BeritaOlahragaFIFA Akan Minta Setiap Negara Memberi Nama Stadionnya Pele

FIFA Akan Minta Setiap Negara Memberi Nama Stadionnya Pele

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Akankah Kepulauan Solomon mengindahkan seruan untuk menamai sebuah stadion di negaranya dengan nama sepak bola hebat dunia, Pele?

Hal itu berkaitan dengan rencana FIFA yan telah mengkonfirmasi bahwa mereka hendak meminta kepada setiap negara di dunia untuk menamai stadion mereka dengan nama Pele, untuk menghormati mendiang legenda sepak bola Pele.

Mantan bintang Santos FC, Pele yang secara luas dianggap sebagai salah satu pesepakbola terhebat sepanjang masa itu meninggal dunia pada 29 Desember 2022 pada usia 82 tahun, setelah berjuang melawan kanker usus besar sejak September 2021.

Presiden FIFA, Gianni Infantino ketika berada di Sao Paulo Brasil dalam menghadiri pemakaman Pele, mengatakan kepada wartawan setempat bahwa “Kami akan meminta setiap negara di dunia untuk menamai salah satu stadion sepak bola mereka dengan nama Pele,” kata Infantino sebagaimana dilansir dari the Solomon Times yang dikutib dari news.sky.com.

Baca Juga:  Liga 3 Nasional: 16 Tim Lolos, Termasuk Dua Wakil Papua

Rio de Janeiro membatalkan rencana untuk menamai Stadion Maracana yang terkenal dengan nama Pele, setelah diveto oleh gubernur negara bagian pada April 2021.

Sementara, peti mati sang legenda sepak bola ditempatkan di dalam stadion Vila Belmiro di kota kelahirannya, Santos pada hari Senin, yang merupakan kandang klub tempat ia mencetak beberapa gol terbaik dalam kariernya.

Baca Juga:  Sekretaris Umum PIF Disambut di Sekretariat Demi Kepentingan Masyarakat Pasifik

Infantino merilis pernyataan pada hari kematian Pele yang berbunyi: “Bagi semua orang yang mencintai permainan indah, ini adalah hari yang tidak pernah kita inginkan. Hari di mana kita kehilangan Pele.”

Dia menggambarkan Pele, yang nama aslinya adalah Edson Arantes do Nascimento, sebagai “olahragawan teladan dan Pele memiliki kehadiran magnetis ketika anda bersamanya.”

“Hidupnya lebih dari sekadar sepak bola. Dia mengubah persepsi menjadi lebih baik di Brasil, di Amerika Selatan dan di seluruh dunia. Warisannya tidak mungkin dirangkum dengan kata-kata,” katanya.

Baca Juga:  Perdana Menteri PNG: Tidak Terpengaruh Oleh Kemungkinan Mosi Tidak Percaya Oposisi

Pele meninggal pada, Kamis (29/12/2022) sore waktu setempat, atau, Jumat (30/12/2022) dini hari Wib usai dirawat di Rumah Sakit Albert Einstein di Sao Paulo Brazil, sejak 29 November. Pada pekan lalu, kondisinya memburuk karena penyakit kanker ususnya yang ia derita telah mengganggu organ tubuh lain

Sementara para pelayat mulai memberikan penghormatan kepada Pele dalam prosesi khidmat melewati peti matinya di Vila Belmiro, yang dihiasi dengan bendera Brasil dan kaos nomor 10 yang dipopulerkan oleh Pele ketika ia bermain untuk Santos dan Brasil.

 

Sumber: Solomon Times

Terkini

Populer Minggu Ini:

Kasus Moses Yewen Belum Jelas, Kepala Distrik Fef Tolak Kehadiran Satgas...

0
“Oleh sebab itu, saya atas nama pribadi, masyarakat Fef, dan kepala distrik dengan tegas menolak kehadiran Satgas 762 di wilayah pimpinan saya. Kasus Moses Yewen belum jelas pengadilannya terhadap pelaku dan tidak ada permintaan maaf sampai saat ini. Kami masih trauma dengan peristiwa itu. Saya mau sampaikan, bahwa saya kepala distrik Fef akan pimpin demo. Tidak ada tempat untuk 762 di distrik Fef,” tegas Herman.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.