Tanah PapuaMamtaFOZ Membumikan Zakat dengan Roadshow “Zakat Goes To Campus”

FOZ Membumikan Zakat dengan Roadshow “Zakat Goes To Campus”

Editor :
Markus You

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Forum Zakat (FOZ) membumikan pengelolaan zakat dengan menggelar roadshow “Zakat Goes To Campus” (ZGTC). Agenda ini diselenggarakan di seluruh Indonesia dengan sasaran mahasiswa.

Di Papua, kampus Universitas Yapis Papua (Uniyap) Jayapura dipilih sebagai tempat pelaksanaan roadshow “Zakat Goes To Campus Chapter Papua 2023”.

Kegiatannya diadakan dalam bentuk talkshow bertajuk “Peran Zakat dalam mencapai SDG’s di Papua”, Selasa (16/5/2023) di auditorium Uniyap.

Acara talkshow ini, menurut Fauzi Muhtadi, pengurus FOZ yang juga fasilitator, tidak lain adalah untuk mensosialisasikan berbagai hal tentang zakat agar mahasiswa-mahasiswi memahami tata pengelolaan zakat yang baik demi mendukung pembangunan ekonomi umat Islam.

“Ya, ini wadah kajian serta diskusi seputar gerakan zakat di Indonesia dan membumikan isu mengenai zakat di lingkungan kampus dengan harapan zakat sebagai rukun Islam ketiga umat Islam dapat terus berkembang dalam perspektif keilmuan, sehingga dapat memperluas manfaat zakat bagi seluruh masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Untuk maksud itu, kata Fauzi, FOZ sebagai salah satu asosiasi lembaga zakat terbesar di Indonesia, berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) Uniyap mengadakan talkshow ZGTC Chapter Papua 2023.

Baca Juga:  Aktivitas Belajar Mengajar Mandek, Butuh Perhatian Pemda Sorong dan PT Petrogas

“Tujuan dari talkshow ini, kalangan civitas academica semakin paham untuk kemudian dapat diterapkan.”

Foto bareng setelah talkshow “Zakat Goes To Campus Chapter Papua 2023”, Selasa (16/5/2023) di auditorium Uniyap Jayapura. (Dok. Panitia ZGTC for SP)

Bambang Suherman, ketua umum FOZ periode 2021-2024, menjelaskan, roadshow “Zakat Goes To Campus” merupakan salah satu program kerja dari bidang advokasi FOZ.

“Forum Zakat sebagai asosiasi yang menaungi 199 organisasi pengelola zakat (OPZ) di seluruh Indonesia dalam hal ini terus berusaha mengawal dan memastikan kebermanfaatan zakat di Indonesia dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” harapnya.

Suherman menyatakan, talkshow di kampus-kampus diharapkan sebagai wadah kajian dan diskusi seputar gerakan zakat di Indonesia. Dengan itu, upaya membumikan isu mengenai zakat di lingkungan kampus dapat mencapai target yakni zakat terus berkembang dalam perspektif keilmuan untuk dapat memperluas manfaat zakat bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Rangkaian kegiatan roadshow ZGTC ditargetkan dapat diselenggarakan di 13 universitas dari Sabang sampai Merauke.

Irvan Nugraha, sekretaris umum FOZ, menjelaskan, selain di Uniyap, “Zakat Goes To Campus” sudah dan akan dilanjutkan di kampus lain. Juga disertai sejumlah kegiatan riil seusai talkshow.

Baca Juga:  Poksus DPR Papua Mendukung Upaya MRP Soal Rekrutmen Politik

“Dalam tahun ini agenda “Zakat Goes To Campus” sudah dan akan dilaksanakan di berbagai kampus di seluruh Indonesia,” kata Irvan.

Harapan FOZ, zakat dilihat sebagai sesuatu yang sangat penting, sehingga perlu dijadikan suatu pembahasan di lingkungan kampus yang kemudian dibuat rangkaian kegiatan menarik.

“Dengan berdiskusi melalui talkshow diharapkan dapat memberikan pencerdasan kepada seluruh sivitas akademika mengenai kebermanfaatan zakat sangatlah besar di Indonesia khususnya di wilayah Papua, selain itu zakat juga dapat menjadi salah satu media pemerintah dalam memenuhi indikator ketercapaian SDG’s,” imbuhnya.

Dengan moderator Rezkiana, ketua BEM FEB Uniyap, diskusi berlangsung menarik pembahasannya maupun saat sesi tanya jawab yang dimanfaatkan mahasiswa-mahasiswi.

Dua narasumber utama dalam talkshow ini: Mohamad Huri, ketua Forum Zakat wilayah Papua, dan Rama Adi Wibowo, senior officer Divisi Advokasi Dompet Dhuafa, cukup cekatan memaparkan materi seputar pentingnya zakat dalam kehidupan umat muslim.

Dijelaskan, membayar zakat dapat menyucikan jiwa yang tamak dan peka terhadap sesama kurang mampu dalam kehidupan sehari-hari. Dan, zakat juga bagian tak terpisahkan dari bentuk ibadah yang bernilai sosial dan ekonomi.

Baca Juga:  Masyarakat Adat di Provinsi PBD Harus Disejahterakan

Diyakni dengan zakat akan menjawab harapan negara yakni tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDG’s) di Indonesia, termasuk di Tanah Papua. SDG’s dengan 17 tujuan yang dibuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai upaya global untuk mempromosikan kesejahteraan manusia, perlindungan lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Ini telah diadopsi tahun 2015 sebagai bagian dari Agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan. SDG’s dianggap sebagai upaya global untuk membangun dunia yang lebih adil, berkelanjutan, dan inklusif, serta membuka peluang bagi semua orang untuk hidup dengan layak. Selain itu, SDG’s juga mencerminkan komitmen dunia internasional dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi semua orang tanpa melupakan keberlanjutan lingkungan.

Diselenggarakan oleh FOZ Nasional bekerja bareng BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Uniyap, talkshow juga menghadirkan narasumber dari media, yakni Markus You, Pemimpin Redaksi Suara Papua.

Talkshow dibuka resmi Dr. Abdul Rasyid, wakil rektor I bidang Akademik Uniyap. Dilanjutkan dengan keynote speech oleh Hj Ani Matdoan mewakili kepala Kanwil Kementerian Agama provinsi Papua. []

Terkini

Populer Minggu Ini:

128 Ekor Hewan Kurban Dari Pertamina Regional Papua Maluku untuk Masyarakat

0
"Dalam prosesnya, kami melalui Badan Dakwah Islam Pertamina juga bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk memastikan bantuan daging sampai kepada yang berhak menerimanya," kata Edi Mangun.

Askab PSSI Lanny Jaya Resmi Dilantik

0

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.