Material Timbunan Jalan di Minimo, Elgius Wamu: Sudah Sepakat Gratis!

0
645

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Semua pihak yang ada di wilayah Minimo, distrik Maima, kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, telah sepakat hibahkan material ke pemerintah untuk dipakai demi penimbunan jalan agar cepat rampung pengerjaannya.

Hal itu ditegaskan Elgius Wamu, salah satu tokoh intelektual wilayah Minimo, saat ditemui suarapapua.com, Senin (30/1/2023).

Elgius Wamu merupakan anak dari keluarga (klan) Wamu yang punya hak ulayat di lokasi sasaran pengambilan material untuk penimbunan jalan dari Maima menuju Minimo.

“Kami dari keluarga atau klen dari honai sudah bicara bahwa material untuk timbun jalan itu ambil tanpa ada pungut biaya sepeserpun. Dan itu juga sudah kami sampaikan ke bapak bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua pada saat kunjungan kerja beberapa hari lalu,” kata Elgius.

Usai kunjungan kerja bupati sekaligus resmikan pembongkaran jalan dari Maima menuju Minimo hingga ke kota, kata Elgius, pihak pemilik ulayat juga telah bertemu dengan konsultan saat koordinasi soal material tersebut.

ads

Diakuinya, keinginan masyarakat Minimo untuk segera ada akses jalan mengemuka sejak lama. Harapan itu tak kunjung terjawab selama puluhan tahun.

“Baru pada masa pemerintahan bapak Jhon Banua dan Marthin Yogobi bisa menjawab aspirasi rakyat Minimo untuk bangun jalan, termasuk tugu Injil masuk di Lembah Balim,” lanjutnya.

Baca Juga:  Doa Akbar dan Makan Bersama Ones Pahabol Dihadiri Ribuan Masyarakat Yahukimo

Kerinduan lama itu disambut dengan cucuran air mata warga Minimo ketika bupati hadir untuk launching pembongkaran jalan.

“Kami sudah sampaikan bahwa tanaman, rumah, kolam-kolam yang akan dilewati jalan raya itu tidak boleh ada yang halangi apalagi minta kerugian. Termasuk juga material, itu ambil saja tanpa biaya. Keputusan kami seperti itu supaya jalan segera tembus,” ujar Wamu.

Kesepakatan dari honai klen tak hanya di tingkat kampung, menurut Elgius, berlaku di desa hingga distrik dan kabupaten. Artinya, keputusan itu resmi.

“Semua keluarga sudah bicara dan sepakat bahwa material itu ambil saja tanpa bayaran. Yang paling penting, siapapun tidak boleh menghalangi dalam bentuk apapun dan kapanpun pada saat proses pengerjaan jalan ini. Sebelum jalan dirampungkan, tidak ada yang bikin gerakan tambahan. Kita semua mendukung pekerjaan ini segera selesai,” tegasnya.

Sebagai anak daerah, Elgius Wamu mengaku sangat senang dan bangga bila kampung halamannya segera dijangkau dengan jalan bagus dengan kendaraan. Sebab selama ini mama-mama dan semua warga Minimo ketika mau ke kota harus melintasi jalan pecek dan banyak hambatan lainnya.

Baca Juga:  Beberapa Tuntutan TPNPB OPM Kodap VIII Intan Jaya

“Dengan adanya pembangunan infrastruktur jalan ini, saya merasa senang dan bangga. Kalau kampung kami sudah terbuka akses jalan, khususnya untuk mama-mama bisa bawa jualan ke kota itu akan semakin mudah dengan diangkut taksi. Dari pada dulunya pikul jualan dari kampung sampai kota sangat repot. Sampai di muara baru bisa cuci muka, berpakaian baru naik ojek. Kadang sampai jalan kaki masuk ke kota. Semoga pengalaman buruk itu tidak akan terjadi. Dan, itu pergumulan doa dari masyarakat Minimo yang telah dijawab Tuhan melalui bapak Jhon Banua,” tuturnya.

Ia menambahkan, saat perjanjian dengan konsultan, diminta lebih memperhatikan Gereja-gereja yang ada di Minimo. Maksudnya, karena material diberikan secara gratis, harapannya alat berat bisa bantu bongkar jalan dari jalan utama ke beberapa gedung Gereja.

“Hanya itu saja permintaannya. Alat berat bisa bongkar jalan masuk ke Gereja, jaraknya kurang lebih 100 meter sampai 300 meter,” imbuh Wamu.

Senada, Dominggus Mulait, tokoh intelektual dari distrik Maima, menghendaki pembangunan jalan bisa selesai segera agar warga tak lagi terkendala dalam bepergian ke kota Wamena.

Baca Juga:  Pemkab Lanny Jaya Bersama Berbagai Pihak Deklarasikan Pemilu Damai

Dominggus juga lebih mendukung kesepakatan bersama untuk tidak minta biaya atas material yang diserahkan ke pemerintah.

“Ya, jadi intinya kami sudah sepakat untuk material diambil saja tanpa ada gangguan atau pungutan apapun. Karena jalan ini kita sudah rindukan dari dulu. Kami sangat senang melihat jalan bisa lewati kampung halaman kami,” kata Mulait.

Sebelumnya, bupati Jayawijaya saat meninjau lokasi pembongkaran jalan, menyampaikan terimakasih banyak kepada warga masyarakat khusus di Minimo yang telah mengizinkan material untuk diambil demi kepentingan penimbunan jalan.

“Tentunya kami berterimakasih kepada masyarakat kami di sana. Pertama karena material yang bagus ada di depan itu sudah diserahkan untuk diambil dan dipakai timbun badan jalan yang sedang dikerjakan. Yang kedua, masyarakat di sana juga sangat setuju dengan pembangunan jalan itu. Sehingga materi yang ada di sana mereka sudah izinkan,” tutur Banua, Kamis (26/1/2023).

Banua juga targetkan jalan tersebut akan tuntas dikerjakan dalam waktu dekat karena hanya tahap penimbunan saja.

Pewarta: Onoy Lokobal
Editor: Markus You

Artikel sebelumnyaDampak DOB, Banyak Mahasiswa OAP Terancam Putus Kuliah
Artikel berikutnyaJelang Meriahnya Tahbisan Uskup Terpilih Keuskupan Jayapura, Bakal Dihadiri 48 Uskup