BeritaNyekar ke Makam, Bunga Tabur Milik Keluarga Ramandei Laris

Nyekar ke Makam, Bunga Tabur Milik Keluarga Ramandei Laris

SENTANI, SUARAPAPUA.com — Bunga tabur kerap diserbu pembeli yang hendak mengunjungi tempat peristirahatan terakhir sanak saudara di pekuburan umum. Biasanya pada hari raya keagamaan, seperti Natal. Hasilnya lumayan bagi penjual.

Lia Ramandei, warga Sentani, kabupaten Jayapura, Papua, mengaku jualannya berupa bunga tabur cukup laris jelang malam Natal tahun 2022.

Kata Lia, bunga tabur yang disediakan laris dibeli oleh orang-orang yang berziarah ke tempat pemakaman umum (TPU) di Sentani.

“Dari beberapa hari lalu orang beli bunga tabur di sini. Lumayan banyak yang beli. Dari pagi pas mau malam Kudus itu orang ramai sekali,” kata Lia kepada suarapapua.com.

Gadis 20 tahun ini melanjutkan usaha rintisan orang tuanya. Orang tua Lia sejak lama menekuni usaha jual bunga tabur.

“Kita anak-anak lanjutkan usaha ini. Pas di sini ada kuburan juga. Biasanya ada pengunjung, kalo mereka butuh bunga tabur pasti beli di kami.”

Baca Juga:  Komite Keselamatan Jurnalis Papua Barat dan PBD Resmi Terbentuk

Lia menceritakan, pengunjung makam SIL Sentani biasanya beli bunga tabur yang disediakan jika tak sempat dibawa dari rumah.

“Dari minggu kedua bulan ini pengunjung ramai. Paling banyak yang datang ke kuburan ini pagi dan sore hari,” kata Lia.

Bunga tabur yang ia jual diisi dalam kantong berukuran kecil. Setiap kantong bunga bervariasi. Tidak hanya satu macam.

“Satu kantong plastik ini 15 ribu. Yang dalam botol air aqua besar 10 ribu. Dalam satu hari saya sediakan 10 kantong plastik. Biasa laku. Sisanya tiga atau dua begitu,” jelasnya.

Menyediakan bunga tabur bagi mereka yang hendak kunjungi makam sanak famili mereka bagi Lia usaha yang sangat membantu keluarganya.

“Ada yang biasa tidak bawa air atau bunga karena langsung dari tempat kerja atau mungkin karena sibuk mereka tidak beli baru naik ke kuburan. Bunga yang saya jual ini kami beli sama orang dan kami jual di sini,” kata Ramandei.

Baca Juga:  Cegah Krisis SDM Papua, Kuayo: Selamatkan Anak Dari Pengaruh Negatif!

Hasil jual bunga tabur ternyata usaha paling laris yang hasilnya cukup membantu Lia bersama keluarga di rumah.

“Satu hari ada satu juta saya dapat. Kadang satu juta lima ratus. Paling rendah tujuh ratus ribu. Itu kami gunakan untuk kebutuhan di rumah, makan minum dan kebutuhan lainnya,” urai Lia.

Bunga tabur dijual tepat di pinggir jalan naik Hillcrest International School (HIS) Sentani. Tak jauh dari rumah mereka.

“Rumah depan jalan jadi dari pagi saya mulai jualan bunga tabur ini. Kadang sampe sore juga. Tergantung dari orang yang mau ke kuburan saja,” imbuhnya.

Beberapa pengunjung makam keluarga merasa sangat terbantu dengan bunga tabur yang disediakan keluarga Ramandei.

Seperti diakui Dani dan Mimy yang hendak nyekar, tetapi lupa bawa bunga tabur. Bersyukur karena ada yang jual di pinggir jalan. Keduanya singgah beli di Lia Ramandei.

Baca Juga:  Pedagang Orang Asli Papua di Manokwari Harus Diperhatikan!

“Mantap. Datang kalo lupa bawa bunga dan air, ya tinggal beli di sini. Kami biasa singgah untuk beli sebelum ziarah ke makam orang tua kami. Datang ke makam orang tua itu sudah rutin kami lakukan kalau tidak lagi sibuk,” kata Dani.

Soal harga bukan menjadi ukuran baginya. Yang penting sudah tersedia dan bisa beli dengan harga cukup terjangkau.

“Harganya juga tidak seberapa. Ini usaha yang sangat membantu kami. Saya cuma kasih 20 ribu, kalau tambah paling kena 30 ribu saja sudah dapat bunga tabur dan air,” jelas Dani.

Merasa sangat terbantu, Mimy ucapkan terima kasih kepada keluarga Ramandei yang saban hari sediakan bunga tabur buat pengunjung mudah tatkala berkunjung ke makam.

“Senang sekali saya bisa beli di dekat sini. Terima kasih ya,” ucap Mimy begitu terima sejumlah bunga tabur dan air yang dibelinya.

Pewarta: Yance Wenda
Editor: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.