerintah. Itupun melalui keluarganya.

Yenius menyatakan, kecuali mahasiswa di kota studi Manokwari, Biak, dan Manado, mahasiswa lainnya sudah mendapat beasiswa karena melengkapi syarat-syarat.

“Mahasiswa Yalimo yang tidak dapat beasiswa di kota studi Manokwari, Biak dan Manado karena mereka tidak kumpulkan persyaratan yang diminta pemerintah daerah,” katanya, dilansir ceposonline.com.

Syarat yang harus dilengkapi yakni nomor rekening aktif, KRS, KHS, KTP, dan surat aktif kuliah dari kampus masing-masing.

“Kalau syarat tidak penuhi, otomatis sebagian besar mahasiswa Yalimo tidak akan dapat. Yang dapat itu sekitar 800 lebih dari 1.200 mahasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata Yare.

Dari 800 lebih mahasiswa yang menerima bantuan studi, mulai semester tiga sampai semester akhir khususnya di semester ganjir besaran yang didapat bervariasi.

Baca Juga:  Warinussy Minta Kapolres Jayapura Diperiksa Karena ‘Membiarkan’ Warga Sipil Bertindak Arogan di Mapolres

“Semester tiga Rp5 juta, semester lima Rp7,5 juta, semester tujuh Rp8,5 juta, semester sembilan sampai akhir Rp9,5 juta. Khusus untuk S2 dapat Rp20-25 juta, sedangkan S3 Rp30-35 juta,” urainya.

Bagi yang tidak kumpulkan persyaratan, Yenius tegaskan, bantuan dari Pemkab Yalimo tidak akan diproses.

“Biar mereka kumpulkan KTP dan rekening, tapi syarat lain kalau belum terpenuhi itu tidak bisa. Dan, ini yang terjadi pada mahasiswa di Manokwari, Biak dan Manado yang hanya memasukan data base tanpa ada syarat,” jelasnya.

Pendataannya dilakukan sejak 8 Desember 2022. Pendataan di seluruh kota studi, hanya tiga kota studi yang tidak mendapat bantuan beasiswa akibat hanya mengumpulkan data base.

“Data base itu bukan syarat, tetapi hanya jumlah mahasiswa. Kalau tidak kumpulkan syarat pasti tidak akan diberikan beasiswa,” kata Yenius.

Pewarta: Reiner Brabar
Editor: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

Inilah Hasil Kunker MRP Papua Pegunungan Saat Pencoblosan di Jayawijaya

0
“Semua tahapannya sudah sesuai jadwal, tapi permasalahan mulai terjadi pada tahapan perekrutan KPPS melalui PPS. Contohnya di distrik Wamena Kota, beberapa kali terjadi perubahan nama-nama anggota KPPS yang berakibat pada distribusi logistik tidak merata, sebagian besar logistik belum dibagikan sampai hari pencoblosan. Warga seharusnya sudah coblos, tapi kotak suara belum sampai di TPS,” kata Titiana Mabel, anggota MRP Papua Pegunungan.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.