Infrastuktur PapuaWarga Distrik Ravenirara Keluhkan Layanan Jaringan Indosat

Warga Distrik Ravenirara Keluhkan Layanan Jaringan Indosat

Editor :
Markus You

SENTANI, SUARAPAPUA.com — Masyarakat kampung Ormu Wari, distrik Ravenirara, kabupaten Jayapura, Papua, kesulitan mengakses internet lantaran jaringan Indosat mengalami gangguan. Jaringan kadang hilang dan muncul.

Warga masyarakat di kampung Ormu Wari mengaku jaringan bahkan hilang berhari-hari sejak beberapa waktu terakhir. Padahal selama dua bulan setelah tower dibangun, layanan yang dinikmati sangat baik.

“Pengguna layanan Indosat di kampung kami ada sekitar 59 orang, sedangkan untuk petugas penjaga tower itu anak asli kampung Ormu Wari. Dipercayakan menjaganya setelah tower dibangun,” kata Hosea Yarona, kepala kampung Ormu Wari, kepada tim IKP Komunikasi dan Informatika (Kominfo) saat monitoring tower BTS Indosat, dikutip siaran pers, Senin (15/5/2023).

Terkait kendala yang dialami masyarakat saat ini, menurut Hosea, hampir untuk seluruh pesisir Ravenirara yang dibangun Tower BTS Indosat mengalami kendala sama yaitu sinyal kadang baik untuk digunakan, kadang juga hilang dalam waktu yang lama.

Baca Juga:  Lukas Enembe Berpulang

“Jaringanya begitu, itu bisa berjam-jam, bisa juga berhari-hari lamanya. Jadi, masyarakat ingin agar fasilitas ini bisa diperbaiki supaya layanannya baik dan bertahan dalam waktu yang lama. Itu untuk menghindari hal-hal yang sebelumnya terjadi atau dialami itu tidak terulang lagi,” tuturnya.

Sejumlah tower BTS N3T Indosat yang dibangun di tiga distrik mengalami gangguan jaringannya hingga warga kampung sulit akses informasi dan berita. Tampak salah satu pemancar Indosat di Yongsu, kabupaten Jayapura. (Dok. Kominfo Jayapura)

Hosea juga berterimakasih kepada pihak provider dan pemerintah yang sudah membangun infrastruktur inim tetap juga tetap berharap agar fasilitasnya bisa diperbaiki.

“Biasa terjadi hal-hal seperti gangguan sinyal itu yang membuat kami merasa tidak nyaman atau tidak puas dengan fasilitas yang disediakan oleh provider Indosat,” lanjutnya.

Baca Juga:  FAO Bareng Masyarakat Yoboi Tanam dan Kelola Sagu Sebagai Pangan Lokal

Terkait jaringan Indosat saat ini, Hosea akui, terkadang putus dan lambat.

“Saat ini ada jaringan, tetapi untuk akses itu lambat sekali. Jaringannya putus-putus, tidak bisa sama sekali. Itu mungkin karena cuaca atau apa, saya juga kurang paham.”

Kata Yarona, jika ada akses internet lain selain Indosat pasti akan membantu kebutuhan masyarakat di pesisir.

“Jika nantinya dari Dinas Kominfo mau fasilitasi agar ada provider lain seperti jaringan Telkomsel untuk masuk ke kampung Ormu Wari, itu kami pastinya sangat bersyukur karena dengan adanya dua provider, Indosat dan Telkomsel, masyarakat bisa gunakan kedua layanan itu. Salah satunya bisa jadi alternatif kalau yang satunya lagi gangguan,” tuturnya berharap.

Fasilitas yang telah dibangun itu terkait dengan kondisi jaringan yang dialami masyarakat yang menggunakan layanan ini.

Baca Juga:  Jenazah LE Singgah di STAKIN Sentani Sebelum ke Koya

“Kami berharap secepatnya diperbaiki oleh pihak Indosat sehingga dapat membantu masyarakat dalam perekonomian, pendidikan juga komunikasi jarak jauh,” kata Hosea.

Diberitakan media ini sebelumnya, Gustav Griapon, kepala dinas Kominfo kabupaten Jayapura, memastikan kondisi sebenarnya setelah turun monitoring ke kampung-kampung yang ada di beberapa distrik. Sejumlah tower BTS N3T Indosat mengalami permasalahan jaringannya.

Gangguan jaringan itu dikeluhan warga karena selama beberapa hari tidak bisa akses lagi layanan tower BTS N3T Indosat yang difasilitasi Dirjen Pos dan Informatika pada tower-tower provider Indosat di kampung Yongsu Spari, distrik Ravenirara, site kampung Yepase dan Dormena, distrik Depapre, dan distrik Kemtuk, kabupaten Jayapura. []

Terkini

Populer Minggu Ini:

23 Tahun Otsus, Orang Asli Papua Termarginalkan

0
Persoalan marginalisasi tersebut sesungguhnya bertolak belakang dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dan para investor selama beberapa dekade ini di Tanah Papua.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.