Meski KTT MSG Ditunda, Rakyat Papua Tetap Gelar Aksi Dukungan Kepada ULMWP

0
1546

WAMENA,SUARAPAPUA.com— Meski Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Melanesia Speardheard Group (MSG) ditunda, namun rakyat Papua tetap gelar aksi dukungan nasional dukung ULMWP menjadi anggota penuh MSG.

Hal itu disampaikan Bazoka Logo, Departemen Politik Pemerintah Sementara ULMWP di Wamena, Rabu (19/7/2023).

“Hari ini, Rabu 19 Juli 2023, rakyat di West Papua menggelar aksi dukungan dalam rangka mendukung agenda keanggotaan penuh ULMWP di MSG. Ini adalah aksi nasional yang sudah dijadwalkan dalam rencana untuk digelar secara serentak di West Papua,” kata Logo.

Aksi yang dilakukan di Wilayah Laapago dipusatkan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya yang dihadiri rakyat Papua dari wilayah Laapago. Massa memadati kota Wamena dengan mengenakan berbagai busana tradisional dan mewarnai tubuh mereka dengan corak bendera Bintang Kejora dan lima bendera anggota tetap MSG, yaitu Fiji, Solomon Islands, Vanuatu, PNG dan Kaledonia Baru (FLNKS).

Selain itu kata Logo, aksi dukungan kepada ULMWP menjadi anggota MSG juga terjadi di Kepulauan Yapen, Sorong, Manokwari, Merauke, Timika, Kaimana, Paniai, Biak, Serui, dan Merauke.

Aksi serupa juga dilaksanakan di kediaman ketua West Papua Council, Buchtar Tabuni di Kamwolker Perumnas Tiga Waena yang dihadiri rakyat Papua.

Baca Juga:  TPNPB Mengaku Bertanggung Jawab Dalam Aksi Kontak Tembak di Paniai dan Yahukimo

Dalam aksi yang dilakukan pihaknya kata Logo, pihaknya menekankan empat poin penting yaitu.

Pertama, ULMWP  adalah organisasi politik dari Papua dalam upaya memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri rakyat dan bangsa Papua.

Kedua, rakyat Papua menyatakan mendukung penuh ULMWP menjadi anggota penuh di dalam MSG.

Ketiga, rakyat Papua tegas menyatakan bahwa keberadaan Indonesia di MSG tidak mewakili rakyat dan bangsa Papua.

Keempat, rakyat Papua dengan sepenuhnya menyatakan mendukung dan mengakui ULMWP di dalam pertemuan MSG.

Suara Papua sebelumnya menyiarkan bahwa KTT-MSG yang direncanakan dilaksanakan pada 17-21 Juli 2023 ditunda hingga tanggal yang tidak ditentukan.

Hal itu dikonfirmasi Wakil Perdana Menteri Vanuatu Jhotham Napat belum lama ini.

Baca Juga:  Usai Dilantik, Begini Pesan Alpius Yigibalom Kepada Masyarakat Lanny Jaya

Ia mengatakan bahwa pihaknya Vanuatu yang memegang jabatan ketua MSG maka akan menyurati para pemimpin MSG untuk menjadwalkan ulang pertemuan.

ads

“Bagi Vanuatu bulan Juli sudah penuh dengan kegiatan. Presiden Prancis akan segera tiba. Kami sedang mempertimbangkan untuk mengadakan pertemuan di bulan Agustus [2023],” tukasnya.

Diminta untuk konfirmasi apakah pengesahan ULMWP sebagai anggota penuh MSG akan menjadi agenda dalam pertemuan para pemimpin kali ini, Napat menjawab bahwa hal tersebut tidak di bahas dalam pertemuan menteri luar negeri MSG.

Dalam pertemuan Menlu negara anggota akan bahas anggaran dan persetujuan, namun aplikasi ULMWP menjadi anggota penuh akan dibahas dalam retreat para PM MSG sebelum diadopsi.

Namun demikian, katanya Vanuatu sangat mendukung agenda tersebut.

Baca Juga:  355 Panwaslu Pilkada di Kabupaten Lanny Jaya Dilantik
Artikel sebelumnyaJurnalis Dilarang Liput Kegiatan Kunker Menko PMK di Dogiyai
Artikel berikutnyaHRM Mencatat Kasus di Papua Masih Didominasi Pelanggaran Kebebasan Berkumpul